Laporan Khusus

Kontribusi Ekonomi Grab Rp235 M Di Balikpapan

07-07-2020

Balikpapan, beritasurabaya.net - Aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, Grab, hari ini meluncurkan program #TerusUsaha yang dibuat khusus untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota Balikpapan dapat beradaptasi dan berkembang, menyambut tatanan kehidupan baru (new normal).

Program ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, serta iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan. Grab juga meluncurkan microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.

Program ini juga dirancang khusus untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah. UMKM dan pekerja di sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Balikpapan. Berdasarkan riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig worker di empat layanan yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 235 miliar pada perekonomian Balikpapan di tahun 2019.

Di sisi lain, menurut data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan tahun 2019, dari 22.853 UMKM di Balikpapan tercatat 85 persen UMKM merupakan usaha mikro. Melihat hal ini, kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM terutama bisnis kecil untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting, agar ketangguhan ekonomi kota Balikpapan dapat terjaga.

Head of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya, Selasa (7/7/2020), menjelaskan, selain sektor minyak dan gas, perekonomian kota Balikpapan juga ditopang oleh UMKM. Dengan situasi Indonesia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM Balikpapan harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal.

”Program #TerusUsaha merupakan salah satu langkah konkret yang sejalan dengan misi GrabForGood, untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas dan jangkauan bagi UMKM dan juga individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Program ini juga diciptakan untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia untuk memajukan pertumbuhan UMKM & Ekonomi Kreatif di tengah pandemi Covid-19. Kami percaya bahwa inilah saatnya bagi UMKM Balikpapan untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit,”paparnya.

Grab akan meluncurkan berbagai inisiatif untuk membantu UMKM Balikpapan, untuk meningkatkan visibilitas dan permintaan. Lewat Dukung Usahawan Lokal, Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi. Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil, dengan meluncurkan microsite khusus yang diperuntukan bagi UMKM. Ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab: www.grabforgood.id.

Grab bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program akselerasi lengkap bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi.

Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk. Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite mulai 20 Juli 2020. Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, termasuk Irvan Helmi (pemilik Anomali Coffee), Hendy Setiono (pemilik Kebab Baba Rafi), dan juga pengajar dari DJKI Kemenkumham, Kementerian Keuangan, hingga dosen akademis.

Menciptakan kesempatan pendapatan baru bagi mereka yang membutuhkan, melalui Menjadi Agen Individu GrabKios. Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat Covid-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar mereka.

Hal ini akan membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan, selain juga membantu menyediakan layanan digital bagi 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan atau yang terbatas. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar, dimana proses verifikasi hanya memerlukan waktu 24 jam sebelum mereka bisa mulai berjualan.

Dr. Ir. H. Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur, yang diwakilkan oleh Fuad Assadin, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur, menyambut baik program #TerusUsaha dalam memajukan UMKM di wilayahnya. UMKM ini luar biasa. Biarpun skalanya mikro dan kecil, UMKM bisa membuka peluang dan lapangan kerja baru untuk masyarakat di Kalimantan Timur. Program Grab untuk mendigitalkan UMKM ini diharapkan bisa membuat UMKM di Provinsi Kalimantan Timur tidak ketinggalan dan punya daya saing yang lebih kuat.

”Selain kesiapan dalam sisi bisnis, pelaku usaha juga harus siap menghadapi new norma dengan semua orang yang akan lebih sering berbelanja secara online. Saya mengucapkan selamat atas peluncuran program #TerusUsaha, serta berharap melalui inovasi dari Grab ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di situasi era tatanan baru,”ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Balikpapan. Riset ini menemukan bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Balikpapan. Mitra Grab Balikpapan yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5 persen dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.

Mitra merchant GrabFood Balikpapan yang disurvei melihat rata-rata peningkatan pendapatan hingga 35 persen menjadi Rp41,5 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Balikpapan meningkat hingga 36 persen menjadi Rp10 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 43 persen mitra merchant GrabFood Balikpapan juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Balikpapan dengan peningkatan pendapatan hingga 217 persen menjadi Rp7,1 juta per bulan dan 125 persen menjadi Rp5,3 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman.

Sebanyak 15 persen mitra pengemudi GrabBike dan 9 persen mitra pengemudi GrabCar di Balikpapan membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. Sebanyak 77 persen mitra pengemudi GrabBike dan 78 persen mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1,2 hingga Rp1,3 juta.

Sebagai tambahan, 43 persen dari mitra pengemudi GrabBike dan 72 persen mitra pengemudi GrabCar mengatakan mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Di Balikpapan, riset tersebut menjelaskan 5 persen mitra merchant GrabFood Balikpapan terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 16 persen mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 10 persen mitra merchant GrabFood dan GrabKios di Balikpapan menambah pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Stella Kusumawardhani, M. IDEc, Economist, Tenggara Strategics, mengungkapkan sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi Balikpapan. Riset juga menunjukkan bahwa gig work melalui platform Grab telah meningkatkan kualitas hidup pekerja sektor informal di Balikpapan sebesar 14 persen. Para gig worker yang didukung oleh platform digital seperti Grab akan memiliki peran penting dalam mengembalikan perekonomian setelah wabah Covid-19 ini berakhir.

”Sebagai contoh, kami menemukan bahwa GrabFood telah membantu merchant dalam mendirikan bisnis baru dan mempekerjakan lebih banyak karyawan saat bisnis mereka bertumbuh. Ini adalah faktor penting yang akan berkontribusi pada kemajuan ekonomi Balikpapan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak Covid-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya. Di Indonesia sendiri, Grab telah berkomitmen lebih dari Rp 260 miliar untuk memerangi penyebaran virus Covid-19 dan menciptakan lebih dari 24 inisiatif baru untuk meringankan dampak pandemi pada para mitra, garda terdepan dan komunitas.

Di Balikpapan, Grab telah menghadirkan 2 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Layanan GrabAssistant hadir untuk membantu masyarakat Balikpapan berbelanja kebutuhan harian dari pedagang dan toko manapun di Balikpapan. Layanan kurir ini membantu bisnis kecil bertumbuh, sekaligus memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah PSBB. Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

Inisiatif ini juga mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang atau pengemudi juga dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi tanpa adanya penalti. Untuk membantu mitra pengemudi dan pengantaran Balikpapan, Grab juga telah membagikan sembako kebutuhan harian.

Wali Kota Balikpapan, H. M. Rizal Effendi, S. E., menyampaikan apresiasinya untuk Grab dan mengungkapkan, bahwa program #TerusUsaha yang dihadirkan oleh Grab sejalan dengan inisiatif pemerintah kota di era tatanan baru dalam membangun perekonomian di Balikpapan. Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, 59.685 dari 300.974 orang yang bekerja pada Agustus 2019, termasuk dalam kategori pekerja yang melakukan usaha sendiri.

Menjadi pelaku gig economy bukan berarti menjadi pekerja santai tanpa harus mengikuti aturan yang ada. Pelaku gig economy harus menciptakan aturan dan kedisiplinan mereka sendiri. Etos kerja harus selalu terjaga sewaktu menjalankan usahanya masing-masing. Kehadiran platform teknologi seperti Grab, harus dimanfaatkan para pelaku UMKM agar mereka bisa lebih besar dan maju.

“Gotong royong adalah semangat yang diperlukan untuk bisa tetap berjuang ditengah pandemi. Kami juga menghadirkan Laporan Dampak Sosial Personal yang bisa diakses di aplikasi Grab, untuk melihat kontribusi yang sudah diberikan pengguna Grab bagi UMKM Indonesia. Paduan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan daya saing yang tinggi dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Grab mengambil bagian dengan memanfaatkan teknologi dan jangkauan kami untuk bisa mendukung semua orang secara inklusif. Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Mari bersama ubah susah menjadi peluang dengan Terus Usaha,” tutup Halim. (noer soetantini)

Teks foto :

Satu diantara Mitra Grab yang ada di Balikpapan.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising