Laporan Khusus

Kampanye Sugeng Dahar Dongkrak Pendapatan Hotel

10-01-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Persaingan di industri perhotelan tanah air saat ini sangat ketat. Beragam strategi dilakukan oleh pengelola jaringan hotel baik lokal maupun internasional.

Seperti halnya yang dilakukan AccorHotels East Java melalui kampanye “Sugeng Dahar” yang diluncurkan Kamis (10/1/2019), di Mercure Grand Mirama Surabaya. Peluncuran kampanye dihadiri oleh 10 General Manager (GM) dari 10 hotel di Jawa Timur yang dikelola jaringan AccorHotels.

Adapun 10 properti (hotel) di Jawa Timur yang dikelolaa AccorHotels yakni Hotel Majapahit managed by Accor, Novotel Surabaya Ngagel, Novotel Samator Surabaya Timur, Mercure Grand Mirama Surabaya, Ibis Style Malang, Ibis Style Surabaya Jemursari, Ibis Surabaya City Center, Ibis Budget Surabaya Airport, Ibis Budget Surabaya HR Muhammad dan Ibis Budget Diponegoro.

GM Mercure Surabaya, Sugito Adhi, yang incharge sebagai Ketua Food and Beverage Promotion Regional, mengatakan kampanye ini berlangsung selama 2019. Dan launching ini mengawali bulan program berjalan di bulan pertama.

”Nantinya, tema-tema program berbeda-beda disesuaikan dengan keunggulan masing-masing hotel. Jadi Januari-Februari program dilaksanakan di Surabaya, bulan Maret di Malang, Juni kembali ke Surabaya dengan tema yang berbeda lagi,”kata Sugito.

Tujuan kampanye, papar Sugito, menyemarakkan kreativitas perkulineran di Jawa Timur dengan menciptakan kreasi inovatif di industri makanan dan minuman dari 10 hotel yang tergabung di jaringan AccorHotels di Jawa Timur.

”Ini sekaligus bentuk sinergitas dari 10 hotel jaringan AccorHotels Jawa Timur, sehingga lebih mempermudah menginformasikan kreatifitas makanan kepada masyarakat. Termasuk program diskon yang akan diinformasikan via online,”tambahnya.

Mercure Grand Mirama Surabaya sendiri, tukas Sugito, selama ini kuliner tradisional yang menjadi andalan untuk para tamu. Ini sesuai dengan tamu lokal yang mendominasi tingkat kunjungan menginap di hotel.

”Kampanye ini sekaligus juga mendongkrak pendapatan Food and Beverage dari 10 hotel yakni naik 8 persen dibanding tahun 2018. Kami optimistis, target tersebut bisa tercapai hingga akhir 2019,”ungkapnya.

Hal senada disampaikan GM Novotel Samator Surabaya Timur, Chairuddin Langkat. Pria asal Lampung ini menegaskan persaingan yang sangat ketat di industri perhotelan harus dihadapi dengan inovasi dan kreatifitas. Inovasi dan kreatifitas ini bisa diekplorasi melalui dunia kuliner.

”Bagi hotel menjual kamar ya sesuai dengan jumlah kamar yang dimiliki. Tidak bisa ditingkatkan karena jumlahnya ya itu itu saja. Lalu apa yang bisa dikembangkan ? Ya melalui inovasi dan kreatifitas dari makanan dan minuman,”paparnya.

Bagi sebuah hotel, papar Chairuddin, harus bisa menganimasi sebuah inovasi dan kreatifitas Food and Beverage. Investasinya, diakuinya, memang relatif besar. Namun keberhasilannya akan membawa dampak yang luar biasa dan peningkatan pendapatan Food and Beverage tersebut, hanyak dari dampak akhir saja.

Melalui kampanye “Sugeng Dahar”, kata Chairuddin, ada keterlibatan eksternal dan internal, dimana secara eksternal lingkungan sekitar akan lebih mengetahui inovasi dan kreatifitas dari sebuah hotel. Dan sisi internal, seluruh tim yang bekerja di hotel, termotivasi menciptakan beragam inovasi dan kreatifitas di industri Food and Beverage.

Sementara itu, GM Hotel Majapahit managed by Accor, Thomas Evrard, mengatakan, dalam kampanye ini, Hotel Majapahit menampilkan menu-menu unggulan yang selama ini juga menjadi favorit tamu hotel. Ia mencontohkan menu China rasa Indonesia dan no pork di Sarkies Restaurant. Menu ini relatif sudah ada sejak pendiri Hotel Majapahit --Sarkies Family-- mengembangkan restoran pada 1910. Sarkies Family juga membangun 3 hotel serupa, seperti Raffles Hotel Singapura dan di Penang Malaysia.

”Menu China Indonesia tanpa babi merupakan menu yang unik dan heritage. Kami juga mempunyai menu dimsum, dan pizza dengan konsep all you can eat di Indigo Restaurant. Kami selalu mencoba mengkreasikan makanan seunik mungkin,”ujarnya.

Thomas menambahkan kontribusi Food and Beverage relatif sangat besar dalam menyumbang pendapatan hotel. Ini tidak lepas banyaknya banquet yang dimiliki Hotel Majapahit.

GM Ibis Style Malang, Ina Rianawati, menegaskan, bisnis kuliner di kota wisata dan pendidikan ini begitu marak. Malang sendiri hampir mirip dengan Bali khususnya wisata kuliner.

Mau tidak mau, kondisi tersebut memaksa manajemen harus berkreasi dengan restoran yang dimiliki Ibis Style Malang. Umumnya, orang berpendapat makan di hotel mahal. Pandangannya inilah yang coba dihilangkan, karena harga makanan di restoran kita tidak berbeda jauh dengan yang ada di luar hotel.

”Saat puasa hingga lebaran, menu-menu yang tersaji juga mengangkat menu tradisional nusantara dan dihadirkan bergilir mulai menu Jawa, hingga ujung utara Sumatera. Animonya luar biasa,”tukas Ina.

Dalam kampanye “Sugeng Dahar”, kata Ina, selama Januari-Februari, Ibis Style Malang menghadirkan menu Thailand, Maret-April Chinese Food. Sedangkan kontribusi Food and Beverage terhadap total pendapatan, sampai akhir 2018, sebesar 23 persen. Dan ini melebihi dari target awal yakni 16 persen.

Sementara itu, GM Ibis Budget Surabaya Airport, Khuswatus Solikhin, menuturkan, pendapatan Food and Beverage disumbang dari dua kafe yang disiapkan hotel. Dua kafe tersebut tidak hanya buat tamu hotel tapi juga pengunjung bandara.

”Dengan dua kafe tersebut, kami juga mencoba menghilangkan kesan harga mahal makan di hotel. Dan menu andalan yakni nasi goreng Jawa. Dari F&B, berkontribusi sekitar 6 hingga 8 persen dari total pendapatan. Sampai akhir kemarin pendapatan F&B sebesar Rp239 juta,”pungkas Khuswatus.

Dalam peluncuran kampanye, dimeriahkan beberapa kegiatan yakni 10 chef hotel menghadirkan live cooking bagi para tamu mulai dari menu pembuka, menu utama dan hidangan penutup. Selain itu, para GM hotel berkolaborasi dengan Komunitas Cinta Berkain (KCB) berlomba memasak hanya dalam waktu 15 menit. (noer soetantini)

Teks foto :

Para GM dari 10 hotel AccorHotels East Java membawa peralatan memasak simbol diawali kampanye “Sugeng Dahar”.

Foto : Titin.

 

Advertising
Advertising