Politik & Pemerintahan

Isentia Dukung Data Pemberitaan Anugerah Perhumas

29-11-2017

Bogor, beritasurabaya.net - Sejumlah lembaga pemerintah dan swasta meraih penghargaan di bidang komunikasi dalam ajang Anugerah Perhumas 2017, Senin (27/11/2017) lalu. Kegiatan yang merupakan bagian dari Konvensi Nasional Humas (KNH) Indonesia ini merupakan penghargaan definitif untuk insan maupun praktisi kehumasan di Indonesia.

Sebagai mitra Perhumas untuk ajang ini, Isentia, perusahaan media intelijen berbasis di Australia memberikan data terkait jumlah pemberitaan dari masing-masing kandidat yang telah dipilih Perhumas. “Kami rutin bekerjasama dengan Perhumas untuk penyelenggaraan kegiatan ini. Kami membantu dari sisi media monitoring agar penilaian terhadap penerima penghargaan bisa dilakukan secara lengkap baik dari sisi kualitatif maupun kuantitatif,” tutur Country GM Manager Luciana Budiman.

Sebelum menentukan penerima penghargaan untuk enam kategori ini, tambah Luciana, Isentia dan pihak penyelenggara merumuskan terlebih dulu kriteria-kriteria yang yang telah ditentukan dalam Anggaran Dasar Perhumas.

“Penentuan penerima Anugerah Perhumas harus didasarkan pada ukuran yang objektif, baik dengan menggunakan metode kualitatif maupun jumlah pemberitaan. Dari sisi kombinasi data media monitoring yang telah disusun Isentia dan diskusi secara intensif dengan Dewan Kehormatan Perhumas,” ujarnya.

Isentia melakukan proses pemantauan pemberitaan mengenai kandidat-kandidat tersebut selama satu tahun sebelum masuk ke tahap analisis dan pematangan keputusan bersama Perhumas.

“Data yang kami sediakan diperoleh dari pemberitaan media tradisional yang diambil dalam kurun waktu tertentu. Hasilnya lalu dibuat dalam bentuk laporan yang mudah dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan akurasinya. Selanjutnya dibahas dengan Perhumas. Di sini terjadi proses dialektika data,”tambahnya.

#IndonesiaBicaraBaik

Selain dari sisi penyediaan data, perwakiIan Isentia juga menjadi salah satu narasumber di hari kedua dalam topik Industri dalam Membangun Brand Indonesia: Dari Indonesia untuk Dunia. Mengangkat tema #IndonesiaBicaraBaik, media intelijen bisa dimanfaatkan untuk kampanye edukasi masyarakat digital agar berbicara hal-hal positif dalam menggunakan media sosial.

“Karakter asli bangsa kita adalah senang hidup rukun, berteman dan cenderung menghindari konflik, termasuk dalam menyampaikan opininya. Karakter asli ini yang harusnya dibawa dalam bermedia sosial. Karena itulah kampanye yang diangkat Perhumas ini sangat cocok dengan situasi psikologis masyarakat digital saat ini,”ungkap Business Development Manager Isentia Muhammad Zulkifli yang menjadi salah satu pembicara pada forum tersebut.

Zulkifli menambahkan, citra Indonesia di mata dunia sangat variatif bergantung dari segmen apa yang hendak dibidik. Ia mencontohkan salah satunya adalah Bali yang mendapat respon positif dari netizen berbagai negara sebagai “surga” para petualang.

“Posisi Bali yang sudah cukup kuat citranya sebagai destinasi wisata favorit kelas dunia harus terus dijaga. Salah satunya dengan memantau apa-apa saja yang dibicarakan mengenai Pulau Dewata ini oleh warga dunia. Dan apabila ada yang negatif, pihak humas Pemprov Bali bisa melakukan antisipasi.

Indonesia memiliki segmentasi pasar yang cukup luas. Menurutnya lagi, tiga besar target khalayaknya adalah wisatawan, pebisnis dan mahasiswa asing.

“Masing-masing memiliki strategi komunikasi yang berbeda satu sama lain. Dan ini tugas kita bersama untuk memberikan citra positif kepada dunia luar dengan membicarakan hal-hal positif tentang Indonesia,” tutupnya. (nos)

Teks foto :

Para penerima penghargaan di ajang Anugerah Perhumas 2017.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising