Laporan Khusus

Aesthetic Outlook 2020 : Menawan, Tetap Natural

13-02-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Sebuah tren akan selalu memiliki masanya sendiri, begitu juga dengan tren di industri estetik. Perkembangan yang pesat dialami oleh industri estetika sehingga perubahan tren juga terjadi di setiap tahunnya.

Banyak tren yang terjadi beberapa tahun kebelakang, mulai dari konsumen menginginkan hasil perawatan yang instan, bentuk wajah V-shape, antiaging, beauty transformation untuk memiliki tampilan wajah yang lebih menawan, hingga tahun lalu muncul istilah sosial beauty, dimana kecantikan seseorang memiliki dampak pada kehidupan sosialnya.

Di era sosial beauty sekarang, cantik tidak cukup hanya memiliki kulit sehat untuk bisa tampil Iebih menarik. Diperlukan berbagai perawatan kecantikan, tata rias, dan usaha lainnya. Orang akan selalu menilai penampilan atau kecantikan kita, sehingga kita akan berusaha tampil dengan sebaik mungkin, sampai merasa memiliki tampilan ”perfect look”.

Salah satu wadah untuk menunjukkan penampilan terbaik adalah di sosial media. Memang tidak bisa dipungkiri, pada zaman internet ini sosial media memiliki peran yang sangat masif di berbagai bidang, termasuk juga memberikan dampak terhadap di Industri estetika.

Di akun Instagramnya, Kylie Jenner mengunggah tampilan bibirnya yang biasanya sangat bervolume, plumpy, tiba tiba tampil dengan bibir yang Iebih natural. la membalas salah satu komentar dan mengaku bahwa dia menghilangkan filler di bibirnya.

Banyak yang memberikan komentar positif terhadap penampilan baru dari bibirnya tersebut. Sekitar 3 bulan setelah itu, ia kemba|i melakukan prosedur filler bibir, namun dengan tampilan yang tidak terlalu tebal seperti sebelumnya.

Di media sosial Iebih banyak orang yang memberikan komentar positifnya terhadap tampilan yang natural. Hashtag seperti #NaturalLook banyak dipakai di media sosial untuk menunjukkan tampilan yang tidak berlebihan. Di sisi Iain, netizen berkomentar sangat pedas saat mengkritik penampilan seseorang yang terlihat fake dan tampilan wajah yang tampak overdone.

Dalam hal perawatan kecantikan banyak terjadi fenomena yang disebut dengan ”overdone treatment.” Ini merupakan hasil perawatan kecantikan yang berlebihan sehingga tampilannya tedihat tidak natural.

Banyak contoh dari hasil overdone treatment seperti trout pout lips yakni bibir yang terlalu tebal, pipi yang tampak sangat tembam Iayaknya pillow face, alis yang terlalu tinggi hingga terkesan "judes”, atau rahang yang terlalu V-shape membuat tampilan wajah jadi tidak proporsional.

Orang-orang sudah jenuh dengan tampilan yang berlebihan. Jika dilihat tren make up juga mulai bergeser, masyarakat sekarang suka dengan polesan yang ringan, tidak terlalu heavy atau cakey sehingga memberikan kesan menawan namun tetap tampak natural. Maka dari itu muncul juga tren no make up make up look, flawless make up dan effortless make up.

lndustri estetika juga mengikuti bergesernya tren masyarakat yang ingin tampilan natural. Menurut Founder dan Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, pada acara bertajuk “Tweakments: The New Era of Beauty Movement”, di Milieu Space, Kamis (13/2/2020), setelah banyak tren yang menghiasi industri estetika, kini konsumen sudah jenuh dengan tampilan yang berubah terlalu drastis. Sebelumnya banyak orang ingin tampilan V-Shape atau hidung mancung, beberapa hasilnya malah terjadi overdone.

Bahkan bisa membuat tampilan wajahnya menjadi tidak proposional. Lalu ketika seseorang tersebut membagikan foto maupun video dengan tampilan yang dirasa itu merupakan yang terbaik, bukannya apresiasi tetapi komentar pedas yang didapat.

Oleh sebab itu, kata dr.Lanny, sekarang masyarakat mulai sadar bahwa seorang individu memiliki karakteristik kecantikannya masing-masing, sampai pada akhirnya muncul tuntutan yakni tampi|an yang tampak natural dan mempesona sesuai dengan karakteristik personality-nya. Dalam hal ini yang disebut natural bukan berarti tidak melakukan perawatan, akan tetapi perawatan estetika yang dilakukan mampu menghasilkan tampilan yang tampak natural dan tidak berlebihan.

Munculnya istilah tweakments merupakan suatu respon dari pelaku industri terhadap tuntutan masyarakat tersebut. lstilah ini dipoputerkan oleh jurnalis kecantikan di lnggris, Alice Hart Davis, yang menggambarkan anti klimaks dari kehebohan perawatan kecantikan yang dianggap berlebihan dan merubah wajah seseorang secara dramatis dan total.

Tweakments merupakan perawatan estetika minimaI-invasive yang dapat meremajakan kulit, mengatasi garis juga kerutan, mengencangkan kulit, mengatasi pigmentasi, pembentukan wajah dengan mengembalikan volume wajah dan menyesuaikan kembali proporsi dari setiap bagian wajah,”ujarnya.

Perawatan yang termasuk dalam tweakments adalah perawatan injectables seperti Botox, dermalfiller, threadlift, skinbooster dikombinasikan dengan perawatan berteknologi canggih layaknya Ultherapy, juga berbagai macam laser, dan tak ketinggalan juga perawatan seperti facial, maupun peeling.

”Dengan porsi tweakments yang tepat, seseorang dapat memiliki hasil tampilan yang tampak natural dan juga tidak berlebihan,”ujarnya.

Miracle Aesthetic Clinic sebagai salah satu leading brand di industri estetika Indonesia, memahami apa yang menjadi keinginan konsumen dan senantiasa berusaha memenuhi tuntutan masyarakat. Sejalan dengan tren juga munculnya tweakments, Miracle dengan metode pembentukan wajahnya yakni Miracle Facial Architecture dapat menjadi solusi dari kebutuhan tampilan natural dari konsumen.

Miracle Facial Architecture mengintegrasikan fasilitas perawatan yang telah dimiliki Miracle, baik menggunakan perawatan berbasis teknologi canggih maupun perawatan injectables, layaknya tweakments.

Miracle Facial Architecture ini dilakukan secara holistik, yang mana tidak hanya asal melakukan perawatan. Miracle Facial Architecture dimulai dari facial assessment, yakni dokter melakukan analisa pada wajah pasien untuk mengetahui problem yang dialami pasien, sehingga dapat menentukan perawatan apa yang sebenarnya dibutuhkan dari setiap pelanggan. Lalu merancang blueprint, yakni menentukan titik-titik mana yang menjadi target perawatan pembentukan wajah.

Tahapan pembentukan wajah tersebut terdiri dari Build Foundation, yakni memperkuat fondasi wajah dengan memperbaiki struktur pada bagian tengah wajah, pada bagian pipi. Create Contour, dengan membentuk kontur wajah agar memiliki tampilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional, dan ideal pada wajah bagian atas dan bawah. Selain itu, Focus on Refinement, untuk menyempurnakan detil dan harmonisasi setiap bagian wajah seperti area mata dan bibir.

”Kami percaya metode Miracle Facial Architecture mampu memberikan hasil perawatan yang aman, konsisten, tahan lama, dan tidak akan membuat wajah terlihat overdone. Sehingga, setiap individu dapat tampil dengan versi terbaiknya tanpa menjadi seperti orang lain,”paparnya.

Dr Lanny menegaskan seluruh aktivitas yang dilakukan di Miracle sesuai dengan filosofi “The Art Behind the Science of Aesthetic”. Miracle menggabungkan cream program, perawatan medis oleh dokter profesional dan perawatan estetik oleh beauty therapist berpengalaman, dengan cita rasa seni yang tinggi, untuk memberikan perawatan wajah dan kulit dengan hasil yang optimal, juga kenyamanan, keamanan, keramahan serta privasi bagi pelanggannya.

”Ada 75 dokter estetik di Miracle dan seluruhanya diwajibkan memiliki scince, technical dan cita rasa seni. Dan khusus cita rasa seni ini diasah dalam kegiatan seni yang secara rutin digelar di seluruh cabang di Indonesia,”pungkas dr Lanny. (noer soetantini)

Teks foto :

Founder dan Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising