Laporan Khusus

Inisiatif J3K Gojek, Penyemangat Kerja Mbah Dul

17-10-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Inisiatif besar Gojek yakni Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) menjadi penyemangat kerja bagi para mitra driver pada masa adaptasi kebiasaan baru (new normal). Seperti diungkapkan Abdul Ghani Alimin (73 tahun) mitra driver Gojek tertua di Surabaya, usai melakukan pesan antar makanan ke pelanggan, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Abdul Ghani yang akrab dipanggil Mbah Dul, inisiatif J3K ini benar-benar membantu dirinya meyakinkan pelanggan Gojek bahwa seluruh proses kerja termasuk pengantaran pesan makanan sudah menerapkan protokol J3K. “Biasanya, saat mengantar makanan ke pelanggan ada yang menerima secara langsung dengan tetap jaga jarak sekitar satu meter, tapi ada juga yang minta diletakan di Pos Satpam atau di luar pagar. Dengan tetap memakai masker dan sarung tangan, pelanggan tidak pernah meragukan maupun komplain dengan apa yang saya lakukan,”kata Mbah Dul, yang selalu tampil energik.

Sebagai mitra driver Gojek sejak 2015, Mbah Dul selalu menjaga kesehatan dengan pola makan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Didukung, inisiatif J3K yang membantu mitra driver tetap dalam kondisi prima dengan pemberian vitamin, pemeriksaan rapid test COVID-19, disinfeksi kendaraan dan helm serta bantuan masker, hand sanitizer, hairnet (pelindung rambut).

”Setiap hari Jumat, sesuai SMS dari Gojek, saya ke Posko Aman J3K di Shelter TPR, Taman Puspa Raya Citraland. Selain melakukan disinfeksi motor dan helm, saya juga rapid test dan hasilnya selalu negatif, juga cek suhu tubuh,”tukas Mbah Dul.

Selain menerapkan inisiatif J3K, Mbah Dul juga menghindari kerumunan mitra driver saat menunggu orderan masuk. “Biasanya, saat istirahat saya gunakan ke masjid untuk sholat dan makan bekal serta istirahat sebentar. Setelah itu baru nunggu orderan datang lagi,”ujarnya.

Meski selama pandemi hingga memasuki new normal, penghasilan Mbah Dul di kisaran Rp100 ribu perhari, namun itu selalu disyukuri. Terpenting, tetap sehat dan masih bisa mencari nafkah buat istri.

Pentingnya inisiatif J3K bagi mitra driver dalam melayani pelanggan, juga diungkapkan Ashari (54 tahun) mitra driver Gojek yang tinggal di Tropodo Waru Sidoarjo. Bagi Ashari, kunjungan ke Posko Aman J3K Sedati (Bubur Ayam Bu Sun), setiap hari Selasa, sangat bermanfaat. Selain mengecek kondisi kesehatan dengan rapid test, cek suhu tubuh, disinfeksi motor dan helm, dirinya juga mendapat masker, hand sanitizer, vitamin dan hairnet untuk penumpang.

”Dengan cara seperti ini, saat melayani pelanggan tidak khawatir lagi dan pelanggan juga lebih nyaman dengan kesehatan driver yang bisa dilihat di aplikasi. Saat ini, memang kesehatan nomor satu. Berapapun hasil yang saya peroleh itu nomor dua,”tukas Ashari yang mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, dengan menjadi mitra driver Gojek.

Ashari mengatakan cukup banyak pelanggan yang peduli dengan protokol kesehatan. Seperti mengurangi kontak dengan mitra driver saat pesan makanan. “Mereka mengirimi notifikasi agar makanan ditaruh di depan pagar. Dan ini tidak masalah karena memang prosedur dari Gojek ada juga seperti itu,”tambahnya.

VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza, mengatakan seluruh pengguna adalah DNA Gojek. Hal ini menjadi dasar Gojek dalam menciptakan layanan maupun inisiatif yang bermanfaat baik bagi ekosistem Gojek maupun masyarakat secara keseluruhan.

Seperti memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal), Gojek berinovasi mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yakni kesehatan, kebersihan dan keamanan, melalui inisiatif J3K. Inisiatif J3K hadir tanpa ada biaya tambahan dibebankan kepada mitra maupun pelanggan.

”Kampanye J3K sendiri sedang dan terus akan berlangsung hingga akhir tahun ini, di seluruh Indonesia secara bertahap. Inisiatif J3K ini dihadirkan secara inklusif, memungkinkan pihak di luar ekosistem kami juga ikut serta implementasi inisiatif J3K,”tukasnya.

Michael Reza menjelaskan inisiatif J3K dilaksanakan dari hulu ke hilir. Jaga Kesehatan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari.

”Gojek menyediakan 200 Posko Aman J3K di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Timur dan Bali untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua mitra termasuk pendistribusian vitamin serta kewajiban pengecekan suhu tubuh bagi karyawan mitra usaha GoFood. Kami juga secara konsisten memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek,”paparnya.

Selain itu, hadirnya layanan unggulan seperti GoMed yang menyediakan beragam solusi telemedik seperti pengantaran obat dan vitamin, konsultasi daring dengan dokter profesional hingga akses untuk rapid test COVID-19, makin memperkuat keamanan dan kenyamanan pengguna secara menyeluruh melalui inisiatif J3K.

Sementara itu, Jaga Kebersihan di dalam inisiatif J3K adalah program Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem. Salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer bagi para mitra driver.

Untuk Mitra GoFood diimbau mengikuti 6 protokol keamanan dan kebersihan makanan yang sesuai dengan “Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat COVID-19 di Indonesia” oleh BPOM. Jaga Keamanan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek menjadi perusahaan on-demand pertama di Indonesia yang memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi.

Michael Reza menambahkan inisiatif J3K tidak saja mendukung para mitra dalam menjalankan usahanya tapi juga menjadi andalan pelanggan selama pandemi COVID-19. Berdasarkan survei Lembaga Demografi FEB UI, sebanyak 93 persen pelanggan menganggap bahwa keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri. Dan sebanyak 86 persen pelanggan merasa aplikasi Gojek membantu beradaptasi dan tetap produktif. Satu diantara indikatornya adalah penerapan protokol J3K dalam GoFood.

"Gojek juga melakukan riset internal kepada hampir 2.000 penggunanya di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya, sebanyak 78 persen responden mengatakan bahwa mereka sangat peduli dan mengedepankan aspek kesehatan dan kebersihan selama memasuki PSBB transisi dengan tetap bekerja, belajar dan beribadah di rumah, lebih sering memesan makanan secara daring hingga memesan makanan siap saji seperti pada GoFood siap masak, karena 44 persen dari responden mengaku semakin sering memasak di rumah,"kata Michael Reza.

Head Regional Corporate Affairs Gojek Jatim & Bali Nusra, Alfianto Domy Aji, menegaskan, prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide, kewajiban driver menggunakan masker dan anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi, hingga tersedianya Zona NyAman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Prosedur jaga keamanan juga sangat dioptimalkan untuk layanan GoFood, mulai dari hadirnya layanan GoFood Pick Up bagi pelanggan yang ingin mengambil sendiri pesanan di outlet mitra, hingga pengantaran tanpa kontak fisik (contactless delivery) dengan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat di dalam pesanan antara pelanggan-mitra driver yang juga berlaku untuk GoSend, GoShop, GoMart.

Hingga saat ini, kata Alfianto Domy Aji, Gojek terus melakukan pelbagai upaya, memperkuat layanan guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan dengan inisiatif J3K. Diantaranya menghadirkan Zona Nyaman J3K, bagi pelanggan, di lokasi-lokasi strategis.

Di Zona Nyaman J3K, papar Alfianto Domy Aji, pelanggan bisa melakukan cek suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, pemberian masker dan hairnet untuk pelanggan yang memesan layanan GoCar dan GoRide instan. Untuk Zona Nyaman J3K di Surabaya ada 7 titik dan Posko Aman ada 11 titik.

”Kami secara aktif melakukan konten edukasi J3K melalui kanal sosial media baik kepada mitra maupun pelanggan Gojek, dengan turut membagikan secara gratis tas J3K,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Abdul Ghani Alimin saat melakukan pengantaran pesan makanan untuk pelanggan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Foto : Titin

Advertising
Advertising