Laporan Khusus

FESyar Padukan Penggerak Ekonomi-Keuangan Syariah

06-11-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) secara komprehensif mampu memadukan keterlibatan seluruh komponen utama penggerak sektor ekonomi dan keuangan syariah didalamnya. Ini berdasarkan hasil capaian yang sangat positif dari pelaksanaan FESyar putaran pertama di Palembang mewakili regional Sumatera, Agustus 2019.

FESyar berhasil bukukan transaksi melalui business matching senilai Rp2,11 triliun atau meningkat tajam dari capaian FESyar Sumatera 2018 yakni Rp201 miliar. Dan transaksi penjualan UMKM produk kreatif dari 84 booth, sebesar Rp5,6 miliar. Tingkat kunjungan mencapai 11 ribu orang.

Putaran kedua, FESyar dilaksanakan di Banjarmasin mewakili kepesertaan dari regional Kawasan Indonesia Timur pada September. Hasil yang dicapai FESyar KTI dengan tingkat kunjungan mencapai 41 ribu orang. Sementara komitmen transaksi melalui business matching senilai Rp2,61 triliun, meningkat cukup tinggi melebihi capaian FESyar KTI tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,7 triliun.

Sedangkan transaksi penjualan UMKM kreatif dan akad perbankan syariah sebesar Rp5,36 miliar yang berasal dari 44 booth, jauh melebihi capaian di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,2 miliar.

Paparan capaian positif ini disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, pada opening ceremony FESyar Indonesia 2019, Rabu (6/11/2019) malam.

Dody optimistis pada putaran final penyelenggaraan FESyar Jawa Timur skala Nasional, mampu membukukan transaksi jauh lebih besar lagi. “Dalam tiga hari kedepan, Jatim akan menjadi tuan rumah salah satu event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Ini akan menjadi momen berharga bagi kita untuk menunjukkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemaslahatan, kebersamaan dan keseimbangan dalam pengelolaan segala sumber daya titipan Allah SWT, yang mana pada dasarnya selaras dengan semangat dan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa kita di dalam Pancasila,”tukasnya.

FESyar Indonesia tahun ini mengambil tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia”. Tema ini diambil dengan kesadaran akan pentingnya komitmen yang kuat dalam mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan di Indonesia untuk lebih meningkatkan peranan ekonomi dan keuangan syariah bagi perekonomian nasional.

Sinergi yang erat dalam naungan KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) tersebut tentunya menjadi penting untuk terus dijaga dan menjadi modal yang besar dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa yang akan datang. Sinergi juga menjadi prasyarat penting yang harus dipenuhi untuk memperkuat pelaksanaan 4 strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air, seperti yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, meliputi, penguatan rantai nilai halal; penguatan sektor keuangan syariah; penguatan usaha mikro, kecil dan menengah; pemanfaatan ekonomi digital.

FESyar Indonesia sendiri pada tahun ini, kata Dody, merupakan wajah baru dari pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di daerah, yang telah terselenggara dengan sukses di Surabaya dalam lima tahun terakhir dan melahirkan beragam inisiatif yang menjadi rujukan nasional.

Melihat keberhasilannya tersebut, ISEF didorong untuk memasuki level yang berbeda dengan menjadi event yang tidak hanya fokus pada skala domestik, namun juga menyentuh pada level global dengan keterlibatan investor dan forum internasional syariah yang lebih luas, dan nantinya akan diselenggarakan di Jakarta.

”Namun demikian, kami sangat menyadari bahwa fondasi yang telah dibangun dengan baik oleh ISEF selama ini di daerah, khususnya wilayah Jawa Timur, tentunya tidak akan bisa ditinggalkan begitu saja. FESyar Indonesia di Jawa Timur dan ISEF di Jakarta akan saling melengkapi, dengan fokusnya masing-masing pada penguatan di sisi domestik, dan juga perluasan rekognisi dalam skala internasional,”pungkasnya.

Pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta Convention Centre, digelar mulai 12 hingga 16 November 2019. (noer soetantini)

Teks foto :

FESyar Jawa Timur skala nasional sekaligus menjadi puncak FESyar dari Palembang dan Banjarmasin, yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dan Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising