Perempuan

RUU PKS Belum Pasti Masuk Prolegnas Prioritas 2021

08-12-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Saat ini seluruh fraksi di DPR sepakat bahwa Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS)  masuk dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2021. Ini menurut Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas.

Namun, keputusan final terkait RUU usulan Prolegnas Prioritas 2021 akan diputuskan di Baleg pada bulan Januari 2021. Artinya, perkembangan dari RUU PKS ini belum pasti masuk Prolegnas Prioritas 2021. Oleh karena itu semua lapisan masyarakat perlu untuk terus mengawal proses ini.

The Body Shop bersama dengan berbagai pihak; dan Yayasan Pulih, Magdalene serta Key Opinion Leaders yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual, mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/ . Petisi TBS Fight For Sisterhood 500,000 tanda tangan petisi Stop Sexual Violence dilakukan sampai bulan Maret 2021 agar RUU PKS segera diputus menjadi undang-undang yang sah. 

The Body Shop Indonesia terus-menerus memperjuangkan semangat #TBSFightForSisterhood dengan menggelar kampanye bertema Shoes Art Installation The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood pada tanggal 26 November hingga 10 Desember 2020. Kegiatan tersebut berlokasi di Gedung Komisi Nasional Perempuan.

Shoes Art Installation The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood adalah sebuah konsep seni instalasi yang diinisiasi The Body Shop Indonesia menggunakan media sepatu sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan bagi perempuan dan pengesahan RUU PKS menggunakan media berupa sepatu dan pakaian dari publik pendukung dan penyintas mulai tanggal 26 November hingga 10 Desember 2020. 

Owner & Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, Selasa (8/12/2020), mengungkapkan, sejak tahun 1992, The Body Shop terus berupaya membawa perubahan-perubahan positif di bidang sosial dan lingkungan hidup selama kurun waktu 28 tahun. The Body Shop tidak hanya dikenal sebagai sebuah brand kosmetik, tetapi sebagai sebuah feminist brand yang aktif memperjuangkan kesetaraan hak asasi manusia bagi semua, khususnya perempuan dan anak hingga ke ranah hukum.

Beberapa kampanye yang telah dilakukan untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak adalah Stop Violence at Home (2004-2008) yang juga berkolaborasi bersama Komisi Nasional Perempuan dan Stop Child Trafficking (2009-2012). 

The Body Shop Indonesia senantiasa meneruskan perjuangan yang sudah sejak awal RUU PKS ini dibuat oleh Komisi Nasional Perempuan dengan mengambil peran, nilai dan pengalaman yang dimiliki, serta jejaring karyawan dan customer yang juga ikut mendukung perjuangan ini. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut berupa offline maupun online.

Public Relations and Community Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya, mengungkapkan, medium sepatu sangat kuat karena bisa mewakili masyarakat dari beragam unsur, gender, profesi, selera, latar belakang sosial dan ekonomi. Publik yang telah mengirimkan sepatu-sepatu mereka, mewakilkan dukungan mereka pada penyintas kekerasan dan menitipkan suara mereka untuk didengarkan.  

Shoes art instalasi ini berpihak pada penyintas dan menggunakan perspektif penyintas. Di dalamnya kita akan melihat berbagai cerita pengalaman sejumlah penyintas kekerasan seksual di Indonesia. Keragaman kasus yang ada dalam narasi instalasi ini tercakup dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, sebagai payung hukum yang kita harapkan dapat segera disahkan. 

Dalam instalasi ini seluruh identitas disamarkan. Sangatlah penting bagi semua pihak untuk memberikan ruang aman bagi penyintas, dan pada saat yang sama, tetap bisa mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang telah mereka alami. Instalasi ini ingin dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik atas darurat kekerasan seksual di Indonesia.

Art Director Dian Ina Mahendra mengungkapkan dalam shoes art installation tersebut terdapat cerita-cerita yang kemudian akan divisualisasikan dengan simbol sepatu dan pakaian korban serta munculnya area yang khusus diletakkan beberapa sepatu dan pakaian pengirim berdasarkan kategori cerita korban yang mengalami kejadian kekerasan seksual. Diharapkan melalui kampanye ini dapat mengingatkan masyarakat luas bahwa kekerasan seksual bisa terjadi kepada siapa saja, dimana saja, dan dalam kondisi apapun. (nos)

Teks foto :

Shoes Art Installation juga diharapkan mampu menggerakkan hati para konseptor legislasi di DPR untuk segera mengesahkan RUU PKS yang selama ini kita nantikan. 

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927