Laporan Khusus

Prospek Bisnis Laboratium Kesehatan Tetap Cerah

16-10-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Prospek bisnis dari laboratorium kesehatan tetap cerah di masa depan. Keberadaan laboratorium semakin dibutuhkan masyarakat.

Terlebih jumlah laboratorium yang ada saat ini relatif lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Hal ini ditegaskan Presiden Direktur Pramita Lab, Sarno Eryanto, di sela Corporate Gathering dan seminar ilmiah “Gizi Seimbang Penunjang Kesehatan Kerja” dalam rangka HUT ke-31 Pramita Lab, Selasa (16/10/2018).

”Laboratorium kesehatan bukan hanya untuk mengecek kondisi saat orang sedang sakit. Orang yang sehat juga perlu medical check up guna mengetahui kondisi kesehatannya,”jelasnya.

Eryanto menyebutkan sampai saat ini, Pramita Lab memiliki 32 klinik yang tersebar di berbagai kota, 6 diantaranya ada di Surabaya. Di Jawa Timur, Pramita Lab ada di Kediri, Madiun dan Jember.

Rencananya pada tahun depan akan dibuka beberapa cabang lagi di Jakarta, Tegal, Bali dan Pontianak. "Di Jakarta akan buka yang ke-4. Lalu pada Mei 2019 buka di Pontianak, setelah itu di Bali. Kira-kira pada tahun 2019 akan ada tambahan 4 sampai 6 cabang,”tukasnya.

Untuk investasi per klinik, kata Eryanto, sekitar Rp9 miliar-Rp10 miliar di luar gedung. Sedangkan pencapaian BEP dalam waktu 3-4 tahun terutama untuk di kota-kota besar.

Kendala yang selalu dihadapi saat membuka cabang laboratorium kesehatan, tegas Eryanto, bukan dari sisi pendanaan maupun peralatan. “Tapi kami kesulitan SDM di level kacab dan manajer. Hampir dimana-mana kami buka cabang, kendalanya SDM,”tambahnya.

Untuk itu, Pramita Lab yang menyasar segmen menengah atas terus tingkatkan SDM dan update teknologi modern. Alat yang dimiliki Pramita Lab, terbaru dan terlengkap.

Eryanto menegaskan saat ini cukup banyak laboratorium terutama di kota-kota besar, baik yang besar maupun kecil, sehingga terjadi persaingan yang ketat. “Aturan pemerintah sangat ketat. Laboratorium harus punya peralatan yang canggih dan SDM mumpuni. Juga ada quality control. Jika tidak memenuhi aturan, laboratorium kecil akan terseleksi secara alam dan tidak bisa bersaing di masa depan,” ungkapnya.

Selain Pramita Lab mengakomodasi kalangan menengah ke atas, pihaknya juga memiliki laboratorium second line yakni Laboratorium Prospek untuk masyarakat menengah bawah. Tujuannya agar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Saat ini, pihaknya memiliki 2 Laboratorium Prospek di Surabaya.

“Kami bersyukur, Pramita Lab hingga di usia ke-31, masih dipercaya masyarakat sebagai laboratorium jujugan. Tercatat, tingkat kunjungan ke laboratorium rata-rata bisa mencapai 400 hingga 500 orang perhari untuk laboratorium besar. Ada pula yang 100 kunjungan terutama untuk laboratorium kecil,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Dalam merayakan ulang tahun ke-31, Pramita Lab menggelar Corporate Gathering dan seminar ilmiah “Gizi Seimbang Penunjang Kesehatan Kerja”, di Hotel Wyndham Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising