Laporan Khusus

Lestarikan Budaya, Garena Luncurkan Fantasy Town

30-07-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Indonesia sangat kaya dengan beragam peninggalan budaya, seni rupa dan sejarah dari masa lampau, yang biasanya dapat dinikmati dengan berkunjung ke museum atau tempat bersejarah lainnya. Namun dengan adanya masa pandemi ini, terdapat keterbatasan untuk melakukan hal tersebut.

Seiring perkembangan zaman, mengenal budaya Indonesia kini dapat diakses melalui dunia digital salah satunya lewat Garena Fantasy Town yang menghadirkan sejumlah tempat bersejarah di Indonesia untuk mengenal serta melestarikan budaya Indonesia dari rumah dengan cara yang menyenangkan melalui game farming simulator.

Tempat bersejarah di Indonesia yang resmi dihadirkan dalam Fantasy Town, yang diluncurkan secara virtual, Kamis (30/7/2020), diantaranya, adalah: Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, Rumah Gadang hingga Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Makassar yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena sejalan dengan gerakan “Bangga Buatan Indonesia”, yang memperkenalkan budaya dan cerita rakyat melalui sarana digital yakni mobile games.

Setelah sebelumnya melakukan peluncuran di pertengahan Juli lalu, Fantasy Town telah menghadirkan berbagai karakter dan kostum yang berasal dari cerita rakyat Indonesia seperti Kabayan, Iteung, hingga Radu yang terinspirasi dari pakaian adat Madura. Melalui karakter dan kostum tersebut, untuk para Bossku (sebutan para pemain di Fantasy Town) dapat belajar budaya Indonesia dari rumah dengan cara yang seru dan menyenangkan lewat permainan bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, hingga membangun kota impian dengan nuansa budaya Indonesia.

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh, mengatakan, ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia seperti seni, sejarah, dan peninggalan, yang sebelumnya hanya dapat dilihat oleh mereka yang cukup beruntung bisa mengunjungi tempat tersebut. Fantasy Town merupakan sebuah usaha dari Garena Indonesia untuk melestarikan budaya lokal ini sehingga dapat diakses oleh siapa saja secara digital.

”Melalui gim ini, diharapkan dapat juga bermanfaat untuk kepentingan edukasi budaya dalam menginspirasi generasi mendatang. Selama masa pre-order sudah ada 1 juta users. Targetnya sampai akhir tahun bisa tembus 10 juta users,”ungkap Hans.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan, Kemenparekraf menyambut baik kehadiran Fantasy Town dalam perannya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. “Kami akan terus mendukung pertumbuhan industri gim di Indonesia terutama karena sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang mengusung budaya bangsa Indonesia. Kami juga berharap, semoga kedepannya, Fantasy Town dapat ikut terus mengenalkan budaya Indonesia hingga ke mancanegara,“ tukasnya.

Josua menegaskan pasar gim di industri kreatif Indonesia menyumbang USD1,1 miliar, didominasi mobile game atau market share terbesar. Sementara, tingkat konsumsi gim lokal kurang dari 1 persen, lainnya didominai gim Amerika dan Eropa.

Sebenarnya, kata Josua, potensi pasar gim lokal di tanah air luar biasa. Jumlah mobile users di Indonesia tercatat 337 juta atau lebih 126 persen dari populasi Indonesia. Saat online, rerata 8 jam perhari.

Potensi memainkan gim lokal ini sangat luar biasa. Jadi yang perlu dilakukan adalah kemudahan mendapatkan gim ini. Kemenparekraf terus mendorong lahirnya Salah satu adalah menguatkan skill dari para gim developer Indonesia.

”Kita terus dorong itu karena untuk jadi gim developer tdak ada pendidikan formal selain membuka wawasan secara berjejaring dan mendatangkan publisher dari luar. Dengan demikian, gim developer tahu gim seperti apa yang diinginkan pasar,”ujar Josua.

Josua menambahkan saat ini pemerintah juga menyusun pendanaan untuk mewujudkan impian punya triple a game. Pemerintah juga akan membangun ekosistem yang bisa mempertemukan developer dengan investor.

Sejumlah tempat bersejarah Indonesia yang ada di Fantasy Town secara resmi sudah dapat diakses dan dijelajahi mulai hari ini oleh siapapun yang memiliki koneksi Internet. Fantasy Town, dapat diunduh melalui aplikasi di perangkat Android dan iOS. Game Fantasy Town dikembangkan oleh ©Arumgames, serta dirilis oleh Garena Indonesia. (noer soetantini)

Teks foto :

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh, saat menjelaskan gim Fantasy Town.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising