Laporan Khusus

HUT Ke-88, Nojorono Berkarya Lintas Generasi

18-10-2020

Kudus, beritasurabaya.net - PT Nojorono Kudus atau Nojorono yang dikenal sebagai perusahaan sigaret dengan merek legendaris Minak Djinggo dan Clas Mild. Merayakan hari jadi yang ke-88 pada 14 Oktober 2020 lalu, Nojorono mengusung tema “Berkarya Lintas Generasi”.

Perayaan ulang tahun ini berlangsung tertutup dan hanya diikuti oleh internal perusahaan dengan penerapan standar protokol kesehatan yang bertempat di Kantor Pusat Nojorono, Kudus.

Nojorono didirikan Koo Djee Siong/Kusuma dan Tan Djing Thay di Kudus pada 14 Oktober 1932 silam. Berkiprah selama hampir sembilan dekade, PT Nojorono (baca: No-Yo-Ro-No) masih tetap menjadi perusahaan sigaret yang stabil berkompetisi di Industri hingga saat ini.

Sebagai salah satu strategi kunci, manajemen Nojorono memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang best managed di industri, sehingga praktek kelola bisnis perusahaan yang efektif dan tepat sasaran terus diupayakan. Selanjutnya, upaya best managed ini mampu diterapkan oleh semua pemangku kepentingan dalam perusahaan dalam pencapaian visi.

Presiden Direktur PT Nojorono Kudus, Stefanus JJ Batihalim, menyampaikan, dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan secara konsisten dan solid, maka keberlangsungan bisnis Nojorono akan tetap bertumbuh, berkembang dan semakin kompetitif. Ini tercermin pada profitabilitas dan tingkat pertumbuhan bisnis yang tinggi.

Perjalanan Nojorono untuk mencapai cita-cita, Untuk itu, perlu memperluas wawasan dan cara berpikir jauh ke depan. “Visi dan strategi perusahaan tidak saja dirancang untuk menghadapi tantangan bisnis jangka pendek, tetapi juga perlu perencanaan jangka panjang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan (sustainability business growth). Dengan perencanaan yang matang dan disiapkan sejak dini, memastikan arah tujuan pencapaian target berbekal langkah proses yang efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Selain persoalan pandemi covid-19 dan gejolak bisnis, penurunan daya beli masyarakat juga turut mempengaruhi penjualan. Langkah-langkah antisipatif dan pembenahan harus menjadi prioritas perusahaan dalam menghadapi tantangan global ke depan.

Menginjak usia yang ke-88 tahun, Nojorono melakukan berbagai upaya pembenahan. Mulai dari perbaikan taste (quality aspect), pembenahan sistem, pembenahan people, peluncuran produk baru, hingga peningkatan performance bisnis secara keseluruhan.

Managing Director PT Nojorono Kudus, Arief Goenadibrata, mengemukakakan, berbagai upaya harus kita tingkatkan lebih giat lagi, mengingat ada opportunity yang masih bisa kita raih. Market share produk kita berada di angka 2.7 persen dari total market yang sudah ada.

Melihat penjualan Nojorono secara keseluruhan memang mengalami penurunan -15.3 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year to date Agustus 2019 versus year to date 2020. Dampak penurunan industri tentunya turut dirasakan semua perusahaan, namun persentase penurunan penjualan Nojorono tidak sebesar penurunan industri.

Penurunan penetrasi Industri sigaret nasional ini, rupanya membawa dampak yang positif bagi Nojorono. “Sebetulnya Kita juga patut berbangga, karena ternyata ada produk-produk sigaret kami yang mengalami peningkatan yang cukup baik. Diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis Nojorono di masa mendatang,”tutur Arief. (noer soetantini)

Teks foto :

Keluarga Nojorono.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising