Laporan Khusus

A3UI Siap Mewadahi Agen Asuransi Umum

03-09-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Minat masyarakat Indonesia untuk berasuransi relatif masih tergolong rendah. Di sisi lain, industri asuransi berperan besar dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional.

Selain itu, asuransi berperan membantu masyarakat me-manage risiko saat memulai dan menjalankan kegiatan sehari-hari. Sementara tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi masih belum optimal.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi industri asuransi umum akan mencatatkan pertumbuhan gemilang di tahun 2019. Diperkirakan industri ini bisa meraih pertumbuhan premi minimal di angka 10 persen.

Melihat potensi dan peluang itulah, dilakukan deklarasi Ahli Agen Asuransi Umum Indonesia (A3UI), Selasa (3/9/2019), di Hotel Shangri-La Surabaya. Ketua Umum A3UI, Baidi Montana, mengatakan visi A3UI adalah menjadi wadah profesi agar agen asuransi lebih bermartabat dan berkemajuan. Sedangkan misinya,  meningkatkan dan berkontribusi kongkrit dalam industri asuransi umum nasional.

”Perkumpulan ini memberikan wadah pelaku agen asuransi kerugian umum di Indonesia yang selama ini belum ada wadahnya. Melalui A3UI, diharapkan mampu mendukung penetrasi dalam rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas salahsatu sektor pelaku asuransi, khususnya agen asuransi kerugian umum di Indonesia,”tukasnya.

Kata Baidi, tujuan ke depan yakni meningkatnya kualitas dan kuantitas yang akan menunjang pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Dari data AAUI, agen asuransi umum sekitar 38 ribu agen yang sudah tersertifikasi.

“Target pertama kami adalah 20 persen menjadi anggota A3UI dari 38 ribu agen asuransi umum. Sekarang anggota A3UI sebanyak 100 agen yang terdaftar. Harapan setelah dideklarasikan bakal lebih banyak yang tergabung,”ungkapnya.

Baidi menambahkan tujuan A3UI membuat wadah bersama mendukung agen asuransi umum dalam mengembangkan keahlian dan profesionalisme. Saat ini sudah ada permintaan untuk membuat DPD di kota besar yakni Jakarta, Semarang, Bandung, Denpasar, Balikpapan dan Medan.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dadang Sukresna, di sela seminar, mengatakan, kondisi industri asuransi di Indonesia secara umum cukup bagus selama semester I tahun ini. Dari sisi premi meningkat 20 persen dan dari sisi klaim dibawah prosentase peningkatan premi.

Dadang menyebut tantangan yang dihadapi agen asuransi tanah air adalah masalah pendidikan. Agen asuransi harus mempunyai kompetensi yang sama terhadap produk yang dijualnya.

Kompetensi itu bisa diperoleh dengan mengikuti pendidikan dan ujian yang bisa dilakukan secara online dan jika lulus mendapat e-certification. “Dari jumlah agen asuransi di Indonesia, tahun 2018 lalu tercatat 6800 agen yang bersertifikasi secara nasional. Jumlah agen asuransi terus meningkat setiap tahunnya. Kontribusi agen terhadap pendapatan premi sebesar 13 persen, dominasi oleh broker dan direct selling, masing-masing 30 persen,”papar Dadang.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono, menilai, industri asuransi secara umum berkembang cukup positif, baik di Jawa Timur maupun nasional. Pendapatan premi setiap triwulan terus meningkat.

Kontribusi pendapatan premi asuransi di Jawa Timur, kata Heru, berkontribusi di kisaran 5 hingga 6 persen dari pendapatan premi nasional. Ini dipacu potensi industri asuransi Jawa Timur yang sangat besar.

Pada tahun ini, OJK menargetkan premi industri asuransi mampu bertumbuh di kisaran 12 hingga 15 persen, setelah pada 2018 lalu, industri asuransi hanya tumbuh single digit saja.

Melihat peran dan kontribusi industri asuransi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, OJK telah mengeluarkan kebijakan dengan memperhatikan semua kepentingan yang lebih luas. “Kebijakan OJK ditujukan bisa menjaga kepentingan lebih luas dan menjaga bisnis industri asuransi itu sendiri. Industri asuransi terdiri dari perusahaan asuransi, agen, profesi penunjang dan masyarakat yang membeli asuransi,”ungkapnya.

Dengan kebijakan dan aturan yang sudah ditetapkan, tambah Heru, industri asuransi mampu menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi. Dana-dana tersebut nantinya akan disalurkan kembali untuk pembangunan baik di daerah maupun nasional. (noer soetantini)

Teks foto :

Ketua Umum A3UI, Baidi Montana (kiri) bertukar cinderamata dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak (kanan), usai deklarasi A3UI.

Foto : Wiwik

Advertising
Advertising