Laporan Khusus

Terus Berinovasi, Campina Perluas Segmen Pasar

04-12-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Campina Ice Cream Industry terus melakukan inovasi produk berkelanjutan yang berkualitas prima. Ini untuk memelihara loyalitas konsumen dan meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk es krim Campina yang selalu kekinian mengikuti tren yang sedang hangat di masyarakat.

Presiden Direktur, Samudera Prawirawidjaja, pada public expose, di Pabrik Es Krim Campina, Rungkut Industri II Surabaya, Selasa (4/12/2018), optimistis dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, perusahaan akan terus tumbuh dan berkembang pada tahun-tahun yang akan datang.

Pada tahun 2019 mendatang, Samudera mengatakan, perusahaan akan meluncurkan produk-produk baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan memasuki segmen pasar baru yakni Es Krim Premium dan Es Krim Refreshment. Dengan memasuki kedua segmen pasar tersebut, akan memperkuat eksistensi merek Campina sebagai pemain utama es krim di Indonesia.

Selain itu, ungkap Samudera, Perusahaan menyadari bahwa tren milenial saat ini sangat berkembang pesat sehingga Perusahaan memandang perlu untuk memberi perhatian besar dan memanfaatkan hal ini untuk kemajuan Perusahaan. Perusahaan juga menerapkan Digital Marketing Strategy dengan memanfaatkan semua digital platform yang saat ini digandrungi masyarakat.

”Harapannya komunikasi Perusahaan kepada konsumen maupun masyarakat pada umumnya menjadi semakin menarik dan efektif. Dari segi distribusi produk, Perusahaan akan terus melakukan ekspansi dan penetrasi ke kota-kota sekunder dengan menggandeng distributor-distributor baru untuk memperkenalkan produk es krim Campina lebih luas lagi. Channel pemasaran non konvensional juga akan lebih ditingkatkan melalui eCommerce, Home Delivery serta Horeca dan Lifestyle agar lebih mendekatkan merek Campina dengan kaum milenial yang menjadi salah satu target utama pemasaran produk,”paparnya.

Dari sisi kinerja Perusahaan di 2018, Direktur Penjualan, Adji Andjono Purwo menjelaskan Perusahaan telah melaksanakan Initial Public Offering (IPO) pada 19 Desember 2017 dengan kode saham CAMP. Pada pencatatan perdana, saham CAMP langsung naik 40 poin atau setara 12,12 persen ke level 370. Saham CAMP ditransaksikan sebanyak 25 kali dengan volume sebanyak 4.187 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp147,82 juta.

Perusahaan mencatat Laba Bersih Setelah Pajak sebesar Rp 44,54 miliar atau meningkat sebesar 18,05 persen dari Laba Bersih di tahun 2017 pada periode yang sama yakni Rp 37,73 miliar. Laba bersih meningkat karena adanya penurunan beban keuangan.

Penjualan bersih pada tahun 2018 tercatat Rp 717,08 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yakni Rp 737,39 miliar. Perusahaan mencatat belanja modal sebesar Rp 46,93 miliar pada tahun 2018 atau turun 6,6 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 50,25 miliar.

Samudera menambahkan, belanja modal terbesar yang dilakukan Perusahaan adalah pembelian freezer, mesin, peralatan, serta kendaraan. Sedangkan pangsa pasar Campina berdasarkan Nielsen Scantrack 2018, sebesar 20 persen di industri es krim di Indonesia.

Potensi pasar industri es krim di Indonesia cukup besar. Dengan bonus demografi yakni penduduk muda di Indonesia 52 persen namun dari tingkat konsumsi es krim baru di angka 0,63 liter per kapita per tahun.

Menurut Samudera, tingkat konsumsi es krim masyarakat Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan tingkat es krim di Singapura tercatat sebesar 5,36 liter per kapita per tahun dengan total populasi 5,6 juta jiwa. “Sementara di Malaysia, konsumsi es krim per kapitanya sudah mencapai 2,07 liter per kapita per tahun dengan total penduduk 30 juta. Kemudian konsumsi es krim di Thailand sebesar 0,85 liter per kapita per tahun dengan populasi 67 juta,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Kiri-kanan : Komisari Independen, Vincent Makmur Widjaja; Direktur Keuangan & Sekretaris Perusahaan, Arif Harmoko Rayadi; Direktur Penjualan, Adji Andjono Purwo; Presiden Direktur, Samudera Prawirawidjaja; Direktur Umum, Hendro Hadipranoto dan Direktur Produksi, Hans Jensen.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising