Perempuan

Aktivitas Kartini Era Digital Isi Kehidupan Harian

22-04-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Terinspirasi dengan perkembangan teknologi begitu pesat, hingga hampir tidak ada satupun area kehidupan yang tidak tersentuh oleh digital. Salah satu contohnya adalah jika pada jaman dahulu, R.A. Kartini perlu beberapa hari bahkan mingguan untuk mengirim surat pada sahabat penanya, di era teknologi multimedia ini, kita bisa mengirim pesan kepada teman atau keluarga kita dimanapun berada, dengan harga terjangkau dan cepat.

Kartini pun harus secara diam-diam membaca buku untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan segala inspirasinya. Namun tidak untuk saat ini yang begitu sangat instan mendapatkan informasi dan menyalurkan gagasan, melalui digital.

Dalam memperingati hari Kartini tahun ini, Hotel Fairfield by Marriott Surabaya mengundang pelajar perempuan dari sekolah perhotelan dan pariwisata serta mahasiswi jurusan komunikasi yang tersebar di universitas yang ada di Surabaya untuk berdiskusi “Kartini Digital”, Jumat (20/4/2018) lalu, bersama permbicara perempuan yang aktif dalam bidangnya melalui digital. Mbak Avy (@Mbak_Avy) senior blogger Surabaya memaparkan bagaimana sebuah blog mengambil sebagian besar aktivitasnya saat ini selain sebagai seorang ibu rumah tangga.

Menurut dia, media digital yang bagus untuk menceritakan banyak hal dengan gaya bahasa sendiri dan diperjelas melalui foto-foto yang disertakan, berdampak positif dengan seringnya dia diundang di berbagai acara. Sebagai seorang Instagram influencer Surabaya, juga dirasakan Claresta (@Clarestatok) betapa hebatnya dunia digital saat ini, segala aktivitasnya bisa disalurkan melalui media sosial.

Sebelumnya, hanya sekedar mengekspresikan diri lewat foto yang di-posting di instagram, kini mampu meraup cukup banyak keuntungan secara nominal melalui endorse atau paid promote. Berawal dengan kecintaanya dalam dunia fashion, Ella Trimurti (@EllaTrimurti) kini semakin banyak dikenal melalui media sosial instagramnya, kreatifitas yang ia unggah dimedia sosial ketika proses membuat karya desain yang unik dengan menggunakan bahan-bahan alam, semakin membuat netizen penasaran disetiap harinya. “Kita memang harus membuat orang melihat kreatifitas kita”, tuturnya.

Tiga staf Hotel Fairfield by Marriott Surabaya melakukan peragaan busana dari produk yang dihasilkan oleh Ella Trimurti tersebut dengan anggun dan mempertegas keunikan designnya yang bertema motif floral.

Di dalam studio meeting room Hotel Fairfield by Marriott Surabaya, 45 peserta perempuan sesekali menyeruput kopi dan teh yang sudah disediakan panitia sambil mendengarkan obrolan santai yang dipandu oleh Mbak Didi Cahya selaku penyiar radio di Surabaya dan seorang entrepreneur. Gelak tawapun semburat ketika mendengar celotehan Claresta dengan medoknya khas Suroboyo yang menceritakan komentar-komentar hatersnya di Instagram.

Begitulah dunia digital yang juga mempunyai sisi negatifnya. Ella Trimurti turut bercerita untuk bisa menjaga hasil karya kita dengan baik jangan sampai di-copy paste atau plagiat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Memang harus secara bijaksana kita memainkan media sosial ini, bisa sangat membantu karir dan kehidupan kita atau tidak menghasilkan apa-apa dan hanya menghabiskan waktu sia-sia”, ujar Mbak Avy blogger Surabaya. (nos)

Advertising
Advertising