Laporan Khusus

Daihatsu Grand New Xenia Perkuat Segmen LMPV

18-01-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Pertumbuhan pasar Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) relatif sangat tinggi sejak tahun 2004 hingga 2018. Pada 2004, pangsa pasar LMPV 14 persen dan di 2018 naik menjadi 25 persen di industri otomotif Indonesia.

Berdasarkan data Gaikindo, pangsa pasar LMPV di 2018 sebesar 27 persen dari total market nasional, 1.150.000 lebih. Kontribusi Xenia di segmen LMPV, menurut Chief Operation Officer Astra Internasional - DSO, Anton Rusli, di sela peluncuran Daihatsu Grand New Xenia di Surabaya, Jumat (18/1/2019), pada tahun lalu sempat alami penurunan di kisaran 8-9 persen. Tahun 2017, penjualan Daihatsu Xenia di kisaran 2700 unit per bulan turun menjadi 2500 unit per bulan di 2018.

Penurunan tersebut dipicu adanya merek lain yang mengisi market LMPV cukup besar. “Hampir semua merek alami penurunan penjualan, hanya merek tersebut yang naik. Dan ini yang membuat market LMPV 2018 secara umum naik signifikan di industri otomotif nasional,”tukasnya.

Meskipun sempat alami penurunan di segmen LMPV, kata Anton, penjualan Daihatsu sampai akhir 2018 kemarin mampu mampu mencatatkan rekor penjualan retail tertinggi yakni 200.178 unit. Sedangkan untuk market share Daihatsu sampai akhir 2018 sebesar 17,5 persen.

Dengan peluncuran Grand New Xenia ini, Anton optimistis, bisa mencapai target total penjualan di 2019 sebesar 212 ribu dengan market share 17,8 persen. “Di tahun 2019 ini, tidak ada perubahan untuk backbone Daihatsu. Kami masih andalkan LCGC MPV Daihatsu yakni Sigra yang mampu berkontribusi sebanyak 50 ribu unit dari total penjualan Daihatsu selama 2018. Tahun ini, target penjualan Sigra per bulan 4500 unit,”paparnya.

Kontribusi kedua disumbang Gran Max Pickup, disusul Xenia dan Terios. Kata Anton, kontribusi Xenia dan Terios hampir berimbang. Target penjualan Xenia di 2018 rata-rata per bulan, 2300 unit dan tahun ini 3000 unit perbulan atau 35 ribu setahun.

Sejak Xenia di-launching di Jakarta, 15 Januari 2019, Anton menyebut, sudah ada indent sebanyak 340 unit atau 10 persen dari target penjualan per bulan. “Ini angka yang luar biasa karena begitu dikenalkan ke pasar, sudah ada penjualan 340 unit,”tambahnya.

Regional Head Astra Daihatsu Jawa Timur, Budhy Lau, menjelaskan pertumbuhan pasar otomotif di Jawa Timur, luar biasa, yakni 8 persen. Budhy prediksi pada 2020, market tumbuh lebih tinggi lagi di atas rata-rata nasional. Ini didukung pembangunan infrastruktur seperti tol Surabaya-Jakarta yang mendekati penyelesaian.

Penjualan Daihatsu di Jawa Timur tahun lalu masih bisa tumbuh 1 persen, dengan market share 20,5 persen. Dalam kurun 3 tahun terakhir, Daihatsu membukukan market share rata-rata 20 persen. “Tahun 2016, market share Daihatsu 20 persen, tahun 2017 naik jadi 21,8 persen, dan 2018 turun 1 persen tapi tetap bertahan di 20 persen yang artinya masih di atas rata-rata nasional 17,5 persen.

Di tahun ini, Budhy menegaskan, market share Daihatsu akan dikembalikan pada posisi yang pernah diraih sebelumnya yakni 22 persen. Dan ini menjadi target Daihatsu Jawa Timur.

Terkait backbone Daihatsu di Jawa Timur, Budhy mengatakan, hampir mirip dengan nasional. Sigra beri kontribusi terbesar dan tahun ini diharapkan posisinya sama.

Disusul Gran Max Pickup market leader di Jawa Timur yakni 63 persen. Bahkan di beberapa daerah, lanjut Budhy, market share Gran Max antara 72 sampai 75 persen.

Untuk Xenia market share tumbuh 17 persen dan pasar tumbuh sampai 11 ribu unit. “Untuk indent Grand New Xenia baru dibuka hari ini. Sesuai pengalaman sebelumnya, pada awal-awal peluncuran produk baru, kami belum bisa ready stock. Apalagi ada varian baru 1500 cc yang hanya dijatah 10 persen dari 3000 unit yang disiapkan, tentunya, masa indent normalnya 3 bulan. Dan ini juga tergantung demand, tipe, warna yang diinginkan kustomer,”tambah Budhy.

Grand New Xenia tampil lebih stylish dengan desain baru pada sisi bumper depan, belakang, serta alloy wheel, memberikan tampilan yang lebih dinamis. Desain baru lampu depan (headlamp) dan belakang, serta penggunaan LED Headlamp, membuat tampilan menjadi modem, pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya. Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin berbeda, yakni new 2 tone colors, desain Center Cluster dengan sentuhan black piano, dipadukan teknologi kekinian digital AC memberikan kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya. Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan Z-DIN touchscreen audio di semua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung oleh teknologi konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Grand New Xenia juga dilengkapi dengan rear camera, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan daiam berkendara. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Bmkeforce Distribution (EBD).

Grand New Xenia memiliki total 8 piiihan warna, yang diantaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pear! White, Bronze Metailic, dan Blue Metallic. Disusul 5 warna lainnya, yakni Icy White, Classic Silver, Dark Red Metallic, Dark Grey Metallic, dan Midnight Black. Dan harga on the road pasar Surabaya mulai Rp 187,1 juta sampai Rp 232,2 juta. (noer soetantini)

Teks foto :

Launching Grand New Xenia di Surabaya yang diharapkan mampu perbesar pangsa pasar Daihatsu di Jawa Timur.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising