Politik & Pemerintahan

2018, DPMPTSP Jakarta Targetkan Program Unggulan

13-01-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta targetkan beberapa program unggulan di tahun 2018. Program unggulan tersebut dilakukan melalui pengembangan inovasi layanan baik yang sudah dirasakan oleh masyarakat maupun pencapaian inovasi baru.

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi, Sabtu (13/1/2018), mengatakan target realisasi investasi PMDN dan PMA tahun 2018 dapat menembus angka Rp. 93,1 triliun, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta optimis dapat melampaui target, paling tidak menembus Rp.100 triliun. Dengan proyeksi lima tahun mendatang realisasi nvestasi di Jakarta dapat menembus Rp.1000 triliun.

”Kami juga menyelenggarakan perizinan/non perizinan secara elektronik (online) pada seluruh jenis izin/non izin dari kewenangan kelurahan sampai dengan kewenangan Provinsi. Selain itu, menggelar Jakarta Investment Centre (JIC) yang merupakan sebuah pusat pengembangan informasi dan pengetahuan mengenai investasi di Bidang Penanaman Modal,”ujarnya.

JIC, kata Edy, memiliki program-program yang bertujuan mempromosikan peluang investasi non-APBD dan kerjasama pemerintah badan usaha pada proyek-proyek prioritas dan potensial pemerintah. JIC akan memfasilitasi investor dengan ruang pertemuan VIP, information centre, teknologi augmented realty dan amfiteater serta semi-private coworking space untuk mempermudah investor memahami peluang investasi yang menarik diberbagai sektor di Jakarta.

Meski menerapkan teknologi modern, nilai- nilai kearifan lokal tetap menjadi hal utama dalam wajah pelayanan publik di DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta. Kearifan Lokal tersebut dikemas menjadi sebuah konsep yang dikenal dengan nama SETIA (Solusi, Empati, Tegas, Inovasi, Andal). Edy menerangkan, nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan dalam pelayanan dapat mengubah wajah birokrasi di Jakarta yang dahulu kerap mendapatkan stigma negatif seperti pelayanan yang kaku, berbelit, dan rumit menjadi birokrasi yang SETIA Melayani Jakarta.

“Selain menerapkan teknologi modern, pelayanan prima bagi masyarakat perlu diringi dengan sifat-sifat kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Kita harus mengubah stigma negatif tentang pelayanan birokrasi, sehingga kedepannya Jakarta bisa menjadi kota “primadona” bagi para investor baik lokal maupun asing. Yang tentunya akan berdampak langsung bagi kemajuan perekonomian di Jakarta,”pungkas Edy. (nos)

Teks foto :

HUT DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising