Olah Raga

Geluti Dunia Racing, Andika Rama Juara HRSC

04-09-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Andika Rama Maulana sukses mencatatkan total 141 poin dalam ajang Honda Racing Simulator Championship (HRSC) selama 6 seri. Dengan perolehan poin tersebut, Rama meraih juara pertama HRSC kelas Profesional dan mendapat hadiah Rp20 juta.

Dalam Webinar Honda Prospect Motor sekaligus pengumuman para pemenang HRSC Kelas Profesional dan Amatir, Jumat (4/9/2020), Rama mengatakan ada beberapa tantangan yang dihadapi selama mengikuti HRSC terutama pada seri tiga di Sirkuit Virtual Silverstone.

”Saat seri tiga, alami start jelek. Untuk Racing Simulator berikutnya, mungkin bisa diatur lagi durasi balapannya, maksimal 30 menit. Kemarin 40 menit kelamanaan, kalau 30 menit fightbisa lebih intens lagi,”tukasnya.

Meraih posisi pertama kelas Profesional ini, menurut Rama, tidak lepas dari pengalaman yang diperoleh selama 10 tahun. Bahkan Rama tercatat menjadi tim racing e-sport di Singapura.

Sejak 2010, dirinya serius menekuni dunia racing “Ikut Racing Simulator ini bukan sekadar hobi tapi juga passion yang menghasilkan. Karena sejak kecil sudah bercita-cita jadi pebalap dan yang murah ya lewat Racing Simulator. Soal penghasilan dari dunia ini tergantung berapa hadiah dari penyelenggara atau berapa lam dikontrak tim racing,”papar Rama.

Rama berhasil mengumpulkan poin tertinggi setelah berhasil menyapu gelar juara pertama di 5 dari 6 seri yang digelar. Meskipun demikian, gelar tersebut diraih setelah bersaing ketat dengan Jaka Siswoyo serta pembalap lainnya di keseluruhan seri, namun Rama berhasil finish dengan selisih waktu yang sangat ketat.

Sementara itu, posisi kedua di kelas profesional berhasil ditempati oleh Jaka Siswoyo dengan total 125 poin sementara posisi ketiga ditempati oleh Ferris Stanley dengan total 100 poin.

Untuk di kelas Amatir, Riyan Adisaputra berhasil keluar sebagai juara pertama di ajang ini setelah mengumpulkan total 111 poin, Gelar ini juga diraih Riyan Adisaputra melalui perjuangan ketat, setelah pada seri pertama finish di urutan belakang dan kemudian berhasil merebut gelar juara di tiga seri berikutnya.

Persaingan yang ketat di seri akhir membuat Riyan finish di posisi ketiga, meskipun pada akhirnya tetap berhasil mengumpulkan poin tertinggi. Riyan mengatakan persiapan mengikuti HRSC kisaran 2 minggu antara seri pertama ke seri berikutnya.

”Untuk mengintensifkan latihan harus membagi waktu mengingat siang bekerja. Jadi latihan bisa sampai jam 1 atau jam 2 dini hari jelang pelaksanaan HRSC. Namun untuk menekuni dunia ini baru September 2019. Ini hanya hobi dan apakah bisa dijadikan profesi, tergantung ke depan Racing Simulator berkembang seperti apa,”tukasnya.

Dengan meraih juara pertama, Ryan mengantongi hadiah Rp5 juta. Sementara itu, Raditya Hendarmo berhasil meraih posisi kedua dengan total poin sebanyak 96 poin dan Alfan Dani berada di posisi ketiga dengan total 87 poin.

Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan, aktivitas balap virtual ini sejalan dengan semangat 'Everyone Can Race' yang bertujuan agar semakin banyak orang dapat menikmati kesenangan dalam balapan.

”Dari 6 seri yang berlangsung kemarin juga terlihat bahwa ajang balap virtual ini menyajikan persaingan yang sangat ketat dan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk dapat bersaing secara terbuka, serta menjadi alternatif tontonan bagi para pencinta balap di masa pandemi ini,”tukasnya.

HRSC diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh PT Honda Prospect Motor bekerjasama dengan HM Engineering. Sebanyak 232 pendaftar telah mengikuti babak kualifikasi dan 60 peserta yang dinyatakan lolos dari babak kualifikasi. Mereka dibagi ke dalam dua kelas, yakni kelas Profesional dan kelas Amatir.

Owner HM Engineering, Harris Muhammad, mengatakan, dalam gelaran HRSC pihaknya dibantu 5 ahli yang punya spesialisasi berbeda-beda di bidang racing berstandar internasional. Seperti Harley Hamnett dari Australia sebagai main admin, steward, designer; Cameron Rodger dari Inggris bertindak sebagai Broadcast Director, Commentator, Steward, Technical Advisor; Felix van Delft dari Belanda sebagai Broadcaster, Commentator; Thomas Lentz dari Jerman sebagai Broadcaster, Technical Broadcaster, Designer dan Rene Buttler dari Jerman bertugas sebagai komentartor.

”Kami juga sangat didukung Honda Prospect Moor melalui saran dan kritik untuk setiap seri sehingga terus diperbaiki pada seri berikutnya. Sedangkan software simulator yang digunakan adalah yang natural bukan untuk games. Software ini memang dipakai untuk latihan bagi pebalap pro. Sebagai 'komunikasi' antara racer dan simulator yakni setir. Jika terjadi seperti selip, racer bisa merasakan setir seperti ketarik. Jadi racer bisa mengendalikan mobil dengan sempurna,”papar Harris. (nos)

Teks foto :

Para juara HRSC kelas Profesional.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising