Perempuan

Rp.12 Milyar Untuk Mengentaskan PSK Di Jatim

06-05-2012

Surabaya, beritasurabaya.net - Dinas Sosial (Dinsos) Jatim diminta komisi E DPRD Jatim segera membentuk pokja pengawasan terhadap mantan wanita tuna susila (WTS) lokalisasi Bangunsari Surabaya yang berhasil dientas (dipulangkan dengan modal usaha Rp 3juta/orang).

"Pembentukan pokja itu diharapkan agar mereka tidak kembali terjerumus ke lembah hitam," kata Ketua Komisi E DPRD Jatim Sugiri Sancoko, Minggu (6/5/2012).

Keberhasilan pemprov mengentas ratusan mantan pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Dupak Bangunsari itu, diharapkan juga bisa dikembangkan di lokalisasi Tambak Asri-Kremil, Jarak-Dolly dan Moroseneng Surabaya.

"Kami minta ada pengawasan dari Dinsos dengan membentuk Pokja-Pokja di sekitar lokalisasi. Termasuk melakukan pembinaan terhadap mereka," ujar politisi asal Partai Demokrat ini.

Terkait besaran anggaran yang dialokasikan Pemprov Jatim dalam APBD Tahun 2011 sebesar Rp 12 miliar untuk program pengentasan WTS, menurut Sugiri sangat efektif.

Sebab berdasarkan data yang ada di Dinsos Jatim, dari jumlah total 414 orang WTS di lokalisasi Bangunsari, saat ini tinggal 70 orang saja. "Bicara persoalan sosial jangan menggunakan rumus efisen. Jadi program tersebut sudah berjalan cukup maksimal," imbuhnya.

Berhasil mengentaskan 140 PSK di lokalisasi Bangunsari, Dinsos Jatim kembali berencana memulangkan penghuni lokalisasi tersebut.Kini Dinsos tengah mengajukan sejumlah anggaran untuk bantuan permodalan atau uang saku melalui PAK APBD 2012.

Sementara itu, Kadinsos Jatim M Idrus mengatakan, selain bantuan permodalan, pihaknya juga mengajukan anggaran untuk pembinaan dan pelatihan untuk setiap PSK yang bersedia pilang.

"Pelatihan itu, bertujuan supaya saat kembali ke masyarakat, mereka memiliki keterampilan yang bisa dijadikan untuk buka usaha di kampungnya,"ujarnya.

Kegiatan atau keterampilan yang diberikan kepada mantan PSK itu antara lain keterampilan salon kecantikan, menjahit, katering, berdagang serta beberapa kegiatan sesuai dengan bakat yang mereka miliki.

Selesai mendapat pelatihan, mereka akan diberikan bantuan permodalan untuk mengembangkan usahanya. Nilai bantuan permodalan cukup variatif dan disesuaikan dengan jenis usaha yang ditekuni.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Jatim tahun ini miliki target akan mengentas dan memulangkan sebanyak 701 orang wanita tuna susila (WTS) ke daerah asal. Mereka tersebar di lokalisasi Surabaya (253 WTS), Banyuwangi (103 WTS) dan Tulungagung (345 WTS).

Dari total jumlah WTS sebanyak 7.121 orang se-Jatim yang tersebar di 47 lokalisasi (33 kabupaten/kota), berdasarkan data Biro Kesra Setdaprov Jatim, sudah berhasil dipulangkan sebanyak 345 WTS hingga akhir tahun 2011.

Mereka tersebar di Kabupaten Blitar 224 WTS dan Kota Surabaya 121 WTS. Mereka dapat bantuan modal usaha Rp 3 juta per WTS.(NR/Wsi)

Advertising
Advertising