Laporan Khusus

Perluas Cloud Kitchen, 5 GrabKitchen Diluncurkan

12-02-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, meluncurkan GrabKitchen di Surabaya, Rabu (12/2/2020). Tidak tanggung-tangung, ada lima titik GrabKitchen yakni di Kertajaya, Kedungsari, Tenggilis, Darmo Permai, dan Pasar Atom.

Lima GrabKitchen ini mempermudah pengguna aplikasi untuk memesan makanan di lebih dari satu mitra GrabFood di setiap lokasi. Perluasan jaringan GrabKitchen ini merupakan wujud nyata komitmen GrabFood untuk tumbuh bersama para mitra usahanya, mulai dari jaringan restoran terkemuka internasional dan nasional, hingga ke warung-warung lokal di tanah air.

GrabKitchen merupakan sebuah cloud kitchen yang menyatukan berbagai pilihan makanan dan minuman (F&B) dalam satu lokasi untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu lewat pemanfaatan data. Lewat GrabKitchen, para mitra GrabFood dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan biaya dan risiko yang rendah sekaligus mengembangkan bisnis mereka di wilayah-wilayah baru.

Hal ini juga akan mendorong mereka untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sehingga dikenal lebih luas oleh masyarakat. Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe, mengatakan, peresmian GrabKitchen di Surabaya ini mencerminkan prestasi bisnis sepanjang 2019 dimana GrabFood telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan GMV (gross merchandise value) mencapai 5,2x dan pengguna aktif meningkat hingga 173 persen.

Di Indonesia sendiri, GrabFood telah menjadi platform pesan-antar #1 yang paling sering digunakan di Indonesia dengan pertumbuhan GMV mencapai 4,8x, jumlah pengguna aktif meningkat sebesar 2,1x dan mitra merchant GrabFood tumbuh 1,9x pada periode Januari-Desember 2019.

”GrabFood bangga dapat menjadi pelopor transformasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia melalui GrabKitchen untuk mendorong pertumbuhan bisnis mitra merchant kami, sekaligus memanjakan pelanggan dengan lebih banyak pilihan santapan,”ujarnya.

Bagi mitra GrabFood yang sebagian besar merupakan UMKM, GrabKitchen menawarkan peluang ekspansi ke wilayah-wilayah baru serta membuka kesempatan untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui pemanfaatan teknologi dan data. Konsep cloud kitchen juga dapat membantu menekan biaya operasional, karena sebagian besar dari kegiatan cloud kitchen merupakan layanan delivery-only sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk biaya sewa tempat.

Selain itu, para mitra usaha juga mendapatkan dukungan pemasaran dalam aplikasi GrabFood sebagai upaya untuk meminimalisir sejumlah kendala yang umumnya dihadapi para pengusaha makanan dan minuman ketika mereka berekspansi atau bahkan memulai bisnis mereka.

Efek positif pada perekonomian Surabaya

Data perhitungan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mencatat bahwa pada 2017 terdapat total 62.922.617 unit UMKM. Proporsinya adalah sejumlah 62.106.900 unit merupakan usaha mikro; sejumlah 757.090 merupakan usaha kecil; dan sejumlah 58.627 merupakan usaha menengah.

Sedangkan di Surabaya sendiri, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2018. Pembentukan PDRB Kota Surabaya pada tahun 2018 dihasilkan oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,30 persen.

Ini menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. Menurut data BPS, pada Triwulan II 2019 lalu, lapangan usaha penyedia akomodasi dan makan minum menjadi kontributor tertinggi pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur termasuk Surabaya dengan pertumbuhan mencapai 7,89 persen.

Kehadiran GrabKitchen di Surabaya juga diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan perekonomian, baik lokal maupun nasional di mana UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian di tanah air.

Sebelumnya, hasil riset Center for Strategic and International Study (CSIS) dan Tenggara Strategic menyebutkan bahwa pada 2018 lalu, Grab berkontribusi sebesar Rp8,9 triliun untuk perekonomian Kota Surabaya dengan kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp4,2 triliun. Industri kuliner setempat mengalami peningkatan pertumbuhan.

Penjualan rata-rata mingguan mitra GrabFood meningkat sebesar 34 persen. Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 

“Kehadiran GrabKitchen Surabaya ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, sehingga bisa memberikan dampak positif pada perekonomian setempat,” terang Hadi.

Untuk pelanggan, GrabKitchen tidak hanya menghadirkan sajian favorit GrabFood mereka lebih dekat, tapi juga memberikan lebih banyak pilihan santapan sehingga meningkatkan keseluruhan pengalaman pelanggan. Kini, mereka juga dapat memesan berbagai menu hidangan dari beberapa merchant sekaligus lewat satu lokasi hanya dengan satu kali order berkat fitur GrabKitchen “All in One”. Cukup klik banner GrabKitchen “All in One” atau pada bagian kategori untuk menikmati fitur tersebut dan pelanggan dapat memuaskan selera makan mereka yang berbeda-beda.

Berdasarkan analisis mendalam tentang pola perjalanan mitra pengantaran, lokasi pemesanan, dan pilihan makanan serta minuman yang dipesan melalui GrabFood, pelanggan di Kota Pahlawan menginginkan lebih banyak variasi hidangan olahan ayam dan bebek, mie, chinese food, salad, burger, batagor, pempek hingga minuman kopi. Untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam berdasarkan analisis data tersebut, GrabKitchen menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 Mitra GrabFood yang kini tergabung dalam lima GrabKitchen di Surabaya, antara lain, 7Seven Chicken Crispy, Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ayam Geprek Mr. Suprek, Batagor Budi Mulia, Bebek Palupi, Burger Gedhe n Roti Jhon, Greenly, Kopi Studio 24, Lazizaa, Mie Baraccung, Mie Setan, Pempek Farina, Uncle W Chinese Food Halal, dan merchant unggulan lokal Surabaya lainnya.

Konsep cloud kitchen, menurut Co-Founder Greenly, Edrick Joe Soetanto, memberikan peluang bisnis baru yang menjanjikan bagi dirinya. Jangkauan yang luas dan besarnya basis konsumen yang dimiliki Grab meyakinkan pihaknya bahwa GrabKitchen merupakan sarana pengembangan bisnis yang tepat dengan investasi yang relatif lebih rendah dibandingkan membuka cabang baru yang membutuhkan modal besar.

”Kami yakin bergabung dengan GrabKitchen akan membantu Greenly menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan dan mencapai misi kami untuk membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat lewat makanan. Omset naik dua kali lipat semenjak bergabung di GrabKitchen,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ehsan. Ia sangat senang dapat mengembangkan usaha bersama GrabKitchen.

”Hal yang menarik dari konsep cloud kitchen yang ditawarkan Grab adalah kesempatan bagi kami untuk fokus melayani permintaan konsumen berkat dukungan GrabKitchen mulai dari operasional yang minim risiko hingga skema pemasaran yang didasarkan pada data sehingga peluang kami untuk sukses pun lebih besar. Omset meningkat pesat sejak bergabung dengan Grab yakni 200 persen. Saat masih tradisional, kenaikan omset hanya 30 persen,”paparnya.

Meskipun dapur merupakan konsep yang relatif baru di Indonesia, GrabKitchen telah memberikan sejumlah keuntungan bagi para pelanggan, mitra usaha maupun mitra pengantaran. Diantaranya, siap huni dan bebas biaya sewa. GrabKitchen merupakan cara termurah dengan resiko paling minim bagi pebisnis kuliner untuk mengembangkan usaha mereka di lokasi baru.

Para mitra restoran GrabFood yang bergabung dengan GrabKitchen tidak perlu membayar sewa tempat atau membayar perlengkapan dapur mereka. Setiap lokasi dan restoran dipilih berdasarkan adanya kesenjangan antara demand and supply sehingga para mitra usaha tersebut memiliki peluang besar untuk sukses.

All in One. Tidak perlu lagi bingung memilih makanan yang diinginkan, karena dengan fitur GrabKitchen “All in One”, pelanggan dapat memesan semua menu hidangan yang ingin mereka nikmati dari berbagai mitra GrabFood yang berada di satu lokasi GrabKitchen dan menggabungkannya dalam sekali pengiriman. Dengan demikian, pelanggan dapat mempersingkat waktu menunggu pesanan dan biaya pengiriman juga menjadi lebih murah.

Sejak diperkenalkan pertama kalinya oleh Grab ke masyarakat Indonesia pada September 2018 di Jakarta, GrabKitchen telah menjadi solusi inovatif untuk menjembatani kesenjangan permintaan pelanggan dalam menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman favorit. Saat ini, lebih dari 40 GrabKitchen telah beroperasi di Indonesia yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, Medan, dan Surabaya.

Hadi menambahkan GrabKitchen menggunakan sistem kemitraan dengan pola profit sharing. GrabKitchen menghandel 4 proses dalam sistem Bisnis F&B 2.0, yakni Grab mencarikan lokasi yang memiliki kesenjangan suplai dan permintaan: Grab merenovasi plug and play model; Grab melakukan kampanye marketing ke pengguna setia; dan Grab melakukan pengiriman makanan dengan jangkauan wilayah yang luas. Sedangkan mitra fokus menyiapkan dan memasak hidangan. (noer soetantini)

Kiri-kanan : Co-Founder Greenly, Edrick Joe Soetanto; Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe; Head of GrabKitchen, Sai Alluri dan Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ehsan di acara Peluncuran GrabKitchen Surabaya, Rabu (12/2/2020).

Foto : Titin.

Advertising
Advertising