Perempuan

Bring Back Equality For Girls Dukung Kesetaraan Perempuan

19-03-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - The Body Shop Indonesia bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan proyek Bring Back Equality For Girls bertema “Creating Safe Space For Girls”, secara virtual, Jumat (19/3/2021). Kolaborasi ini bertujuan mendukung kesetaraan perempuan khususnya remaja perempuan untuk memperjuangkan haknya agar terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan seksual sekaligus meningkatkan kesadaran publik untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap perempuan melalui pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Melalui program Bring Back Equality For Girls, Plan Indonesia akan melanjutkan tongkat estafet perjalanan serta perjuangan The Body Shop Indonesia dalam kampanye Stop Sexual Violence yang sebelumnya telah diinisiasi sejak bulan November 2020. Hal ini menandakan bahwa perjuangan The Body Shop Indonesia belum selesai.

The Body Shop Indonesia akan terus berkomitmen untuk mengawal perjalanan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini hingga disahkan. Komitmen Plan Indonesia sejak awal adalah mendorong setiap warga negara untuk dapat menyuarakan dan menciptakan jalan yang setara bagi anak-anak dan kaum muda, terutama anak dan kaum muda perempuan.

Plan Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas anak dan kaum muda perempuan untuk perlindungan diri dan kemampuan untuk bersuara terutama di ruang digital, serta mengadvokasi hak mereka untuk hidup di lingkungan yang aman dan dilindungi oleh negara. Kolaborasi antara The Body Shop Indonesia dan Plan Indonesia ini diharapkan mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada kaum perempuan terutama anak dan kaum muda perempuan di Indonesia untuk mendukung pencegahan kekerasan seksual dan kesetaraan terhadap perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Owner & Executive Chairperson The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, mengatakan, pada November 2020, telah berkomitmen melanjutkan perjuangan komunitas, LSM serta aktivis yang sejak 2012 memperjuangkan pengesahan RUU PKS. Semua program yang dijalankan merupakan dukungan dalam bentuk edukasi dan advokasi publik bersama Yayasan Pulih, Magdalene.co, Makassar International Writers Festival dan beberapa Key Opinion Leader.

Meskipun kampanye Stop Sexual Violence ini akan berakhir di tanggal 7 April nanti, namun komitmen tidak akan berhenti sampai disini. “Kami akan terus menjalankan peran dalam advokasi publik serta mengawal proses pembahasan dan pengesahan RUU PKS yang saat ini sudah resmi masuk ke dalam Prolegnas Prioritas 2021 dengan semangat dan tekad perjuangan bersama-sama hingga RUU PKS benar - benar disahkan,”tukasnya.

Dalam kegiatan peluncuran tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, mengungkapkan bahwa dampak kekerasan berbasis gender dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang anak dan kaum muda perempuan. “Plan Indonesia berkomitmen memberikan perlindungan dan mendorong kesetaraan bagi anak perempuan. Satu diantaranya berkolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang aman yang setara bagi anak dan kaum muda perempuan. Kolaborasi ini merupakan upaya kami mengurangi angka kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Indonesia,” tambah Dini.

Program Analyst, Women, Peace, and Security, UN Women, Pomi Ayalew Moges,   mengatakan, pandemi telah menyoroti adanya ketidaksetaraan yang mencolok pada perempuan. Terlepas dari tantangan ini, perempuan, kaum muda, dan organisasi yang mewakili mereka memainkan peran penting dalam menanggapi pandemik Covid-19.

“UN Women Indonesia bangga mendukung inisiatif Bring Back Equality for Girls yang menyoroti kebutuhan penting untuk melibatkan perempuan muda dan jaringannya untuk memperkuat suara dan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua orang,”tukas Pomi.

Sementara Komisioner dan Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang,  mengatakan mewujudkan keadilan untuk remaja perempuan seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Hal ini seturut dengan 12 isu kritis Deklarasi Beijing plus Five tahun 1995 (Beijing Declaration and Platform for Action/BPFA) Poin 12; Anak-Anak Perempuan.

“Deklarasi ini merupakan acuan dalam pemajuan hak-hak perempuan yang masih relevan hingga saat ini,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Peluncuran proyek Bring Back Equality For Girls bertema “Creating Safe Space For Girls”, secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Foto : Titin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927