Laporan Khusus

Sosialisasi BLS Bagi Awam Perlu Diperluas

10-11-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Puluhan penumpang yang berada di ruang tunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya, Sabtu (10/11/2018) pagi, dengan tekun dan cermat mendengarkan penjelasan dr Margono Sp.PJ tentang Basic Life Support (BLS). Kegiatan ini, merupakan rangkaian Dies Natalis ke-105 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam edukasi tersebut juga diperagakan cara penanganan sederhana terhadap orang yang mengalami henti jantung akibta serangan jantung, yang sering terjadi di tempat-tempat umum. Diperagakan pula cara membuat nafas buatan pada penderita hingga penggunaan alat AED yang biasanya ditempatkan di ruang tunggu.

Menurut Koordinator Pelaksana, dr Novira Sp.PD, edukasi BLS bagi masyarakat awam ini perlu dilakukan terus menerus dan diperluas lokasinya. Pasalnya, masih banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui BLS sebagai penanganan pertama untuk henti jantung maupun lokasi mesin AED alat bantu yang bisa digunakan saat ada seseorang yang alami henti jantung.

Mengutip data AHA CPR, dr Novira mengatakan, BLS perlu disosialisasikan mengingat fakta-fakta yang terjadi akibat henti jantung relatif cukup tinggi. Padahal jika masyarakat awam bisa melakukan BLS, angka tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin sehingga bisa mencegah kematian.

Dari data yang ada, dr Novira menyebutkan lebih dari 350 ribu kejadian henti jantung terjadi di luar rumah sakit setiap tahun. Sekitar 90 persen orang yang mengalami henti jantung di luar rumah sakit, meninggal dunia. Angka keberhasilan hidup pasien henti jantung yang mendapatkan RJP sebesar 40 persen.

”Pada tahun 2017, hanya 46 persen orang yang mengalami henti jantung di luar rumah sakit yang mendapatkan RPJ. Dan studi juga menunjukkan bahwa hanya 50 persen orang yang dapat menemukan lokasi AED di tempat umum. Untuk itu, tadi kami juga menyarankan pada penumpang kereta api selalui orientasi di ruang tunggu,”papar dr Novira.

Dipilihnya Stasiun Gubeng ini, tambah Novira yang juga mewakili alumni angkatan 1987, karena lokasinya berdekatan dengan kampus Universitas Airlangga Surabaya. “Jadi manfaat kegiatan CSR dam bakti sosial ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat sekitar kampus,”tukasnya.

Selain itu, alumni angkatan 1974 juga memberi kesempatan kepada 150 staf ambulance crew 112 DKK Surabaya untuk mengikuti pelatihan BLS di RS Universitas Airlangga.

Bakti sosial pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh alumni FK Unair terdiri dari kegiatan yang berbeda-beda setiap angkatan. Pada titik pertama, angkatan 1962 melakukan bakti sosial di PAUD Puskesmas Keputih dan TPA RSUD Dr. Soetomo, dengan acara kunjungan, pembinaan anak usia dini (PAUD) serta penyerahan APE (Alat Permainan Edukatif) serta memberikan dua kit untuk skrining tumbuh lengkap + buku pedoman dan KIA, dan juga memberikan penyuluhan dan dua buah kipas angina di TPA RSUD Dr Sutomo.

Menariknya, alumni angkatan 1962 yang menjadi partisipan tertua dalam dies natalis tahun ini masih bersemangat turun ke masyarakat untuk mengabdi. Berbeda dengan titik lainnya, angkatan 1969 melakukan pengabdian masyrakat dalam bentuk seminar sehari dengan judul “Kesehatan Dan Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Perkembangan Anak Dan Remaja” yang bertempat di Sekolah Islam Al-Azhar Pakuwon City dan diikuti oleh 100 guru dan orang tua.

Pada titik ke-13 dilakukan bakti sosial oleh angkatan 1973 dengan memberikan donasi jamban pada warga kelurahan keputran dan diakhiri dengan penempelan sticker tanda bantuan jamban di rumah warga. Pemberian donasi kepada YPAB (Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta) yang dilaksanakan di YPAB Gebang putih.

Pembuatan jamban juga dilakukan oleh angkatan 1977 yang bertempatkan di RW XI Ngemplak , Jl Ngemplak 1, Ketabang Surabaya, dan angkatan 1976 yang memberikan 44 buah jamban di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Mulyorejo. Angkatan 1984 juga menyumbang jamban terbanyak sejumlah total 84 jamban di Kelurahan Pakis. Peresmian jamban dilakukan secara seremonial oleh Ketua pelaksana Dies Natalis, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K).

Alumni FK Unair menyumbang total 374 jamban yang dibangun di sepanjang Sungai Kalimas Surabaya sebagai bentuk dukungan Program Dinkes “Open Defecation Free”. Atas sumbangsih dan dukungan ini, Pemerintah Kota Surabaya memberikan apresiasi kepada Alumni FK Unair dengan mengundang perwakilan alumni Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes untuk datang ke Balai Kota dan menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya.

Selanjutnya, angkatan 1978 melakukan kegiatan pemeriksaan jiwa, gathering dan berbagi kasih dengan 200 pasien jiwa, pemberian sumbangan berupa 200 pax alat mandi, 2 dus besar sabun cuci piring dan sbaun cuci baju, 60 kotak salep kulit scabimite, krolin utuk IPAL, pembagian kue kotak pada 1000 pasien dan 100 kotak makan siang untuk petugas serta pemberian sumbangan pakaian layak pakai yang bertempat di LIPONSOS Keputih. Pada titik ke 33, dilakukan kegiatan sirkumsisi/ khitanan massal untuk 104 pasien dan sosialisasi ODF serta peresmian jamban oleh Angkatan 1985 di RSI Darus Syifa Benowo dan Kecamatan Benowo.

Di titik ke-34, angkatan 1986 mengadakan operasi katarak gratis dan pembagian sembako kepada 13 pasien operasi yang berlokasi di Klinik Mata Tritya. Penyuluhan DM, Pemeriksaan GDA gratis pada 105 orang, Pemeriksaan USG kepada 30 bumil yang bertempat di PKM Asemrowo juga dilakukan oleh angkatan 1896 di titik yang kedua. Pada titik ke 51 dan 52 bakti social dilakukan oleh 1997 dengan melakukan penyuluhan kebersihan telinga di SD Pondok Pesantren Hidayatullah Kejawan Tambak dan penyuluhan tentang reproduksi di SMA Pondok Pesantren Hidayatullah Kejawan Tambak.

Angkatan 1999 melakukan kegiatan pemeriksaan dan pemberian obat serta pemberian kebutuhan sehari-hari kepada 100 warga di LIPONSOS Babat Jerawat. Pada kesempatan ini, juga dilakukan konsultasi dengan warga khususnya tentang kusta. Bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan senam osteoporosis di Kantor RW II Tanjungsari Sukomanunggal dilakukan oleh Angkatan 2007 di titik ke 62. Pada titik 66, angkatan 2011 melakukan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol di Puskesmas Klampis Ngasem.

Dengan total 439 titik cahaya yang terdiri dari sumbangan 374 jamban dan 65 kegiatan sosial, alumni FK Unair bersama-sama secara serentak mengamalkan ikrar pengabdian masyarakat yang diserukan pada pembukaan. Beragamnya kegiatan sosial yang dilakukan merupakan wujud devosi setiap alumnus FK Unairuntuk masyarakat. Mulai dari angkatan tertua sampai yang baru lulus, dengan spesialisasi yang berbeda-beda, alumni FK Unair tetap satu untuk mengabdi. (noer soetantini)

Teks foto :

Kegiatan pelaksanaan edukasi BLS bagi penumpang kereta api yang berlangsung di ruang tunggu Stasiun Gubeng Surabaya.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising