Laporan Khusus

HIN Bangun Grand Ballroom Berkapasitas 1125 Orang

11-02-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) membangun ballroom berkapasitas 1.125 orang, Grand Inna Ballroom Tunjungan Surabaya, Selasa (11/2/2020). Ground breaking ditandai dengan pemecahan kendi ke alat berat oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said bersama Direktur Utama PT Tata Bumi Raya (main contractor proyek ini), Jamhadi serta jajaran direksi PT Hotel Indonesia Natour (Persero), dan Ketua Kadin Kota Surabaya Muhammad Ali Affandi.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswandi Said, mengatakan, potensi pasar industri Meetings, Incentive, Conference and Exhibition (MICE) di Surabaya masih cukup besar. Sementara lahan yang tersedia di Hotel Inna Simpang Surabaya cocok digunakan untuk pengembangan fasilitas ballroom.

”Selama ini Inna Simpang mempunyai fasilitas ruang pertemuan dengan kapasitas 300, 100 dan 18 orang. Dengan hadirnya ballroom berkapasitas 1.125 orang, akan mampu mendongkrak pendapatan Food and Beverage hotel yang saat ini berkontribusi 60 persen dari total pendapatan hotel,”papar Iswandi pada temu media usai ground breaking.

Sementara untuk kamar sendiri belum ada penambahan mengingat sampai saat ini kebutuhan kamar hotel di Surabaya sudah over supply. Pembangunan Grand Inna Ballroom juga merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Surabaya dan Jawa Timur.

"Surabaya sendiri dicanangkan menjadi hub MICE Jawa Timur bahkan Indonesia Timur. Dan kami PT Hotel Indonesia Natour (Persero) ingin ikut berperan di sana untuk mengakomodasi segala kegiatan untuk memacu sektor pariwisata," jelasnya.

Sejak tiga tahun lalu, lebih dari 50 hotel dibawah Hotel Indonesia Natour (HIN) dikelola Hotel Indonesia Group (HIG) anak usaha HIN yang bertindak sebagai operator jaringan hotel milik BUMN ini. Targetnya, lebih dari 100 hotel akan masuk dalam jaringan HIG.

Grand Inna Ballroom sendiri dibangun dengan biaya Rp73 miliar, berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi yang berlokasi di belakang Grand Inna Tunjungan Hotel Surabaya, tepatnya menghadap ke Jalan Simpang Dukuh. Fasilitas ini dibangun tiga lantai atau total seluas 8.920 meter persegi, dimana dua lantai terbawah merupakan parkir kendaraan yang diperkirakan menampung sekitar 166 unit kendaraan.

Pembagunan dilakukan dalam kurun 12 bulan. Diharapkan, Desember 2020 atau awal 2021 sudah bisa dioperasikan, karena banyak kegiatan yang dilakukan di akhir tahun, seperti meeting, wedding, pameran dan sebagainya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tata Bumi Raya, Jamhadi menambahkan, dengan dibangunnya Grand Inna Ballroom kebutuhan fasilitas ballroom berkapasitas besar di Surabaya segera terpenuhi. Selama ini, pasokan ballroom di Surabaya masih terbatas, sedangkan permintaan cukup tinggi.

Pihaknya senang dipercaya membangun Grand Inna Ballroom bersama PT HIN, karena ikut membangun negeri sesuai dengan prinsip BUMN yakni sebagai agen pembangunan, dan tentu dengan nilai kontrak lebih hemat dari pagu. “Meski demikian, sebagai green contractor dan green building kami berupaya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waku dan tepat mutu," ujarnya.

Saat ini, kata Jamhadi, Surabaya memiliki 42.000 unit kamar hotel dengan 151 hotel dari berbagai kelas. Dari angka tersebut, tingkat keterisian (okupansi) rata-rata sebesar 57,5 persen hingga 60 persen. (noer soetantini)

Teks foto :

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said (kanan) bersama Direktur Utama PT Tata Bumi Raya (main contractor proyek ini), Jamhadi (kiri) usai melakukan ground breaking pembangunan Grand Inna Simpang.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising