Laporan Khusus

Infrastruktur Dominasi Bisnis Huawei Indonesia

30-10-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Huawei Tech Invesment (Huawei Indonesia) memiliki 3 unit bisnis yang dikembangkan di tanah air. Tiga unit bisnis itu yakni carier atau infrastruktur IT (Information and Technology); unit enterprise dan consumer.

Public Relations Manager Huawei Indonesia, Panji Pratama, mengatakan, dari tiga unit bisnis tersebut, 60 persennya didominasi oleh unit carier atau infrastruktur IT. Bahkan 80 persen total pendapatan Huawei disumbang dari unit infrastruktur.

”Huawei Indonesia bermitra dengan 9 mitra operator dari 10 operator telekomunikasi yang ada di Indonesia. Terbesar tentunya Telkomsel,”kata Panji saat temu media program “SmartGen 2018” di The Consulate Surabaya, Selasa (30/10/2018).

Guna memaksimalkan bisnis unit infrastruktur IT ini, ungkap Panji, Huawei memiliki teknologi andalan yakni teknologi jaringan 5G, Internet of Things (IoT), Artificial Intellegent (AI), dan Cloud. “Huawei telah melakukan ujicoba teknologi 5G bersama Telkomsel saat Asian Games 2018 lalu. Meski di Indonesia penerapa teknologi 5G baru pada 202, tapi Huawei sudah melakukan persiapan mulai dari BTS, chip set, hingga perangkat rumah,”tambahnya.

Sementara unit bisnis enterprises, Panji menjelaskan Huawei Indonesia bermitra dengan lembaga pemerintahan seperti Kemensos untuk kebutuhan data center, video conference perbankan untuk pengembangan program laku pandai. Sedangkan unit bisnis consumer meski persaingan di industri device relatif ketat, tapi Huawei struggling dan on the track untuk posisi market device Huawei.

Selain fokus pada pengembangan unit bisnis yang dimiliki, Huawei Indonesia memberikan solusi ikut mencetak sumber daya TIK lndonesia berkompetensi global melalui program Smart Generation (SmartGen) 2018. Program diinisiasi sejak 2017 sebagai satu sarana mengembangkan dan membekali talenta muda Indonesia dengan pengetahuan berbasis teknologi informasi.

Director of Goverment Affairs Public Affairs and Communications Department Huawei Indonesia, Yenty Jorman, mengatakan, tahun lalu pihaknya telah bekerja sama dengan 7 universitas di Indonesia untuk program SmartGen. Tahun ini menjadi 8 universitas, di mana satu dari 8 itu adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Melalui program SmartGen ini, pihaknya menyajikan berbagai kegiatan seperti Technology Day, Experience Day, serta berbagai bentuk pelatihan teknologi informasi lainnya. "Ini kami lakukan agar mendorong sumber daya manusia bisa kompeten di bidang TIK. Karena selama ini kebutuhan SDM TIK di Indonesia masih ada gap dimana jumlah SDM masih minim padahal kebutuhan SDM industri TIK ini tinggi,"ungkapnya.

Huawei sebagai pelaku industri di bidang TIK, kata Yenty, ingin menjembatani antara kebutuhan industri dan SDM yang ada melalui program SmartGen. Sampai saat ini, Huawei Indonesia telah memberikan pelatihan bagi sedikitnya 12.000 tenaga ahli TIK dan pelatihan alih pengetahuan bahkan kurang lebih 3.000.

Adapun serangkaian kegiatan tersebut meliputi program roadshow transfer pengetahuan (TechDay), sertifikasi dalam kerangka Huawei Authorized Information Network Academy (HAINA), gelaran kompetisi nasional ICT 2019, pengikutsertaan mahasiswa dalam program Seeds for The Future 2018 serta rekrutmen dan pemagangan di Huawei.

Huawei Indonesia memperluas cakupan program Smart Generation (SmartGen) 2018. Tidak hanya 8 universitas saja tapi juga 12 SMK di 10 kota di Indonesia yang ikut program SmartGen Penyelarasan SMK dan Dunia Kerja, serta di satuan lingkungan pendidikan LP Ma'arif NU melalui program SmartGen Smart Community.

Deputi GM Area Java East Huawei Indonesia, Eni Tur Endah mengatakan, tahun ini program SmartGen diperluas cakupannya dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 1.000 siswa SMK yang berasal dari 12 SMK di 10 kota. Kemudian, 300 siswa di satuan lingkungan pendidikan LP Ma'arif NU, serta sedikitnya 1.500 mahasiswa di 8 universitas di Indonesia, termasuk ITS Surabaya.

Eni menambahkan, saat ini pembangungan infrastruktur tengah gencar dilakukan di berbagai daerah. Apalagi perkembangan teknologi yang semakin cepat, bahkan sudah menuju revolusi industri 4.0 hingga jaringan 5G.

"Kalau SDM tidak dipersiapkan mulai dari sekarang, bisa terancam bahkan kekurangan. Karena potensi industri teknologi dan informasi ke depannya semakin meningkat,"tukasnya.

Menurut Eni, rata-rata kebutuhan pekerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi untuk semua proyek di area Jatim, Bali, Nusa Tenggara saja sekitar 400-500 tim. Dalam satu tim terdiri atas beberapa pekerja instalasi yang memang SDM ini sangat dibutuhkan oleh industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pekerja instalasi ini bisa dipenuhi oleh SDM dari SMK yang sudah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat Huawei. Selain itu, para siswa SMK harus lolos seleksi dari mitra Huwaei yang membutuhkannya,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Peluncuran program “SmartGen 2018” di Surabaya. Kiri-kanan : Product Marketing Manager Huawei Device, Advent Jose; Director of Goverment Affairs Public Affairs and Communications Department Huawei Indonesia, Yenty Jorman; Deputi GM Area Java East Huawei Indonesia, Eni Tur Endah dan Public Relations Manager Huawei Indonesia, Panji Pratama.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising