Laporan Khusus

Emas Dongkrak Jumlah Nasabah Baru Bestprofit

25-09-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Pandemi Covid-19 memang memberikan dampak negatif hampir di seluruh sektor industri. Tidak demikian halnya dengan di industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang terus alami pertumbuhan hingga 35 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Ini tidak lepas dari harga emas terus menguat hampir ke seluruh Negara hingga menembus level tertinggi US$2.074/troy ons pada 2 Agustus 2020. Harga emas mulai melompat tinggi di perdagangan awal tahun 2020 menuju level US$1.576/troy ons setelah Amerika Serikat (AS) dan China menyepakati perjanjian dagang fase satu setelah bersitegang dalam 18 bulan terakhir.

Di tambah dengan ketegangan politik Amerika Serikat dengan Iran. Saat ini, pergerakan emas dalam kondisi volatilitas tinggi, artinya naik dan turun secara signifikan.

Menurut Branch ManagerPT Besprofit Futures (BPF) Cabang Surabaya, Kurniadin, dalam Media Gathering, Jumat (25/9/2020), ancaman resesi ekonomi, dan kepastian finalisasi vaksin menjadi sentimen yang mempengaruhi terkoreksinya harga emas hingga di level kisaran US$1.900-an/troy ons saat ini. “Sepanjang delapan bulan terakhir, total volume transaksi di BPF didominasi oleh kontrak berjangka emas. Jumlahnya mencapai 80 persen dari keseluruhan volume transaksi yang sampai 31 Agustus 2020 sebesar 29.810 lot atau naik 35 persen dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama dan kondisi normal,”paparnya.

Sementara itu, peningkatan nasabah baru di PT Bestprofit Surabaya selama 8 bulan terakhir mencapai 149 nasabah atau meningkat 119,12 persen. “Selama pandemi investasi kontrak berjangka emas paling diminati, karena tren harga yang positif juga instrumen emas cukup awam di kalangan masyarakat,”tukasnya.

Kurniadin mengungkapkan bahwa investasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Surabaya sangat potensial. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, jumlah masyarakat yang berpenghasilan tinggi serta ‘’melek’’ investasi terus bertumbuh saat ini.

“Kami optimistis hingga akhir tahun target 204 nasabah baru di BPF Surabaya akan tercapai, terlebih melihat pergerakan momen emas yang masih bergairah hingga akhir tahun. Kami memprediksi, harga emas akan bergerak di level US$1900/troy ons-US$2000/troy ons sampai akhir Desember 2020, dan peluang untuk mendapatkan profit masih tinggi dengan posisi buy ataupun sell,” tukasnya.

Kurniadin menjelaskan kontrak berjangka emas berbeda dengan investasi emas berwujud logam mulia. Pada kontrak berjangka emas, nasabah menempatkan dananya sebagai margin untuk melakukan trading di pasar berjangka.

“Investasi ini memang bersifat high risk, high return. Karenanya, tantangan kami sekarang adalah mengedukasi seluas-luasnya baik kepada masyarakat, para pemangku kepentingan dan teman-teman media. Langkah edukasi ini sekaligus menepis anggapan miring di industri PBK tentang isu investasi bodong dan sebagai perusahaan penampung dana,” tandasnya.

Keberadaan perusahaan pialang berjangka diatur dalam amanat Undang-Undang PBK No 10 Tahun 2011. Dan, setiap perusahaan pialang berjangka yang berijin resmi merupakan commission house, artinya hanya mendapatkan keuntungan dari hasil komisi per transaksi.

Sementara dana yang disetorkan oleh nasabah sebagai dana margin untuk melakukan trading masuk ke dalam rekening terpisah bukan rekening perusahaan. “Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada nasabah sehingga nasabah tidak asal mendengar untung dari orang lain, tapi paham dengan potensi resiko saat trading,”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang, memprediksi emas tetap menjadi primadona hingga tahun depan. Sampai akhir tahun 2020, harga emas diprediksi berada di kisaran US$1.700/troy ons hingga US$2.000/troy ons.

”Ini berdasarkan perkiraan nilai dollar alami pelemahan tidak hanya terhadap nilai mata uang lainnya, tapi juga karena pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya yang cenderung alami penurunan. Selain emas, harga minyak sawit di perdagangan berjangka komiditi juga cenderung naik. Ini bisa menjadi pilihan nasabah untuk trading,”tambah Paulus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi, mengatakan investasi di industri perdagangan berjangka merupakan investasi high risk high return. Artinya, investor yang trading di industri perdagangan berjangka bisa mendapatkan keuntungan yang cepat dengan resiko kerugian yang tinggi pula.

Masyarakat calon investor, kata Fajar, harus memahami resiko yang bakal dihadapi. Perlu mengetahui tata cara transaksi dan perusahaan legal tempat bertransaksi. “Dengan demikian stigma negatif masyarakat terhadap industri perdagangan berjangka akan hilang dengan sendirinya,”pungkas Fajar.

Kurniadin menambahkan PT Bestprofit Futures merupakan perusahaan pialang berjangka yang berijin resmi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Perseroan juga merupakan anggota aktif dari PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang bertugas sebagai self regulatory organization (SRO) di pasar Perdagangan Berjangka Komoditi.

Hadir di Surabaya pada Mei 2012, PT Bestprofit Futures memiliki ribuan nasabah aktif yang tersebar di 10 kantor diantaranya 2 kantor Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Pontianak, Medan, Pekanbaru, dan Jambi. (noer soetantini)

Teks foto :

Kiri-kanan : Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi; Branch ManagerPT Besprofit Futures (BPF) Cabang Surabaya, Kurniadin; Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising