Laporan Khusus

Berinvestasi Properti Di Australia, Lebih Aman

09-10-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Australia hingga saat ini masih menjadi tujuan banyak investor untuk membeli unit rumah. Regulasi pemerintah dan bunga bank yang sangat rendah, memberikan keuntungan yang bagus bagi investor.

Hal tersebut disampaikan Deputy Project Sales Director Crown Group, Jefry Irawan, didampingi GM Strategyc & Corporate Communication Indonesia Crown Internasional Holding Group, Bagus Sukmana, dalam media gathering, di The Consulate, Rabu (9/10/2019).

Menurut Jefry, kondisi investasi properti di Australia relatif jauh lebih kondusif dibanding di tanah air. Pertumbuhan ekonomi Australia sangat stabil dalam kurun waktu 28 tahun dengan rerata 3 persen per tahun. Tingkat inflasi sangat rendah yakni 1,8 persen pada 2019 ini dan tingkat suku bunga bank 1,5 persen selama tahun ini.

Investasi yang terbaik di Australia ada di Kota Sydney dibanding kota lainnya. “Biasanya, investor dari Indonesia lebih banyak beli unit apartemen di Melbourne karena harga unit jauh lebih murah dan umumnya ada kepentingan anak yang sedang menempuh pendidikan. Di Sydney, memang harga unit lebih mahal namun dari sisi return of investment jauh lebih tinggi dan lebih cepat,”paparnya.

Jefry menuturkan berinvestasi di Australia sangat aman dan tidak menyeramkan. Jika dilihat dari nilai kurs memang jauh lebih mahal namun nilai investasinya lebih menguntungkan.

Jefry membandingkan beli unit properti di tanah air dan di Australia. Di Indonesia rumah belum jadi tapi konsumen harus sudah melakukan cicilan pembayaran. Di Australia, konsumen hanya bayar 10 persen saat unit belum jadi dan itupun bukan ke developer.

”Pembayaran 10 persen didepositokan ke bank dan disampaikan ke notaris yang ditunjuk pemerintah. Selama uang didepositokan dan menunggu pembangunan selesai misalnya 3 tahun selesai, bunga deposito dibagi dua yakni 50 persen diberikan ke konsumen dan 50 persen ke developer. Kemudian setelah unit selesai 95 persen dan layak huni, sisa pembayaran melalui bank investor. Jadi ini sangat aman dan menguntungkan,”ungkapnya.

Hampir 90 persen investor membeli unit properti menggunakan dana bank. Kata Jefry, ini tidak lain dengan pertimbangan tingkat suku bunga rendah dan selama 10 tahun, investor bisa membayar cicilan bunga. Setelah itu, baru membayar pokok utang.

”Bank di Australia memberikan masa pengembalian dana maksimal 75 tahun dan ini tergantung dari umur investor. Misalnya, investor berumur 50 tahun, dia bisa mengembalikan pinjaman dana selama 25 tahun,”tambahnya.

GM Strategyc & Corporate Communication Indonesia Crown Internasional Holding Group, Bagus Sukmana, mengatakan, developer di Australia membangun proyek dengan menggunakan uang pribadi bukan uang investor. Dan aturan membangun sebuah proyek pun sangat ketat.

Ini menyebabkan ketersediaan unit properti yang dibangun developer termasuk Crown Group sangat terbatas. Antara permintaan dan ketersediaan unit, sangat tinggi. Tidak heran, Crown Group setiap kali meluncurkan proyek terbaru, habis terjual dalam jangka waktu relatif cepat.

Pemerintah Australia juga membatasi investor dari luar hanya bisa membeli unit baru saja, 60 persen investor lokal dan 40 persen investor luar negeri. Ini untuk melindungi investor domestik. “Itu sebabnya kami terus mendorong investor Surabaya dan Indonesia secara umum berinvestasi ke Australia. Tidak perlu khawatir soal unit yang dibeli karena kami juga bisa menyewakan unit yang dibeli. Jadi tidak perlu datang ke Australia, kami lah yang akan mengurus semuanya,”ujar Bagus.

Jefry menambahkan proyek terbaru Crown Group yang sudah selesai seperti Infinity, hampir 90 persen sudah habis terbeli. Dan tingkat sewanya, ludes 100 persen dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan saja.

”Bagi investor luar negeri bisa meminta kami untuk menyewakan unitnya dengan fee management sebesar 5 persen saja dari nilai sewa unit yang dibayarkan setiap minggu. Bisa juga diserahkan ke agen lainnya, karena unit yang dibeli sudah menjadi hak investor,”pungkas Jefry. (noer soetantini)

Teks foto :

GM Strategyc & Corporate Communication Indonesia Crown Internasional Holding Group, Bagus Sukmana (kiri) dan Deputy Project Sales Director Crown Group, Jefry Irawan (kanan) saat memberikan penjelasan pada media di Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising