Olah Raga

J7S Sukses Jadi Wadah Pembinaan Sepak Bola

24-11-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Turnamen sepak bola internasional usia dini, Jakarta Seven Soccer (J7S) telah rampung digelar di lapangan Persija Academy Football Field (PAFF), Pulomas, Jakarta Timur, 23-24 November 2019. Pada partai pamungkas J7S 2019, tim-tim dari Indonesia mengokohkan dominasinya dengan menjuarai ajang ini di berbagai tingkatan.

Di kategori U-10 gold yang menjadi level tertinggi, SSB Swasco asal Kota Bandung berhasil menjadi kampiun. Sedangkan, Akademi Sepak Bola Talas Muda (Astam) tampil sebagai juara J7S pada kategori U-12 gold.

Sementara dalam kategori kelompok umur yang lebih tinggi, yakni U-14 gold, tim asal Kota Kembang juga berhasil menjadi kampiun usai menundukkan Brazilian Soccer Schools  (BSS) PIK pada laga terakhir yang berkesudahan dengan skor 4-2.

Managing Director Inafootball, Hendra Marjuki, bersyukur dan bangga usai menyelesaikan rangkaian turnamen J7S kategori usia 10, 12, dan 14 tahun untuk edisi 2019 ini. Menurutnya, turnamen J7S disambut antusias. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang membeludak dalam perhelatan perdana ajang tersebut.

Sambutan yang positif tersebut membuat Inafootball makin serius untuk menggelar ajang serupa tahun depan dengan kualitas yang lebih baik. Dengan demikian tujuannya dalam fokus pembinaan sepak bola usia dini di Tanah Air terus membaik. Bukan saja dari kuantitas, namun juga kualitasnya.

“Ke depan ajang ini kualitasnya harus terus meningkat. Diharapkan jumlah peserta dari luar negeri bisa meningkat menjadi 50:50. Jadi J7S bisa dimanfaatkan untuk ajang mencari pengalaman bagi seluruh SSB atau akademi di berbagai penjuru Indonesia dan mewujudkan impian anak-anak daerah untuk bisa berkompetisi di tingkat internasional," ujar Hendra.

Senada dengan Hendra, Andre Picesa yang berhasil membawa timnya, Astam U-12 menjadi juara di level gold, berpendapat turnamen semacam ini sangat bagus digelar di Tanah Air. Menurutnya, semua tim di Indonesia memiliki kesempatan dan pengalaman luar biasa karena bisa bersaing dengan akademi-akademi sepak bola dari negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Ia juga menyebut jika gelar juara pada ajang semacam ini merupakan bonus bagi anak-anak atas perjuangannya di lapangan. Lebih dari itu, pemain mendapat banyak pelajaran berharga, dari sisi perkembangan kemampuan setiap pemain, sikap di lapangan dan sikap para pemainnya.

Hal itu juga berguna bagi bekal anak-anak ke depan dalam mengejar cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional. Selain itu, kejuaraan ini bisa dimanfaatkan sebagai kompetisi pembinaan usia dini secara berjenjang.

Terlebih, tahun depan rencananya ajang serupa bakal menambah kategori umum menjadi enam, mulai dari U-9, U-10, U-11, U-12, U-13, dan U-14. Hal itu membuat tim memiliki tujuan yang jelas. Mereka jadi mempunyai program jangka panjang guna mengembangkan timnya.

Kepuasan lain ditunjukkan langsung oleh Manajer dari SSB Swasco U-10, Agung Siswadi yang memboyong Swasco ke Jakarta untuk mengikuti turnamen skala internasional pertama kalinya. Ia menyebut ajang ini memberikan kegembiraan tersendiri bagai anak-anak dalam bermain sepak bola. terlebih, mereka mendapatkan teman baru dari berbagai daerah baik dari Indonesia mau pun luar negeri.

Dalam turnamen ini,  seluruh tim dari kategori U-10, U-12, dan U-14 mendapatkan kesempatan tampil pada babak semifinal dan final dalam level yang berbeda. Level satu atau gold level berisikan tim yang berada di posisi teratas grup.

Sementara posisi kedua level silver, ketiga level bronze, klasemen keempat di plate level, posisi kelima ada di level steel. Seluruh tim dapat merasakan atmosfer dan kegembiraan menjadi juara dalam ajang ini sesuai levelnya masing-masing. (nos)

Teks foto :

Pada partai pamungkas J7S 2019, tim-tim dari Indonesia mengokohkan dominasinya dengan menjuarai ajang ini di berbagai tingkatan.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising