Laporan Khusus

JD.ID Ajak Seller Surabaya Raih Sukses Bersama

14-08-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Setelah sukses mengadakan acara Seller Gathering di Jakarta dan Bandung, pada beberapa waktu yang lalu, JD.ID, sebuah perusahaan e-dagang yang terafiliasi dengan JD.com; perusahaan internet terbesar ke-3 di di dunia, menyambangi Surabaya untuk berbagi inspirasi dan kiat sukses menjadi “Youngpreneur”, di Fave Hotel, Rabu (14/8/2019).

JD.ID Seller Gathering di Surabaya kali ini mengusung tema “Strategi Sukses Berjualan di JD.ID”, yang merupakan seri ketiga dari penyelenggaraan ajang serupa di kota Jakarta dan Bandung,  dimana JD.ID berkesempatan dapat memberikan tips, kiat dan strategi jitu kepada para Seller di Surabaya agar dapat semakin mengembangkan bisnis online mereka di platform JD.ID.

Marketing Chief JD.ID, Mia Fawzia dalam acara JD.ID Seller Gathering tersebut, menjelaskan, Surabaya menjadi kota ketiga yang dipilih oleh JD.ID untuk acara Seller Gathering karena di kota ini banyak sekali merek-merek lokal asli Surabaya yang memiliki kualitas terbaik dan dapat bersaing di ketatnya industri e-dagang di Indonesia saat ini. Selain itu, kota Surabaya juga merupakan salah satu hub bisnis terbesar di pulau Jawa dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei yang sebelumnya telah dilakukan oleh JD.ID, di Surabaya menunjukkan bahwa saat ini hampir sebagian besar Seller di Surabaya berusia 25-35 tahun, rentang usia yang diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi Seller atau menjadi “Youngpreneur” yang sukses.

Dari sisi kategori pun saat ini di kota Surabaya terdapat 3 kategori Seller yang selama ini turut memberikan kontribusi besar bagi JD.ID, yakni kategori “Moms and Baby”, “Home living”, “Fashion” dan “Beauty”. Penjualan produk JD.ID di Surabaya untuk kategori “Moms and Baby” berkontribusi sebanyak 19 persen, sementara penjualan untuk kategori “Home Living” mencapai 17 persen, kategori “Fashion” mencapai 15 persen dan kategori “Beauty” mencapai 6 persen dari total 23 kategori yang telah dimiliki oleh JD.ID saat ini.

JD.ID Seller Gathering digadang-gadang menjadi batu loncatan bagi para Youngpreneur di seluruh kota di Indonesia. “Surabaya kali ini mendapat giliran untuk kami bisa berbagi inspirasi, kisah sukses dan kiat jitu sehingga para calon mitra kami di kota ini bisa juga tumbuh berkembang bersama-sama secara sehat dan kompetitif bersama JD.ID dijiwai oleh #semangat ORI dan #DijaminORI yang telah lama melekat dan menjadi identitas kuat kami,” ujar Mia.

Selama ini JD.ID memiliki program/campaign unggulan di setiap tahunnya, salah satunya adalah program "Amazing 11.11" dan program untuk mendukung hari "Hari Belanja Nasional (Harbolnas), yakni "JDOR 12.12" yang sangat sukses digelar pada tahun 2018 lalu. Untuk program "Amazing 11.11" tahun 2018 lalu telah sukses dan berhasil mencatatkan jumlah pesanan yang 845 persen lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya, kemudian JD.ID juga berhasil menorehkan pertumbuhan traffic sebesar 352 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk program "JDOR 12.12", JD.ID juga telah berhasil meningkatkan jumlah order 8 kali lebih tinggi dan pertumbuhan trafik lebih besar 4x dibanding di periode yang sama pada tahun 2017 lalu. Melalui pencapaian positif dari berbagai program tersebut, JD.ID ingin mengajak para Seller di Surabaya melalui Seller Gathering tersebut untuk dapat menjadi “Youngpreneur” yang sukses bersama JD.ID.

Mia menegaskan melihat tingginya minat dan antusias dari para Seller di acara JD.ID Seller Gathering di Jakarta, Bandung, dan kini di Surabaya, maka tidak menutup kemungkinan akan menyasar ke beberapa kota besar lainnya di Indonesia, seperti Medan dan Makassar. “Karena menurut kami kota-kota tersebut memiliki potensi yang besar. Semoga berbagai materi dan topik yang telah kami sampaikan kepada para Seller tersebut dapat mendorong mereka untuk menciptakan peluangnya sendiri demi kehidupan yang lebih baik,”pungkas Mia.

Secara nasional, Mia menambahkan, tercatat lebih dari 50 ribu Seller di JD.ID dimana 90 persen merupakan Seller yang sudah terkualifikasi. “Kami akan terus meningkatkan jumlah Seller dengan strategi yang berbeda dari platform e-dagang lainnya,”ujarnya.

Sementara itu, dihubungi pada kesempatan yang sama, Head of Digital Marketing Top Seller Surabaya dari Olympic, Veronica, mengatakan, penjualan produk Olympic terus meningkat sejak bergabung di JD.ID pada Januari 2018. “Meski slowy but sure penjualan naik terus hingga 10 kali lipat. Kami berupaya mengatur konten yang menarik dan punya strategi yang tepat cara berjualan di era ini,”ceritanya.

Penjualan Olympic terlaris di JD.ID jenis Lemari 2 dan 3 pintu dengan dominasi pembeli dari Jawa dan Bali. Dari Jawa, 60 persen diantaranya pembeli daerah Jabodetabek.

Kesuksesan berjualan di JD.ID juga dirasakan Sales Manager Thelapak yang juga Top Seller Surabaya, Alfian Nurdhiansyah. Thelapak yang menjual produk IT sejak akhir 2018 bergabung di JD.ID, mampu meningkatkan penjualannya.

”Banyak keuntungan berjualan di JD.ID dibanding marketplace lainnya karena JD.ID mempunyai pondasi yang kuat di retail. Produk yang memberikan kontribusi terbesar untuk pejualan Thelapak yakni Powerbank disusul asesori handphone dan periperal lainnya. Sebanyak 70 persen pembeli dari Jabodetabek kemudian Surabaya,”tambah Alfian yang juga seorang ilustrator. (noer soetantini)

Teks foto :

JD.ID “Seller Gathering” di Surabaya mampu menarik minat lebih dari 400 seller.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising