Politik & Pemerintahan

Akrobat Politik Jokowi Perlemah Nilai Tukar Rupiah

11-07-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi terus melakukan manuver politik untuk mendapatkan dukungan partai politik. Terakhir ia menghembuskan “angin surga” kepada Tuan Guru Bajang (TGB) atau Tuan Guru Zainul Majdi yang kader Partai Demokrat itu untuk menjadi Cawapresnya (Calon Wakil Presiden).

Sebelumnya Jokowi sudah mengantongi dukungan 8 partai politik (PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, PSI, PKPI, dan Perindo). Sementara kondisi perekonomian Indonesia tak kunjung membaik ditandai dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar masih berada pada level Rp 14 ribuan bahkan dikhawatirkan akan tembus angka Rp 15.000.

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra, Anggawira mengatakan akrobat politik yang dilakukan Jokowi itu melupakan upaya perbaikan ekonomi sehingga nilai tukar Rupiah terhadap dolar terus melemah.

Jokowi sudah lupa tugasnya untuk memperbaiki ekonomi di sisa masa jabatannya. Karena itu, nilai tukar Rupiah masih tetap terpuruk. Jokowi sibuk berakrobat politik, hembuskan “angin surga” ke semua partai guna mencari dukungan partai politik dalam menghadapi Pilpres 2019,”kata Anggawira saat ditemui wartawan, Rabu (11/7/2018), di Jakarta.

Anggawira mengatakan Indonesia membutuhkan kepemipinan baru untuk memperkuat nilai tukar Rupiah. “Kita membutuhkan kepemimpinan baru yang segera memperbaiki perekonomian, yang bisa membangun pondasi perekonomian kita dengan kokoh. Sehingga nilai tukar Rupiah kuat dan stabil,” kata Anggawira. (nos)

Teks foto :

Juru Bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising