Politik & Pemerintahan

IRSA 2017 Apresiasi Tata Kelola Keselamatan Jalan

12-12-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Penganugerahaan Indonesia Road Safety Awards (IRSA) kembali digelar untuk kelima kalinya. Ini menyusul kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, acara penganugerahan IRSA 2017 digelar di Mandiri Tower, Jumat (8/12/2017) pekan lalu. Acara ini dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, SE.,M.UP., Ph.D; Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc; Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol Budi Setiyadi; Perwakilan dari Korps Lalu Lintas POLRI, Perwakilan Kementerian Kesehatan serta para bupati dan wali kota finalis IRSA 2017.

Ajang IRSA itu sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari pada program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye ”I Wanna Get Home Safely!”. Kampanye ini digagas dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah pusat, pemerintah daerah,lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Chief Executive Adira Insurance, Julian Noor, berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi.

Tercatat sebanyak 120 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2017. Dari 120 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten yang terpilih menjadi finalis IRSA 2017. 23 kota dan kabupaten finalis dipilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap short listing.

Selain itu, juga telah dilakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2017, yang bertujuan mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut.

Selanjutnya adalah penjurian. Adapun juri IRSA 2017 terdiri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya. Saat penjurian finalis akan memberikan penilaian melalui pemaparan finalis mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebijakan terkait dengan program tata kelola keselamatan jalan.

Penilaian IRSA selalu mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

“Kami sangat gembira melihat lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten setempat ketika mengikuti ajang IRSA ini. Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman.” jelas Julian.

Di tahun ini, IRSA mengusung tema ”Road Safety for Humanity”. Tema ini menjadi salah satu atribut penilaian pada kategori Excellent City yakni fasilitas pejalan kaki untuk masyarakat serta penyandang disabilitas yang nyaman dan berkeselamatan. Selain itu, pada acara penganugerahan penghargaan IRSA 2017 juga dibuat Difable Room yang dapat dirasakan langsung oleh para tamu undangan.

“Melalui IRSA, kami ingin mendorong pemerintah daerah untuk memenuhi serta menyediakan fasilitas pejalan kaki yang nyaman dan berkeselamatan bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, dengan tema yang kami angkat ini, juga turutmemperingati hari disabilitas yang jatuh pada tanggal 3 Desember lalu,” pungkas Julian. (nos)

Teks foto :

Ki-Ka : Dr. Imran Nur Ali SPKO (Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan); Kombes Pol. Hery Sasongko (Kasubdit Dakgar Bidang Gakum Korlantas Polri); Julian Noor (Direktur Utama Adira Insurance); Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro (Menteri PPN/Kepala Bappenas); Drs. Budi Setiyadi SH. MSI (Dirjen Perhubungan Darat), Kementerian Perhubungan dan Ir. Rahman Arief Dienaputra, M.Eng (Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Kementrian PUPR) pada Penganugerahan Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017 yang digagas oleh Adira Insurance.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising