Laporan Khusus

Indosat Ooredoo Perkuat Pendidikan Anak Bangsa

20-11-2020

Fadhillah Nastiti Yuliani dan Nessa Widianti siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Surabaya bangga dan senang saat hasil presentasi proposal penelitian mereka, berjudul “Percepatan Pertumbuhan Dan Kualitas Hasil Panen Tanaman Sawi (Caisim) Dengan Penambahan Pupuk Mikroorganisme Lokal/MOL Cangkang Kerang Janadara”, lolos ke tahap pendampingan dan pendalaman penelitian di ajang Madrasah Young Researcher SuperCamp (MYRes).

Kerja keras mereka selama satu bulan dan presentasi proposal yang dilakukan secara daring, tidak sia-sia. Semangat mereka luar biasa untuk membuat sebuah karya ilmiah.

Mereka optimis bisa lolos ke tahap final yang akan diumumkan awal Desember 2020. “Dukungan kuota internet 30GB dari Indosat Ooredoo sangat membantu. Karena dalam menyusun proposal penelitian harus cari data-data di internet. Apalagi selama pandemi, lebih banyak di rumah termasuk belajar secara daring,”cerita Fadhillah.

Semangat dan prestasi yang diraih  Fadhillah dan Nessa patut diapresiasi. Mereka mampu bersaing dengan 5.600 peserta dari seluruh Madrasah di Indonesia, di ajang perlombaan yang diusung Kementerian Agama dengan dukungan Indosat Ooredoo.

MYRes merupakan perlombaan gagasan ilmiah yang meliputi tiga studi utama di Madrasah, yakni Ilmu Keagamaan, Ilmu Sosial dan Kemanusiaan, dan Ilmu Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi.

Menurut Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena, MYRes digelar dalam rangka mempersiapkan peserta didik memiliki kemampuan yang sesuai dengan kerangka kompetensi di abad 21. Di ajang MYRes, Indosat Ooredoo berkontribusi dalam bentuk pemberian beasiswa pada seluruh pemenang MYRes.

MYRes ini, bagian komitmen Indosat Ooredoo untuk selalu berperan aktif dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama menunjang proses pengajaran di masa pandemi COVID-19. Di era serba digital, berbagai metodologi dalam melakukan riset juga sangat berbeda, dimana akses dan pertukaran informasi bisa didapatkan secara global tanpa batasan jarak serta waktu.

“Dukungan kami melalui Kementerian Agama pada kegiatan MYRes ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi, serta memberikan sarana bagi peserta didik untuk tetap menggali keahlian melalui risetnya. Kami berharap, peserta didik lebih termotivasi untuk berkreasi sesuai minat masing-masing, mempersiapkan mereka menjadi profesional yang unggul di masa depan,”ungkap Bayu.


Dukungan dan komitmen Indosat Ooredoo terhadap dunia pendidikan lainnya yakni Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh bersama Kementerian Agama. Ini mendukung Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan teknologi internet.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo berkomitmen mendukung Program PJJ khususnya untuk siswa-siswi Madrasah di seluruh Indonesia. Bentuk dukungan yakni memberikan kartu perdana gratis berisi kuota internet 30GB untuk siswa-siswi Madrasah di seluruh Indonesia.

Bayu mengatakan, dengan bantuan kuota internet ini, siswa-siswi Madrasah bisa menggunakan kapan saja dan dimana saja untuk mengakses situs dan portal pendidikan guna mendukung proses pembelajaran mereka.

Sementara di Jawa Timur, Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh berjalan tanpa hambatan. Program ini menyasar 500 ribu pengguna Indosat Ooredoo yang sedang menempuh pendidikan di Madrasah.

Head of Region East Java Bali Nusra, Soejanto Prasetya, menjelaskan, dukungan Indosat Ooredoo untuk Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh bertujuan membantu Madrasah menjadi lebih siap dan terbuka dalam menghadapi era digitalisasi.

Terlebih di era new normal yang mendorong seluruh sendi kehidupan, bergerak ke arah digital. “Sesuai motto Madrasah, Madrasah Hebat Bermartabat. Kami berharap Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh maka Madrasah bisa menjadi komponen penting dalam membangun Indonesia sebagai masyarakat digital,”tuturnya.

Indosat Ooredoo, selalu terbuka bekerja sama dengan Kementerian Agama dan KSKK Madrasah untuk mempersiapkan wacana Program Madrasah Digital di tahun 2021 maupun mendukung program-program positif lainnya di lingkungan Madrasah.


Dukungan Kuota Bagi Siswa, Guru, Mahasiswa Dan Dosen

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah memberikan bantuan kuota bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen hingga bulan Desember 2020 untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi COVID-19. Indosat Ooredoo juga turut andil dari program pemerintah, dengan cara sederhana yakni cukup mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo yang dimiliki ke sekolah atau kampus. Selanjutnya, diverifikasi untuk bisa langsung mendapatkan bantuan kuota pembelajaran jarak jauh dari pemerintah.

IM3 Ooredoo juga menyediakan paket pintar IMClass dengan kuota 30GB hanya Rp1 yang bisa digunakan untuk mengakses platform belajar online terpopuler dan portal edukasi universitas-universitas di Indonesia. Paket IMClass dapat dinikmati kapan saja, dimana saja dengan masa aktif 30 hari dan pelanggan bisa dengan mudah mendapatkannya melalui aplikasi myIM3.

Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo, Ritesh Kumar Singh, berharap layanan internet dan paket data terjangkau IMClass 30GB dengan Rp1 bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalani kegiatan pembelajaran secara daring di situasi sulit ini.

Penerapan adaptasi kebiasaan baru memang harus dilakukan di berbagai sektor. Seperti kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan di ruang-ruang kelas, saat ini harus dilakukan secara daring untuk memutus penyebaran pandemi tersebut.

Di sisi lain, peran teknologi digital sangatlah besar di masa pembatasan sosial guna memastikan proses pembelajaran terus berjalan sehingga generasi muda Indonesia tetap mendapatkan haknya untuk membangun masa depannya. Menyadari pentingnya pendidikan di Indonesia, Indosat Ooredoo menggelar Edu Connex, forum berbagi antar berbagai pemangku kepentingan di bidang Pendidikan untuk mendiskusikan solusi terbaik bagi sektor pendidikan.

Edu Connex yang digelar tahunan, dilakukan secara daring, melibatkan 7 kota yakni Padang, Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung.  Tahun ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan: Digitalisasi dan Kolaborasi di Era Pasca COVID-19”.

Edu Coonex, kata Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena,  sebagai upaya bersama mencari solusi adaptasi kebiasaan baru di sektor pendidikan tanah air di tengah pandemi COVID-19 yang memanfaatkan teknologi digital. Pihaknya bangga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, BPPT, dan Komite IdREN, yang disaksikan oleh perwakilan bidang Sistem Teknologi & Informasi dari 133 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Indosat Ooredoo menyediakan fasilitas layanan koneksi jaringan komunikasi data untuk Indonesia Research & Education Network (IdREN). Tersedianya jaringan antar perguruan tinggi dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan, kemudahan akses data antar lembaga Penelitian baik antar perguruan tinggi, pemerintah, dan industri guna meningkatkan daya saing nasional dalam persaingan global. IdREN terhubung ke jaringan riset international (TEIN) dan juga dengan National REN negara lain seperti Singapore (SingaREN), Malaysia (MYREN), Australia (AARNet), dan lainnya.

API Gift Data Jaga Pendistribusia Kuota Internet

Pendistribusian kuota internet menjadi sebuah tantangan tersendiri. Pasalnya, jika pendistribusian kuota internet terganggu, imbasnya Program PJJ juga akan terganggu.  Untuk itu, diperlukan solusi teknologi dalam membagikan kuota internet ke peserta didik dan pengajar secara massive dan simple.

Indosat Ooredoo menyiapkan platform yang dapat digunakan institusi pendidikan dalam melaksanakan Program PJJ, untuk mendistribusikan kuota internet data ke para peserta didik dan pengajar. Platform tersebut adalah Aplication Programming Interface (API) Gift Data. Ini perangkat lunak yang memungkinkan pelanggan membagikan kuota internet ke nomor-nomor IM3 Ooredoo melalui sebuah dashboard.

Bayu menjelaskan, API Gift Data Indosat Ooredoo dapat mengirimkan kuota data secara massive, seamless, dan fleksibel. API juga mendukung fitur automatisasi dan kustomisasi, yang memudahkan pengelolaan pengiriman kuota data sesuai kebutuhan setiap bulannya.

Bayu yakin platform ini akan efektif digunakan untuk penyaluran kuota internet kepada siswa-siswi serta guru agar pendidikan di Indonesia dapat terus berjalan selama masa pandemi dan di era new normal.

Menjaga kapasitas jaringan juga menjadi perhatian Indoesat Ooredoo, agar peserta didik dan para guru dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan optimal. Indosat Ooredoo menyiapkan Indosat Ooredoo Network Operating Center (INOC) dan Indosat Ooredoo Service Operating Center (ISOC) melakukan monitoring dan kontrol jaringan selama 24x7 secara realtime untuk memastikan pelanggan merasakan pengalaman digital terbaik. INOC dan ISOC akan meningkatkan percepatan penyelesaian kendala sekaligus menjadi pusat koordinasi atau command center secara nasional.

Indosat Ooredoo mengoperasikan 124.944 BTS pada semester I tahun 2020, dimana 52.776 merupakan BTS 4G. Penambahan 27.902 BTS 4G dibandingkan semester I tahun 2019, merupakan langkah Indosat Ooredoo untuk melayani kebutuhan digital yang terus meningkat terutama saat era adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi COVID-19 ini.


Rising Up Indonesia

Kontribusi Indosat Ooredoo mendukung kesuksesan Program Pembelajaran Jarak Jauh baik di Madrasah, sekolah umum hingga Perguruan Tinggi, tidak lepas dari kepedulian Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama. Pada acara puncak perayaan HUT ke-53 Indosat Ooredoo secara virtual, Jumat (20/11/2020),  Ahmad Al-Neama menegaskan, 53 tahun melayani Indonesia, menjadi perjalanan bernilai yang terus menyatukan masyarakat dan pelanggan.

Pada perayaan HUT ke-53 bertemakan “Rising Up Indonesia”, Ahmad Al-Neama, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap bersemangat dan bangkit bersama membangun bangsa, menyongsong masa depan yang lebih baik dan mewujudkan masyarakat digital. Komitmen mendukung pemerintah dan masyarakat melewati pandemi telah dilakukan Indosat Ooredoo sejak awal pandemi melanda Indonesia dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

“Perusahaan selalu memastikan kualitas jaringan dan layanan terbaik bagi pelanggan seluler maupun korporasi, termasuk mendukung UMKM untuk tetap bertahan di masa sulit ini. Dukungan sosial disalurkan melalui lembaga resmi pemerintah untuk penanganan pandemi dan dukungan terhadap Program PJJ guna membantu jutaan guru dan siswa di seluruh Indonesia, termasuk bantuan kepada lembaga pendidikan Madrasah di berbagai wilayah,”paparnya. (noer soetantini)

Teks foto :                         

1.Para siswa-siswi baik yang bersekolah di Madrasah maupun sekolah umum, selama pandemi terpaksa harus belajar secara daring.  Dengan dukungan kuota internet 30GB dari Indosat Ooredoo, mereka merasa terbantu dalam proses belajar.

2.Penandatanganan kerja sama antara Indosat Ooredoo dan Kementerian Agama oleh SVP Head of Regional Account & SME Indosat Ooredoo, Fuli Humaeroh (kanan) dan Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, A. Umar (kiri), yang dilaksanakan  24 September 2020.

3.Kegiatan Edu Connex, tahun ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan: Digitalisasi dan Kolaborasi di Era Pasca COVID-19”.

4.Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising