Laporan Khusus

We The Youth Ajak Milenial Gunakan Hak Pilih

22-03-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - We The Youth, sebuah gerakan anak muda yang membantu generasi milenial meraih impiannya, mengajak arek-arek Suroboyo khususnya milenial dan mereka yang punya semangat anak muda, menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Bentuk ajakan ini melalui kampanye “100%-in Surabaya, Wani Milih”.

Kampanye tersebut bagian dari kampanye nasional “100% Indonesia Nyoblos” yang juga digelar di beberapa kota seperti Solo, Yogyakarta, Bandung dan Surabaya. Di Surabaya, kampanye dikemas dalam bentuk entertainment dan edukasi melalui Cangkruk’’s Sore, di Pelataran Parkir Grand City Convex, Minggu (24/3/2019), mulai pukul 15.00 WIB.

Menurut Project Coordinator We The Youth, Fifi Tethra, saat jumpa media, Jumat (22/3/2019), kampanye mengajak para milenial ini dilakukan melalui dua jalur yakni online (media sosial) dan offline. Kampanye di Surabaya dan kota-kota lainnya merupakan bentuk kampanye offline.

We The Youth sendiri dibentuk di Jakarta dua tahun lalu. Tujuannya, tidak lain, mendorong generasi milenial bahwa partisipasi mereka menggunakan hak pilih di Pemilu untuk memilih pemimpin sangat penting karena ini akan mempengaruhi hidup generasi milenial di masa depan.

”Angka golput pada Pilpres 2014 sebesar 30,42 persen. Dengan kampanye ini, kami berharap bisa ditekan lebih rendah sehingga semakin banyak generasi milenial menggunakan hak pilihnya,”ujar Fifi.

Sementara itu, Founder IM Garage, David Hutani, mengatakan, ego arek-arek Suroboyo sangat tinggi dan lebih suka menjadi komentator. “Melalui kampanye ini, kami ajak mereka tidak cuma bisa jadi komentator tapi jadi pelaku dan mau menggunakan hak pilihnya,”ujarnya.

IM Garage sendiri, kata David, membawahi lebih dari 20 komunitas dan masing-masing anggota komunitas antara 10 hingga 20 orang. Seluruh anggota komunitas akan dikerahkan untuk bergabung pada kampanye “100-in Surabaya, Wani Milih”.

”Bentuk edukasi dilakukan saat Afternoon Cank’’s atau Cangkruk’s Sore. Ini merupakan sharing session dan coaching clinic komunitas bersama beberapa narasumber dari komunitas dan influencer,”ungkapnya.

Pengunjung bisa leluasa untuk diskusi dan mengekspresikan diri, khususnya pemikiran mereka terkait pesta demokrasi pada Pemilu 17 April 2019. “Kebebasan berpikir dan berpendapat seperti ini juga berkat regulasi pemerintah. Mari kita jaga, dengan menentukan sendiri pemimpin yang sesuai aspirasi generasi milenial dan mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik,”ujar Executive Director We The Youth, Widy.

Kampanye “100%-in Surabaya, Wani Milih” akan dimeriahkan oleh Shaggy Dog, Heavy Monster, Fraud, Blingsatan, Dandelions dan Sans Project. Selain itu, dihadiri Garage Meet Up, community content yang berkaitan dengan display maupun perform community seperti Extreme BMX, Scooter Classic & Matic, Kustom Kultur, Street Art dan City Riding.

Vokalis band Blingsatan, Dharma Arief berkomentar generasi milenial selalu ada alasan supaya tidak menggunakan hak pilih. Tapi cita-cita dirinya dengan orang lain berbeda dan tidak mungkin menggantungkan hidup pada pilihan orang.

”Siapapun pilihan nanti, itu adalah bentuk aspirasi. Tunjukkan apa yang kalian inginkan lewat hak pilih untuk Pilpres maupun wakil rakyat. Perlu diingat, apapun pilihan masing-masing mari kita hargai. Sebab berbeda bukanlah alasan bagi kita untuk berhenti mengasihi satu sama lain. Mari tetap menjadi bangsa yang kuat, demi Indonesia yang kian hebat,”tambah Dharma Arief. (noer soetantini)

Teks foto :

David Hutani (IM Garage/dua dari kiri); Fifi Tethra (Project Coordinator We The Youth), Langlang (Low Rider Surabaya) dan Angga (Customland/paling kanan)

Foto : Titin.

Advertising
Advertising