Laporan Khusus

Serunya Lomba Makan Mie Tercepat Pakai Sumpit

10-02-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Silveryn (5 tahun) tampak asyik melihat semangkuk mie goreng di hadapannya. Sesekali memainkan sumpit yang ada di sela jari-jari mungilnya, untuk mengambil mie dengan ekspresi menggemaskan.

Dia acuh tak acuh dengan peserta dewasa yang ada di kanan kirinya. Begitu dewan juri memberi aba-aba lomba makan mie dimulai, Silveryn lantas menikmati mie meski yang terambil dari sumpitnya hanya satu lembar mie dan itu pun pendek.

Aksi lucu Silveryn ini menjadi daya tarik tersendiri dari lomba makan mie goreng yang digelar East Coast Center (ECC) Mall Surabaya bekerjasama dengan Wok Restaurant, Minggu (10/2/2019) sore. Selain Silveryn, juga ada kakaknya Silvelyn (7 tahun) siswa kelas 2 SD Petra 5 Surabaya.

Meski bukan pecinta mie, Silvelyn ikut lomba lantaran ingin punya ponsel baru. “Hanya ingin dapat hadiah handphone saja,”tukas Silvelyn yang gagal masuk babak berikutnya.

Kelucuan lainnya dalam lomba makan mie tercepat yakni dalam satu meja panjang diisi “keluarga cemara” terdiri dari lima orang seperti “bapak”, “ibu” dan 3 “anak”nya. Begitu aba-aba dimulai, kelima peserta ini dengan santai menikmati mie goreng.

Tidak ada niatan siapa yang paling cepat menghabiskan mie goreng sampai meja lainnya sudah keluar pemenang tercepat. Karena sang “bapak” habis duluan, kontan keluar jadi pemenang tercepat untuk meja tersebut.

”Wah meja depan seperti “keluarga cemara” saja. Kalau nunggu makan mie habis semua mungkin nanti sampai mal tutup,”canda dewan juri.

Marketing Manager Wok Restaurant, Jennifer Claudia, menjelaskan, lomba makan mie goreng tercepat ini merupakan agenda rutin tahunan. Terutama saat memeriahkan Tahun Baru Imlek, dimana mie merupakan simbol panjang umur.

”Selain kue keranjang dan jeruk, makan mie selalu dilakukan saat perayaan Imlek. Dan makan mie tidak boleh terputus atau diputus kecuali putus sendiri. Semakin panjang makan mie, menurut kepercayaan masyarakat China, umur juga semakin panjang. Makannya tidak boleh dengan sendok atau garpu tapi harus dengan sumpit. Untuk itu, lomba makan mie goreng tercepat ini juga dengan sumpit,”paparnya.

Mie goreng dipilih untuk lomba, menurut Jennifer, karena ini menu kedua di Wok Restaurant setelah nasi goreng. Ini menunjukkan bahwa makan mie goreng banyak peminatnya.

Terbukti sejak pendaftaran lomba makan mie goreng tercepat dibuka Januari lalu, hingga sore tercatat 150 peserta dari Malang, Sidoarjo, Krian dan Surabaya. “Pesertanya memang segala usia mulai anak-anak hingga lansia. Rasa mie goreng dibuat standar sebanyak 200 gram dan siapa yang tercepat, dilihat mangkuk benar-benar tidak ada sisa mie goreng dan mulut peserta. Kalau mangkuk sudah kosong tapi mulut masih penuh mie, belum bisa dinilai tercepat,”tambahnya.

Lomba makan mie goreng tercepat ini dipilih 3 pemenang dengan hadiah beragam mulai handphone, tabungan, e-money dan lainnya hingga voucher makan di Wok Restaurant.

Sementara itu, Promotion Manager EEC Mall, Bayu Aji, mengatakan, lomba makan mie ini merupakan rangkaian lomba yang secara khusus untuk meramaikan perayaan tahun baru Imlek. Sebelumnya, ECC menggelar lomba Lagu Mandarin.

”Hari ini untuk final Lagu Mandarin bersamaan dengan lomba makan mie. Untuk lomba makan mie ini bentuk dukungan kami pada tenant sekaligus merangsang tingkat kunjungan ke mal,”tukas Bayu.

Bayu menjelaskan setiap ada event di ECC, secara tidak langsung mampu mendongkrak tingkat kunjungan masyarakat ke mal. Hari biasa jumlah pengunjung bisa mencapai 4000 kendaraan roda empat dan saat akhir pekan naik 7000 kendaraan roda empat.

”Setiap hari ada event yang diisi oleh sekolah-sekolah yang ada di daerah sekitar ECC. Minimal setiap weekend di atrium ada event seperti halnya lomba makan mie ini,”pungkas Bayu. (noer soetantini)

Teks foto :

Silveryn (dua dari kiri) asyik menikmati mie goreng saat mengikuti babak penyisihan Lomba Makan Mie Goreng Tercepat di atrium ECC Mall, Minggu (10/2/2019) sore.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising