Perempuan

Forum SIAP GERAK Gotong Royong Bantu Benahi Kota

30-10-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Peringatan Sumpah Pemuda di Kota Surabaya dimaknai lebih dinamis oleh para pemuda. Berbagai komunitas di Kota Pahlawan berkumpul di House of Sampoerna melalui Forum Urun Rembuk SIAP GERAK.

Dalam forum itu, mereka gotong royong untuk membantu mengatasi permasalahan masyarakat secara langsung di sektor lingkungan, pendidikan, ekonomi serta sosial budaya. Dalam forum SIAP GERAK, para pemuda berdiskusi serta mendata permasalahan di masyarakat untuk segera dilakukan tindakan nyata.

House of Sampoerna sendiri memberikan dukungan penuh gerakan para pemuda yang menghasilkan beberapa rekomendasi penting dalam penataan kota yang lebih baik. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda.

Inisiator SIAP GERAK, Shinta H Saputra menuturkan, forum ini merupakan embrio yang melibatkan banyak komunitas di Surabaya untuk bersama-sama menata serta mengatasi permasalahan di masyarakat. Mereka berkolaborasi dengan banyak pihak untuk diajak gotong royong dalam eksekusi aksi nyata di masyarakat.

“Ada yang melakukan bersih-bersih laut, membuat daur ulang sampah sampai mengajar di masyarakat,” ujar Shinta di sela-sela Urun Rembuk SIAP GERAK di Residence Room House of Sampoerna Surabaya, Minggu (28/10/2018) lalu.

Ia melanjutkan, para komunitas yang tergabung memiliki keahlian serta fokus yang berbeda-beda. Dengan keragaman itu, pihaknya ingin semua permasalahan yang masih terjadi di Surabaya bisa segera dibantu dengan aksi nyata yang dilakukan para pemuda.

Gerakan gotong royong ini, katanya, dirasakan penting bagi para pemuda. Makanya SIAP GERAK memilih House Of Sampoerna sebagai tempat berdiskusi bagi para mereka. Bangunan cagar budaya ini memiliki nilai historis tinggi di Indonesia dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Kami ingin para pemuda melihat kembali sejarahnya yang pantang menyerah,” jelasnya.

Sampai saat ini, katanya, sudah tercatat ada 40 komunitas yang sudah tergabung dalam SIAP GERAK. Mereka sebelumnya berjalan sendiri-sendiri untuk memberikan pengabdian pada masyarakat. Dengan ragam serta keahlian yang dimiliki, para komunitas itu akan bersinergi dengan semua pihak, baik itu pemerintah maupun pihak lainnya untuk bisa mewujudkan aksi nyata dalam membantu masyarakat.

“Dalam bergerak kami melakukan tabulasi permasalahan terlebih dahulu. Baru kemudian diputuskan tindakan yang akan diambil,” jelasnya.

Shinta juga menjelaskan, dalam edisi Urun Rembuk SIAP GERAK volume 1 ini dihasilkan berbagai kegiatan yang akan dilakukan. Salah satunya penataan Kali Surabaya, pendampingan belajar, pendampingan disabilitas serta kegiatan literasi dalam menyikapi berita hoax.

Di era milenial ini, lanjutnya, peranan pemuda sangat dibutuhkan untuk terlibat langsung di masyarakat. Makanya ada dua gerakan yang akan dilakukan, yakni secara online maupun offline.

“Platform baru segera disiapkan. Sosial media akan dijadikan ruang untuk menyerap kebutuhan masyarakat serta solusi yang bisa diberikan. Sementara untuk kegiatan offline yang kami lakukan rutin untuk bertemu di House of Sampoerna. Di dalamnya akan membahas dan berdiskusi tentang masalah yang akan dipecahkan bersama,” ucapnya.

Melalui gerakan pemuda di sosial media, katanya, diharapkan bisa menjadi mercusuar untuk menyerap banyak keluhan serta aspirasi masyarakat. Forum SIAP GERAK akan bergotong royong untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.

“Tentu tak semua masalah bisa diselesaikan pemerintah saja. Kami akan bersinergi untuk mengatasi masalah yang tak terdeteksi itu dari masyarakat, dan ikut membantu menyelesaikannya” jelasnya.

Pegiat Peduli Sungai Surabaya (PSS) Winardi menuturkan, selama ini komunitasnya menjadi jembatan bagi warga dan pemerintah untuk membenahi sungai. Mulai dari penataan sungai, pembersihan sampah serta pengecatan di sekitar area bantaran. (nos)

Teks foto :

Forum SIAP GERAK akan bergotong royong untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising