Laporan Khusus

Lebih Dari 1000 Rumah Ibadah Terapkan QR Code

09-11-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Beramal di rumah ibadah sekarang jauh lebih mudah, efisien dan dapat dilakukan dimana saja tanpa harus datang ke rumah ibadah tersebut. Ini berkat penggunaan QR Codeyang sudah dimanfaatkan rumah ibadah yang ada di Jawa Timur.

QR Code tersebut terpasang di kotak amal lebih dari 1000 rumah ibadah yang hari ini mampu memecahkan Rekor Muri Indonesia dan dunia. Melalui selebrasi QR Code yang dilakukan serentak di halaman parkir Grand City Mall & Convex, Sabtu (9/11/2019), Bank Indonesia (BI) didukung 17 perbankan, sukses mendorong inovasi dalam bertransaksi melalui pemanfaatan teknologi di sistem pembayaran, seperti QR Code

Mengambil tema “Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak di Kotak Amal”, tercatat 920 masjid, 74 gereja, 4 pura, 1 vihara dan 1 klenteng, sukses mendukung gerakan inklusi keuangan.

Usai pemecahan Rekor MURI, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, pada setiap tempat ibadah, terdapat transaksi atau perputaran uang, baik yang berupa zakat, infaq, sedekah atau semacamnya yang masih banyak menggunakan uang tunai dalam setiap transaksinya. Untuk itu, pihaknya memandang perlu mendorong penggunaan QR Code sebagai salah satu tools untuk mempermudah dan memperbanyak alternatif cara bertransaksi di kalangan masyarakat.

”Hal ini mengingat penggunaan QR Code sebagai sebuah alat untuk beragam dan sudah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh yaitu semakin luasnya penggunaan uang elektronik LinkAja, OVO, dan Go-Pay,”papar Difi.

Sementara itu, dari sisi pengelolaan dana, pemanfaatan QR Code ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi manajemen dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan serta pengeluaran bagi masing-masing pengelola rumah ibadah, karena langsung masuk dalam rekening tempat ibadah yang dikelola oleh pengurus.

Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa upaya BI merupakan langkah yang bagus dalam implementasi QRIS. Ini adalah momen yang bagus kita mulai dari Jawa Timur, Surabaya dan bertepatan dengan hari Pahlawan besok.

Seluruh inisiatif bermula dari Jawa Timur, termasuk implementasi QRIS di rumah ibadah. Saat ini penyedia QR juga lebih dimudahkan dengan adanya standar QR dari Bank Indonesia, dengan menggunakan uang elektronik apapun bisa langsung menyumbang dan secara non tunai.

”Sehingga dapat mempermudah pengguna dalam bersedekah di rumah ibadah tanpa ada batasan jumlah, jarak dan waktu. Ini suatu gerakan dan inisiatif yang sangat bagus,”ungkap Indah.

Manajer MURI, Ridha Al-Amin, berharap dengan adanya Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, dapat diikuti oleh seluruh rumah ibadah yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga dapat menyerap potensi shodaqah dan infaq yang ada dan dapat mendorong pengelolaan dana sosial yang lebih baik serta dapat mendorong terwujudnya Sistem Pembayaran Indonesia yang Aman, Efisien dan Handal.

“Kami berikan penghargaan MURI kepada Bank Indonesia dan perbankan di Jawa Timur dengan adanya implementasi elektronifikasi (pemasangan QRIS) pada lebih dari 1.000 rumah ibadah. Bahkan ini bukan hanya rekor Indonesia tapi masuk dalam rekor dunia,”pungkas Ridha Al-Amin. (noer soetantini)

Teks foto :

Pemecahan Rekor MURI atas pelaksanaan selebrasi QR Code pada kotak amal dari 1000 rumah ibadah yang ada di Jawa Timur. Kegiatan ini didukung 17 perbankan.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising