Politik & Pemerintahan

Kejar Target Pajak, BPRD DKI Razia Kendaraan

22-11-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Razia Gabungan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya, PT. Jasa Raharja, Bank DKI dan Diskominfo DKI Jakarta kembali merazia kendaraan bermotor terkait pengesahan STNK serta sosialisasi program penghapusan sanksi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan sanksi administrasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Kepala Unit Samsat Jakarta Utara, Robert L. Tobing mengatakan razia kendaraan ini ditujukan mendongkrak pencapaian target pajak hingga akhir tahun, Rp1,471 triliun. Penerimaan pajak sampai saat ini tercapai 87 persen atau sekitar Rp 1 triliun dan tinggal 13 persen saja.

“Kita optimis, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik, penerimaan yang ditargetkan bisa didapat semuanya karena memang estimasi kita 99,8 persen target penerimaan tercapai. Dan meraih 0,2 persen itu tidak begitu sulit, kita perlu upaya lebih misalnya dengan door to door,” kata Robert L. Tobing.

Robert berharap masyarakat akan lebih sadar dan taat bayar pajak dengan adanya program razia yang diiringi juga sosialisasi penghapusan sanksi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan sanksi administrasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

"Kita berharap dengan kegiatan ini akan ada efek domino atau multiplier nya. Kegiatan kita ini bertujuan agar wajib pajak dapat membayarkan pajaknya, masyarakat yang memiliki denda keterlambatan pajak dapat memanfaatkan program ini untuk membayarkan kewajiban pajaknya yang akan ditagihkan pokok pajaknya saja," ujarnya.

Robert menambahkan kendaraan bermotor yang terjaring razia akan dipermudah untuk segera membayarkan pajak. Untuk itu, telah disediakan tempat pembayaran pajak berupa Samsat Keliling (Samli). (nos)

Teks foto :

Kepala Unit Samsat Jakarta Utara, Robert L. Tobing.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising