Olah Raga

Garuda Baru, Indonesia Goes To SCWC Rusia

07-05-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Setelah sukses berpartisipasi pada Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2014 di Brazil, kini Indonesia kembali mengirim bakat-bakat terbaik dari anak-anak jalanan yang tergabung dalam Tim Garuda Baru untuk berlaga di ajang internasional Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moscow, Rusia, 10-18 Mei mendatang.

Tim Garuda Baru beranggotakan 9 anak dengan talenta unggulan yang memilki latar belakang pernah terkoneksi dengan kehidupan jalan; pernah bekerja atau rentan turun ke jalan. Garuda Baru merupakan sebuah inisiasi untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepakbola.

Program ini digagas oleh tiga lembaga sosial, yakni Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), Kampus Diakoneia Modern (KDM) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA). Tujuan utamanya adalah membawa perubahan sosial dalam masyarakat, khususnya bagi anak-anak jalanan lewat sepak bola.

Bersama dengan 24 Tim Nasional dari 21 negara di seluruh dunia, Garuda Baru bakal berkompetisi secara sehat sekaligus menyuarakan satu pesan mengenai hak anak, hak yang selayaknya dimiliki anak-anak yang selama ini berada di jalan. Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut mengungkapkan lewat SCWC ini anak-anak jalanan tidak hanya bisa menyalurkan kegemaran mereka bermain sepak bola, melainkan juga  memiliki pengalaman baru serta berkesempatan mewujudkan cita-cita.

“Melalui SCWC anak-anak jalanan mampu menyuarakan hak-hak mereka pada proses konferensi anak di saat acara berlangsung. Mereka bisa berteman dengan anak-anak dari negara lain dan saling berbagi cerita dan pengalaman hidup, yang menjadi sumber inspirasi dan cerita bagi anak-anak lain yang masih mengalami keterbatasan sosial ekonomi untuk berani mengejar cita-cita,” ujar Mahir.

Tim Garuda Baru sebelumnya telah menjalani tiga tahapan seleksi dan serangkaian pelatihan selama 8 bulan terakhir. Untuk mengoptimalkan persiapan, masa karantina juga dilakukan sebelum keberangkatan Tim Garuda Baru yakni 30 April-6 Mei 2018 di Pusdiklat SAG di Megamendung, Bogor. Meski demikian, Mahir mengaku pembinaan yang diberikan tidak melulu mengenai latihan fisik dan sepak bola, melainkan juga soft skill yakni pendalaman ilmu pengetahuan dan wawasan umum.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambut optimis keberangkatan Tim Garuda Baru. Dukungan ini ia sampaikan saat tatap muka dengan Tim Garuda Baru di Balai Kota, Senin (7/5/2018).

“Kegiatan ini sangat positif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh keberangkatan Garuda Baru ke SCWC. Garuda Baru bukan hanya menjadi wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Ini sangat membanggakan. Selain itu, melalui Garuda baru juga mereka mendapat pendidikan yang baik, bisa mandiri dan punya karakter (akhlaknya),”tutur Anies.

Tim Garuda Baru rencananya akan tiba di Rusia pada Kamis (10/5/2018). Sementara pengundian grup akan dilakukan pada Jumat (11/5/2018). Beberapa Negara yang ambil bagian dalam  SCWC 2018 ini, antara lain, Belarus, Bolivia, Brazil, Burundi, Canada, Mesir, Inggris, India, Indonesia, Kenya, Liberia, Mauritius, Mexico, Nepal, Uzbekistan, Russia, Pakistan, Filipina, Tanzania, Tajikistan, Amerika. Pada SCWC 2014 di Brazil, Timnas Putra Garuda Baru berhasil keluar sebagai juara grup mengalahkan Mesir, Brazil, LIberia dan Afrika Selatan. Tim Garuda Baru juga mendapat penghargaan sebagai "Best tim Spirit Award".

Sementara berbicara mengenai peluang juara di SCWC 2018, Pelatih Garuda Baru dari Universitas Negeri Jakarta, Wahyu Kurniawan mengaku yakin tim asuhannya akan menunjukan kemampuan terbaiknya. Pasalnya progres latihan yang selama ini dilakukan menunjukan peningkatan yang signifikan dan semua pemain Garuda Baru sudah memilik materi sepak bola yang cakap.

“Dari 9 anak yang akan bertanding di Rusia, 5 diantaranya sudah dibina lebih dari 3 tahun oleh Garuda Baru. 4 orang anak lainnya juga sudah menjalani pelatihan selama lebih dari setahun. Daya tahan tubuh masing-masing pemain semakin baik setiap harinya, ini dilihat dari hasil uji Beep Test yang  kami lakukan secara berkala,” ujar Wahyu.

Senada dengan Wahyu, optimisime datang dari Mahir. Menurutnya apapun hasil dari pertandingan SCWC nanti, Garuda Baru pasti sudah berjuang mempersembahkan yang terbaik demi merah putih.

“Uniknya event SCWC adalah kita tidak pernah bisa membaca dengan pasti peta kekuatan negara peserta lain. Namun, Garuda Baru sejauh ini sudah melakukan usaha yang terbaik dalam masa persiapan. Kami optimis anak-anak akan bermain baik dan optimal. Prestasi adalah bonus dari cara bermain yang baik saat di lapangan,”pungkas Mahir.

Selain belaga pada pertandingan sepak bola, kesembilan Garuda Baru juga akan unjuk gigi menampilkan pertunjukan kesenian berupa tarian daerah Indonesia. Mereka akan membawakan tari betawi dari DKI Jakarta, tari piring dari Sumatera Barat, dan tari mambri asal Papua.

Belajar Disiplin, Komitmen dan Kerjasama dari Garuda Baru

Tidak pernah terlintas dalam benak Krisna Sugina mendapat kesempatan emas menyambangi Negara Rusia untuk bertanding sepak bola. Krisna, begitu ia akrab disapa ini mengaku kaget bukan main ketika mendapat kabar lolos seleksi Tim Garuda Baru dan ikut serta dalam Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moscow, Rusia, 10-18 Mei mendatang.

“Saya kaget dan tidak menyangka karena teman-teman yang lain juga punya kemampuan yang sama baiknya. Sebelumnya kakak perempuan saya juga sudah pernah ikut SCWC ke Brazil (2014), Saya jadi makin termotivasi untuk berlatih sepak bola agar bisa seperti kakak saya,” ujar Krisna.

Pelajar Sekolah Terbuka SMP N 252 Jakarta Timur ini memang lahir dari keluarga yang sederhana. Ayah Krisna berprofesi sebagai pengepul barang rongsok dan sampah. Sejak usia 6 tahun, Krisna sudah membantu perekonomian keluarganya mulai dari mengumpulkan barang rongsok dan sampah, menimbang, memilah, dan mengepak barang. Krisna juga kerap menjadi kuli paruh waktu di pasar.

Bersama kedua orang tuanya, 1 kakak dan dua adiknya Krisna tinggal di Kawasan Pemukiman Pemulung di Bintara Jaya, Kota Bekasi. Meski demikian di sela kesibukannya sekolah dan membantu ayahnya bekerja, Krisna selalu menyempatkan diri berlatih sepakbola. 

“Dari sepak bola dan Garuda Baru saya dapat banyak peluang untuk belajar banyak hal. Saya bisa belajar kerjasama, disiplin, dan komitmen,”kata penggemar Cristiano Ronaldo dan Evan Dimas ini.

Kecintaannya Krisna pada si kulit bundar dan besarnya mimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional membuatnya gigih berlatih mempersiapkan diri. Krisna rutin mengikuti setiap sesi latihan yang sudah disiapkan oleh pelatih Garuda Baru. Mulai dari sesi latihan di site, latihan fisik (squad, plank, push up, sit up) latihan tambahan di rumah, semuanya ia tekuni dengan semangat demi merah putih di SCWC 2018. Tidak hanya itu, Krisna pun tidak ragu ambil bagian dalam atraksi seni yang juga merupakan bagian dari SCWC 2018 yakni latihan menari dan persiapan konferensi.

“Saya Ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia dengan menjadi juara dan bermain sebaik mungkin. Saya juga ingin menyuarakan hak-hak anak yang masih belum terpenuhi di Indonesia bersama dengan teman-teman lain dari banyak negara,” tandas Krisna penuh semangat. (nos)

Teks foto :

Garuda Baru bukan hanya menjadi wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Mereka berpamitan ke Gubernur DKI Jakarta sebelum bertolak ke Rusia.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising