Laporan Khusus

Indosat Ooredoo Business Garap 37 Kota Cerdas

15-05-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Dari 100 Smart City (Kota Cerdas) yang dipilih Kementerian Kominfo, 37 diantaranya dikembangkan oleh Indosat Ooredoo Business.Peran Indosat Ooredoo adalah sebagai technology advisor dalam Bimtek yang diadakan pada kota/kabupaten yang terseleksi oleh Kemenkominfo RI.

Menurut Group Head ICT Product & Solution Indosat Ooredoo, Budiharto, di sela Buka Bareng Media, Rabu (15/5/2019), 37 Kota Cerdas tersebut dipilih juga berdasarkan potensi kota/kabupaten yang memungkinan bisa dikembangkan sesuai peran Indosat. “Masing-masing kota/kabupaten berbeda-beda, Ada yang harus dibangunkan dulu infrastruktur jaringan, ada yang dikoneksikan command center dan fokus yang diinginkan oleh kabupaten/kota juga berbeda-beda,”ujar Budiharto.

Budiharto menjelaskan kerjasama dengan pemerintah melalui Kementerian Kominfo ini sifatnya berkolaborasi. Kalau pun ada biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten, juga tergantung apa yang diinginkan oleh kota/kabupaten tersebut.

”Untuk Kabupaten Sidoarjo, kolaborasi yang dilakukan yakni membangun command center. Untuk Kota Surabaya, Indosat membantu mengkoneksikan command center ke SKPD yang ada di lingkungan Pemkot Surabaya,”ungkapnya.

Indosat Ooredoo Business memiliki komitmen yang tinggi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Cerdas di Indonesia guna mewujudkan manajemen perkotaan yang lebih maju dengan sistem yang inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan. Smart City juga merupakan inisiatif penting dari Pemerintah di era revolusi industri 4.0.

Konsep solusi Smart City Indosat Ooredoo, papar Budiharto, dirancang untuk mencapai outcome yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah di perkotaan, warga kota dan komunitas bisnis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan dan transparansi, layanan publik yang baik, pertumbuhan ekonomi dan efisiensi biaya.

Indosat Ooredoo membangun arsitektur Kota Cerdas mulai dari pondasi dasar berupa jaringan atau infrasruktur telekomunikasi, layanan TIK (data center dan manage services), komputasi awan dan aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya secara terintegrasi dan berkesinambungan. Jawa Timur, ujar Budiharto, adalah salah satu propinsi yang sudah mengimplementasikan smart city. Pemkab. Bangkalan, Pemkab. Blitar, Pemkab. Gresik, Pemkab. Malang, Pemkab. Nganjuk, Pemkab. Pamekasan, Pemkab. Pasuruan, Pemkab. Probolinggo, Pemkab. Sidoarjo, Pemkot. Batu, Pemkot. Probolinggo, Pemkot. Surabaya merupakan yang telah terbantu dengan adanya solusi connectivity, internet, command center dan aplikasi yang terintegrasi untuk menunjang implementasi Kota Cerdas.

Pada hari yang sama, Indosat Ooredoo Business ikut serta pada Pembukaan Gerakan Menuju 100 Smart City tahap III 2019 di Jakarta. Indosat Ooredoo Business berperan aktif sejak awal diluncurkannya gerakan yang diprakarsai oleh Kemenkominfo RI ini, dimana salah satu isi programnya adalah pendampingan untuk implementasi smart city berbasis ICT.

Kementerian Kominfo melanjutkan program pendampingan di tahun 2019 yang dimulai pada hari ini terhadap 25 Kota dan Kabupaten melalui proses yang sama seperti yang telah dilakukan di tahun 2017 dan 2018. Program Gerakan Menuju 100 Smart City ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Kota dan Kabupaten diluar 100 Kota dan Kabupaten yang terpilih oleh Kominfo melalui inisiatif daerah masing-masing.

Dengan demikian membangun Smart City tidak hanya terhenti di 100 Kota dan Kabupaten tersebut, namun juga akan meliputi seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia yang pada akhirnya akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai Smart Nation. “Mulai tahun 2017, kami menggarap 10 Kota Cerdas, 2018 ada 16 Kota Cerdas dan 2019 ini 11 Kota Cerdas,”tambah Budiharto. (noer soetantini)

Teks foto :

Group Head ICT Product & Solution Indosat Ooredoo, Budiharto (dua dari kanan), didampingi Head of Region East Java Bali Nusra, Soejanto Prasetya (kanan); Group Head Corporate Communications, Turina Farouk (dua dari kiri) dan Director & Chief Innovation & Regulatory Officer, Arief Mustain (kiri), saat menjelaskan aplikasi Kota Cerdas yang sudah dilakukan Indosat Ooredoo Business pada media.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising