Laporan Khusus

Strategi Cerdas Anggota Bursa Memperkuat Stabilitas Pasar Modal

30-11-2020

Mia demikian panggilan akrab profesional muda ini tampak serius mendengarkan penjelasan emiten yang dihadirkan oleh perusahaan sekuritas dalam Webinar Zoom. Jika ada yang dirasa kurang jelas, dia tanpa ragu-ragu mengetik pertanyaan di kolom chat untuk mendapatkan jawaban.

Kegiatan rutin yang diikuti seminggu sekali ini, tidak lain untuk mengetahui perusahaan apa saja yang kinerjanya baik dan potensi nilai sahamnya terus naik meski pandemi. Maklum baru satu tahun Mia menjadi nasabah perusahaan sekuritas dan mencoba untuk trading di Pasar Modal.

“Sebelum pandemi, biasanya perusahaan sekuritas mengundang untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal ataupun pertemuan bersama investor lainnya. Namun di tengah perjalanan ada pandemi, jadi pelatihan dari perusahaan sekuritas hanya bisa dilakukan secara online,”ungkap Mia.

Melalui pelatihan yang diikuti selama ini, Mia menjadi lebih tahu bahwa kondisi seperti saat ini atau ketika terjadi krisis, bisa dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham bagus dengan harga murah atau diskon.

Berbeda halnya dengan Iwan yang sudah menjadi investor Pasar Modal sejak masih duduk di bangku kuliah. Dirinya sering mengikuti pelatihan baik yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun perusahaan sekuritas.

“Saat pandemi hingga memasuki era adaptasi kebiasaan baru (new normal) bagi investor masih saja ada rasa was-was dengan situasi yang tidak pasti ini. Untuk itu, sebagai seorang investor, saya terus mencari info, mengikuti berbagai Webinar Zoom seperti Public Expo Virtual BEI maupun dari event perusahaan sekuritas,”ungkap Iwan.

Iwan mengaku, berkat perusahaan sekuritas yang selalu aktif memberikan informasi dan edukasi, dirinya makin berani aktif trading. “Biasanya saat krisis maupun pandemi seperti saat ini, kesempatan bagus untuk memborong saham-saham yang bagus karena harga diskon dan cocok untuk investasi saya,”aku Iwan.


Anggota Bursa Aktif Mengedukasi Nasabah

Pengalaman kedua investor tersebut memang tidak lepas dari peran perusahaan sekuritas atau Anggota Bursa (AB) yang selalu konsisten memberikan edukasi maupun pelatihan baik bersama BEI melalui Sekolah Pasar Modal maupun yang dilakukan secara internal oleh perusahaan sekuritas.

Bahkan selama pandemi hingga masa new normal, Anggota Bursa melakukan berbagai strategi cerdas guna mendorong investor untuk tetap aktif bertransaksi meski segala aktivitas harus dilakukan secara online, imbas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan ritme transaksi investor yang terus terjaga, membuat industri Pasar Modal Indonesia tetap stabil dan dinamis.

Kondisi pandemi bagi Anggota Bursa sebenarnya tidak menjadi halangan untuk terus melakukan edukasi maupun pelatihan buat investor dan nasabahnya. Mereka melakukan beragam upaya sehingga membuat investor, nasabah dan industri Pasar Modal Indonesia makin bergairah.

Seperti disampaikan Head of Marketing & Retail Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari, saat dihubungi beritasurabaya.net, Senin (30/11/2020). Paramita Sari, menjelaskan, sejak pandemi hingga masa new normal, Indo Premier melakukan berbagai adaptasi kebiasaan baru dengan cepat. Secara konkret. memberikan edukasi intensif via  online bagi para investor mulai dengan webinar gratis dan pelatihan-pelatihan rutin secara live di channel resmi sosmed Indo Premier.

“Apalagi, pada masa pandemi Covid-19, tepatnya 3 Juni 2020, Indo Premier meluncurkan aplikasi IPOT, platform investasi dan trading saham yang sudah 100 persen berbasis aplikasi. IPOT diluncurkan dengan tampilan yang sangat menarik, lengkap dan detail sehingga memudahkan nasabah dalam transaksi saham,”ungkapnya.

Selama  pandemi, edukasi dan pelatihan gratis dilakukan setiap hari mulai pagi hingga sore hari dengan investor yang berbeda-beda. Termasuk saat weekend, Indo Premier aktif mengedukasi investor dan masyarakat melalui berbagai kemasan festival secara online dengan menghadirkan para pakar di pasar modal, analis hingga artis.

Menurut Paramita Sari, tidak ada kendala signifikan yang dihadapi Indo Premier dalam melakukan edukasi karena perusahaan sekuritas ini terdepan dalam inovasi online dengan kehadiran IPOT. Tantangan yang justru dirasakan selama pandemi Covid-19 adalah melayani berjibunnya investor baru yang melakukan registrasi (membuka akun) baru. Bahkan selama masa pandemi Covid-19, pembukaan akun baru mencapai angka tertinggi.


Paramita Sari berpendapat selama masa pandemi hingga saat ini, industri Pasar Modal Indonesia justru sangat dinamis. Kendati sepanjang 2020 ini, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 18,3 persen karena pandemi Covid-19, dengan level terendahnya pada 24 Maret 2020 di 3.937 atau turun 37,5 persen dibandingkan dengan IHSG penutupan tahun 2019 di level 6.299, akan tetapi ada kenaikan signifikan terkait jumlah investor di pasar modal Indonesia yang saat ini berada di angka 3,02 juta investor. Menariknya, kenaikan jumlah investor ini didominasi investor retail.

Kondisi tersebut, kata Paramita Sari, menunjukkan adanya stabilitas Pasar Modal Indonesia. Untuk itu, sebagai Anggota Bursa, Indo Premier turut berpartisipasi   memperkuat stabilitas pasar modal Indonesia baik sebelum terjadi pandemi hingga masa new normal melalui strategi cerdas yang sudah dilakukan.

Berkat upaya yang dilakukan, Indo Premier memiliki total investor lebih dari 300.000. Menariknya, kalau sebelum ada aplikasi IPOT (aplikasi IPOT diluncurkan di masa pandemi pada 3 Juni 2020) hampir 70 persen transaksi saham nasabahnya masih melalui platform di desktop komputer, saat ini kondisinya sudah berubah dimana volume transaksi dengan mobile apps telah mencapai 77 persen.

“Jumlah investor yang melakukan trading selama pandemi Covid-19 meningkat signifikan dibanding dengan masa sebelum pandemi. Investor menjadikan masa pandemi Covid-19 sebagai saat memulai investasi dan menikmati saham-saham bagus yang sedang diskon,”tegasnya.

Indo Premier merupakan perusahaan sekuritas anak bangsa yang terdepan dalam inovasi teknologi terkini seperti terwujud dalam aplikasi IPOT. Sebagai satu-satunya sekuritas swasta terbesar di Indonesia, Indo Premier sudah menyabet banyak penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri.


Tidak berbeda jauh dengan strategi cerdas yang dilakukan Indo Premier, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga konsisten melakukan edukasi dan beragam upaya ikut memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia. Area Manager PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nurdin Purnama, menjelaskan, Mirae  selalu berusaha memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia mengenai peluang investasi di Pasar Modal dalam masa pandemi, baik masyarakat yang sudah menjadi customer di Mirae Asset maupun masyarakat secara umum.

“Selain itu, kami pun mengadakan event trading competition serta event up or down survival (tebak saham naik/turun ) sebagai salah satu sarana bagi para investor mengasah kemampuan/instingnya dalam Pasar Modal,”tukasnya.

Bentuk edukasi yang diberikan selama masa pandemi dilakukan secara online baik via zoom, google meet,live IG dan lainnya. Untuk edukasi, kata Nurdin, rutin bulanan dimasing-masing Gallery dan biasanya minimal diadakan edukasi 4 kali dalam sebulan secara online. Selain itu, masih ada lagi postingan edukasi ter-update di IG & youtube official Mirae Asset Sekuritas.

Bagi Mirae, tantangan yang cukup berat dalam masa pandemi ini adalah, bagaimana memberi pengertian serta pemahaman kepada masyarakat dan calon investor bahwa investasi dalam Pasar Modal dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendapatan yang cukup menarik bagi masyarakat. “Dimasa pandemi, kami memiliki keterbatasan melakukan kontak langsung dengan nasabah, sehingga kami harus memaksimalkan media online sebagai sarana kami melakukan kegiatan edukasi,”tambahnya.

Saat ini, jumlah nasabah PT Mirae Asset sekuritas, sebut Nurdin, lebih dari 180 ribu nasabah. Pada periode Maret-Oktober 2019, volume transaksi sebanyak 3.016.960.293 dengan total value 136.047.646.086 (dalam triliun). Sedang dalam periode pandemi Maret-Oktober 2020, volume transaksi sebanyak 4.084.623.866 dengan total value sebesar 238.013.804.601 (dalam triliun) atau ada kenaikan kurang lebih 57 persen.

Mayoritas nasabah aktif dengan frekuensi transaksi yang beragam. Hal ini sebagai buah edukasi yang terus menerus dilakukan oleh Mirae Asset Sekuritas.

“Kondisi pasar modal Indonesia masih sangat bergairah selama masa pandemi dan masih berprospek. Bagi para investor yang sudah berpengalaman atau memahami justru di saat terjadi pandemi maupun krisis inilah mereka bisa mendapatkan saham-saham yang bagus dengan harga yang murah atau diskon untuk investasi mereka. Bagi investor yang belum berpengalaman, melalui edukasi online bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan wawasan soal industri Pasar Modal,”ungkap Nurdin.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia adalah perusahaan investasi dengan layanan lengkap yang menawarkan berbagai layanan investasi, seperti Pialang Saham (Perdagangan Online dan Offline), Maxfund (Platform Perdagangan Reksa Dana Online), dan Penjaminan IPO. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia adalah bagian dari bisnis global Mirae Asset Daewoo Group.

Saat ini, PT Mirae Asset Sekuritas memiliki 25 Office Education dan galeri-galeri untuk melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Pasar Modal kepada masyarakat umum dan membantu calon nasabah untuk proses pembukaan rekening di seluruh wilayah Indonesia.

Dari sisi prestasi, pada 2019, Mirae meraih Pefindo Rank “idAA”. Dan pada 2018, meluncurkan MaxFund, Platform Reksa Dana Online. Pada tahun 2018, Mirae meraih peringkat di IDX dalam Transaksi Saham; Peringkat 1 Berdasarkan Volume; Peringkat 1 Berdasarkan Frekuensi; Peringkat 3 dalam Jumlah Nilai Transaksi.

BEI Apresiasi Upaya Anggota Bursa

Strategi cerdas Anggota Bursa sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat Pasar Modal Indonesia di era new normal, menurut Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 BEI, Nur Harjantie, memang patut diapresiasi. Karena tidak mungkin self-regulatory organization (SRO) bisa berjalan sendiri dalam memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia.

Upaya Anggota Bursa dalam memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia juga bisa dilakukan dengan cara meningkatkan fasilitas guna mempermudah calon investor seperti pembukaan rekening saham secara online. Dengan demikian, bisa memperluas dan meningkatkan jumlah investor lokal.

“Hal ini membuat pasar modal Indonesia bisa lebih stabil kedepannya. Anggota Bursa sudah berusaha yang terbaik dan semoga bisa lebih ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,”ujar Nur Harjantie.

Eksistensi Anggota Bursa sudah sesuai dengan peran dan fungsinya di industri Pasar Modal Indonesia. Peran dan fungsi Anggota Bursa, Nur Harjantie menjelaskan, antara lain, pintu gerbang untuk menjadi investor di Pasar Modal serta menjadi jembatan dari investor untuk melakukan transaksi jual beli efek/surat berharga. Selain itu, Anggota Bursa memiliki lisensi khusus untuk melakukan jual beli surat berharga.

Nur Harjantie menyebut dari 59 Anggota Bursa (AB) di Jawa Timur, ada 12 perusahaan sekuritas saat ini yang aktif melakukan kegiatan edukasi  secara rutin melalui program Sekolah Pasar Modal. Sedangkan Anggota Bursa lainnya, melakukan edukasi sendiri meskipun tidak secara berkesinambungan.

“Yang jelas, setiap Anggota Bursa pasti melakukan edukasi karena nasabahnya membutuhkan pemahaman terlebih dahulu untuk bisa menjadi investor yang handal dan aktif bertransaksi di Pasar Modal,”tukasnya.

Tidak hanya mengadakan kegiatan edukasi secara online, BEI bersama Anggota Bursa rajin mengadakan Market Update, Pendalaman Produk Pasar Modal, Pendalaman Analisa Teknikal dan Fundamental serta Pengenalan Pasar Modal kepada berbagai lintas profesi seperti Guru, Pengusaha, komunitas difabel, mahasiswa, ikatan akuntan dan lain-lainnya.

Nur Harjantie menambahkan berkat kontribusi Anggota Bursa dalam memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia, sampai dengan Oktober 2020 jumlah investor di Jawa Timur menjadi 184.825 Single Investor Identification (SID). Jumlah investor ini mengalami kenaikan 45.638 SID atau 32,7 persen secara year to date. (noer soetantini)

Teks foto :

1.Webinar Zoom  satu diantara media digital yang dimanfaatkan Anggota Bursa untuk meningkatkan wawasan nasabah dan investor terkait kinerja perusahaan yang nilai sahamnya berpotensi terus naik.

2.Webinar Zoom yang dilakukan oleh Indo Premier dengan mengundang artis sekaligus Youtuber, Raditya Dika. Kehadiran artis diharapkan bisa menarik minat investor maupun masyarakat umum bergabung sambil mengasah wawasan soal perkembangan industri Pasar Modal Indonesia pada era new normal.

3.Kegiatan edukasi Indo Premier bersama nasabah dan investor  tentang belajar “Teknikal Saham” sebelum pandemi Covid-19 yang dilaksanakan secara tatap muka.

4.Melalui Webinar Zoom, Mirae juga memberikan edukasi terkait Analisa Fundamental yang dilaksanakan 4 Agustus 2020 lalu dan diikuti 70 peserta.

Foto : Titin, Dokumen IPOT dan Dokumen Mirae.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927