Politik & Pemerintahan

Indonesia Utamakan Anak-Anak di Forum Politik PBB

15-07-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Pemerintah Indonesia menyatakan janjinya untuk berinvestasi pada anak-anak di Markas Besar PBB di New York, AS, Senin (15/7/2019). Forum yang disebut HPLF ini merupakan pertemuan tahunan dan berlangsung pada 9-18 Juli untuk mempertemukan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk kaum muda, untuk membahas bagaimana mempercepat kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, dengan fokus tahun ini pada pendidikan (SDG 4) dan masyarakat yang damai, termasuk mengakhiri kekerasan di sekolah (SDG 16).

"Tidak meninggalkan seorang pun, adalah jantung dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, dan di Indonesia kami telah menambahkan fokus khusus untuk tidak meninggalkan seorang anak pun. Ketika hak-hak anak dihormati, dilindungi dan dipenuhi, pada akhirnya, masyarakat kita akan mendapat manfaat dari meningkatnya keamanan, berkelanjutan, dan kemajuan manusia,”kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro.

UNICEF dan Pemerintah Indonesia memimpin dialog tingkat tinggi di HLPF yang berlangsung di New York, hari ini, tentang bagaimana mempercepat kemajuan menuju SDGs dengan berfokus pada Konvensi PBB tentang Hak Anak (CRC). Indonesia menjadi pemimpin dalam perencanaan SDGs yang berfokus pada anak dan membagikan peta jalan mereka dengan negara lain.

Indonesia menjadi tuan rumah acara side event Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan (HPLF) dengan UNICEF, Vietnam, Ghana, Komite PBB tentang Hak-Hak Anak, dan Lembaga yang Berfokus pada Anak.

“Saya memuji Indonesia karena pelaporan SDGs yang berfokus pada anak-anak, melalui upaya khusus untuk menghasilkan data terpilah tentang anak-anak, dan laporan barunya dengan skenario SDG 2030 untuk anak-anak, dengan memproyeksikan kemajuan SDG jangka panjang di antara anak-anak, mengikuti laporan SDG Baseline Report on Children yang diluncurkan disini dua tahun silam,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam sambutannya.

Pada sesi tersebut, dua laporan baru dirilis tentang cara mencapai SDGs di Indonesia. "Achieving the SDGs for Children in Indonesia: Emerging findings for reaching the targets" memetakan apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hak-hak anak sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi tujuan pembangunan global. Sementara itu, "Roadmap of Indonesia SDGs: A Highlight" menjelaskan bagaimana rencana Pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Beberapa tujuan utama untuk anak-anak termasuk Sasaran 4: Pendidikan Berkualitas dan Sasaran 16: Perdamaian, Keadilan dan Institusi-Institusi Kuat, yang mencakup penghentian segala bentuk kekerasan terhadap anak-anak.

Dalam upaya menunjukkan beberapa cara di mana Indonesia mengadopsi fokus anak untuk pencapaian SDGs, Menteri Brodjonegoro menguraikan contoh-contoh program yang berpusat pada anak seperti Kartu Pintar Indonesia. Kartu Pintar telah membantu 20,1 juta siswa untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sekolah utama. Indonesia juga sedang menyelesaikan Strategi Nasional untuk mengembalikan siswa yang putus sekolah kembali ke bangku pendidikan, dan memastikan anak-anak dimana pun di negara ini dapat memiliki hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas terpenuhi. (nos)

Advertising
Advertising