Laporan Khusus

Kredit Tumbuh Dua Digit, Kinerja Jatim Positif

19-03-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank”) mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2018. Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,9 triliun pada tahun 2018, atau tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong oleh pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci, antara lain Perbankan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Consumer Mortgage, Enterprise Banking serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance. Bank juga mencatatkan kualitas aset yang lebih baik, ditandai dengan turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5 persen.

Direktur Utama Bank Danamon, Sng Seow Wah, mengatakan, ada sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun 2018 lalu. Ini ditandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, MUFG.

”Hal ini menempatkan Bank Danamon sebagai bagian dari bank kelas dunia, serta merefleksikan keyakinan dan optimisme MUFG atas potensi pertumbuhan Indonesia kedepan. Bank Danamon terus membukukan pertumbuhan laba dari inisiatif transformasi jangka panjang kami, dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta menerapkan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,”paparnya.

Pada portofolio kredit perbankan UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 31,2 triliun. Portofolio Enterprise Banking, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11 persen menjadi Rp 41,5 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 29 persen menjadi Rp 7,8 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13 persen secara keseluruhan menjadi Rp 51,3 triliun pada akhir tahun 2018. Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15 persen dan 23 persen untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

”Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12 persen menjadi Rp 137,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya,”tukasnya.

Dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada 97,2 persen, likuiditas terkelola dengan baik. Untuk giro dan tabungan (CASA) naik stabil menjadi Rp 52,1 triliun, sementara rasio CASA berada di posisi 47,1 persen.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) juga tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. CAR konsolidasian naik menjadi 22,2 persen pada akhir tahun 2018 dibandingkan 22,0 persen di tahun sebelumnya.

Sementara untuk pendapatan biaya yang tidak terkait kredit atau non-credit related fee income tumbuh 13 persen menjadi Rp 1,3 triliun. Kenaikan ini didukung oleh net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 24 persen menjadi Rp 615 miliar. Pendapatan biaya dari Bancassurance juga naik 12 persen menjadi Rp 384 miliar.

Bank Danamon terus mempertahankan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Rasio kredit Dalam Perhatian Khusus membaik menjadi 9,8 persen dibandingkan 11,0 persen setahun sebelumnya.

Sedangkan rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) ada di posisi 2,7 persen dibandingkan 2,8 persen di akhir tahun 2017. Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) membaik menjadi 2,5 persen dibandingkan 2,8 persen pada tahun sebelumnya.

Kinerja positif Bank Danamon ini juga diikuti Bank Danamon regional. Seperti disampaikan Regional Head Sales and Distribution Jawa Timur, Andri Y Sambas, saat media gathering, Selasa (19/3/2019).

Andri menjelaskan target pertumbuhan kredit di tahun 2019 secara nasional dan Jawa Timur akan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Kami harapkan pertumbuhan kredit akan tumbuh mengikuti dengan angka pertumbuhan kredit yang diproyeksikan di industri,”tukasnya.

Pertumbuhan kredit di Jawa Timur per 31 Desember 2018 dibanding periode yang sama di 2017, sebesar 3,38 persen. Sedangkan dana pihak ketiga tumbuh 5,90 persen yoy.

Penyaluran kredit sektornya juga sama dengan nasional yakni UKM, Enterprise Banking dan Consumer Mortgage (KPR). Pada kredit KPR, tumbuh 29 persen, dimana ini dipicu tren industri properti di Jawa Timur yang positif, program interaktif yang ditawarkan Bank Danamon serta mampu bersaing dalam memberikan layanan.

Regional SME Head Regional Surabaya, Jemmy Tobing, mengatakan, Bank Danamon membidik segmen pasar primary market dan secondary market untuk penyaluran KPR. “Demand-nya sangat tinggi dan kami bekerjasama dengan pengembang perumahan. Plafon kredit tidak terbatas. Di secondary market, untuk memberikan kesempatan nasabah yang ingin memanfaatkan aset yang dimiliki,”ungkap Jemmy.

Untuk kredit UKM, menurut Jemmy, membidik sektor perdagangan, investasi pembelian gudang dan mendukung UKM mendapatkan kredit untuk kebutuhan usaha seperti saat menjelang Lebaran, berupa kredit berjangka. “Para UKM cukup bayar bunga dan kredit ini ditujukan sebagai modal kerja,”tambahnya.

Guna mendukung kinerja perusahaan yang positif tersebut, Bank Danamon juga terus meningkatkan literasi keuangan nasabah melalui digital banking. Andri mengatakan lebih dari 157 ribu nasabah di Jawa Timur, tingkat literasi nasabah eksisting mencapai 75 persen.

”Kami terus genjot literasi keuangan sehingga nantinya nasabah melek digital banking. Sedangkan untuk nasabah baru, terutama milenial, sudah bisa open account dan cukup video call untuk verifikasinya,”tukasnya.

Andri menambahkan sejak akhir Januari lalu, Bank Danamon perkuat layanan perbankan digital dengan D-Bank Registration. Perbankan digital ini bertujuan makin mempermudah nasabah untuk mendapatkan akses perbankan sesuai kebutuhan. (noer soetantini)

Teks foto :

Regional SME Head Regional Surabaya, Jemmy Tobing (kiri) dan Regional Head Sales and Distribution Jawa Timur, Andri Y Sambas (tengah), menjelaskan tentang kinerja wilayah Jawa Timur.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising