Olah Raga

Flying Wheel Tundukkan Mahameru

18-11-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Pertemuan Flying Wheel Makassar kontra Nusanet Mahameru Surabaya memang layak menyandang status big match Jawa Pos - Honda Pro Tournament 2017, Sabtu (18/11/2017). Berlangsung sengit, Flying Wheel sukses memenangkan laga ini dengan skor 80-67.

Laga ini berjalan sangat ketat sejak kuarter pertama. Saling kejar poin menjadi pemandangan yang sangat menghibur penonton yang hadir di DBL Arena. Flying Wheel mengandalkan pergerakan Andy “Batam” Poedjakesuma, Viton Nolan, Kevin Loiselle dan Curtis Owen Washington.

Dari kubu Mahameru mereka memiliki pemain senior I Made “Lolik” Sudiadnyana serta dua pemain asing Matthew Adekponya dan Ante Hrvatsko Mioc. Lolik dan kawan-kawan memang berhasil merebut kuarter pertama dengan keunggulan 18-15.

Namun Flying Wheel mampu membalikkan keadaan setelah mencetak 27 poin pada kuarter kedua. Anak asuh Suharto Sudarju ini menutup kuarter kedua dengan keunggulan sangat tipis 35-33.

Layup Owen Washington membuka kran poin Flying Wheel pada kuarter ketiga. Setelah itu pertandingan berlangsung sangat seru dan menghibur dengan Matthew Adekponya sebagai bintangnya. Pemain berambut gimbal ini mengundang decak kagum lantaran sering melepaskan tembakan tiga angka. Kuarter ketiga berakhir imbang 53-53.

Pertarungan sengit kembali dipertontonkan kedua tim pada kuarter pamungkas. Sempat unggul 69-65 pada dua menit terakhir di kuarter keempat, Flying Wheel akhirnya memenangkan pertandingan ini dengan skor 80-67.

Kevin Loiselle dan Owen Washington menjadi bintang kemenangan Flying Wheel di pertandingan ini.  Washington mengemas 26 poin. Sedangkan Loiselle dengan 24 poin. Sementara Matthew Adekponya menjadi mesin serangan Mahameru dengan catatan 35 poinnya.

Pemain senior Andy “Batam” Poedjakesuma memuji penampilan pemain muda Flying Wheel. Batam melihat ada banyak pemain berpotensi di tim ini. "Tahun ini banyak pemain muda potensial. Materi tahun ini lebih komplet," sebut Batam.

Batam juga menyinggung perannya di Flying Wheel. Selain menjadi guru bagi pemain muda, tugas lain Batam adalah stabilisator antara pemain lokal dan asing. "Karena tidak ada pemain yang pengalaman, mereka (pemain asing) bisa bermain seenaknya sendiri," tutup Batam. (nos)

Teks foto :

Kevin Louiselle dari Flying Wheel Makassar (dua dari kiri) dalam lanjutan Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2017 melawan NusaNet Mahameru Surabaya, Sabtu (18/11/2017).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising