Pendidikan

CommTech, Diskusi dan Pecahkan Masalah Lokal

12-07-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Community and Technological Camp (CommTech Camp) Highlight didesain sebagai wadah mendiskusikan dan memecahkan masalah lokal dengan menggunakan pengetahuan global. Ide-ide dan pikiran-pikiran yang akan didiskusikan selama program ini ditujukan untuk mengatasi tidak hanya masalah lokal dalam konteks Indonesia, tetapi juga dalam konteks negara peserta.

Hal tersebut disampaikan Program Coordinator Director of ITS International Office, Dr. Maria Anityasari, Rabu (12/7/2017), di sela pembukaan CommTech Camp Highlight 2017.

Maria mengatakan CommTech merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh ITS International Office sejak tahun 2012. Dan tahun ini merupakan yang ke-7 dengan jumlah peserta 45 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, staf dan dosen perwakilan dari berbagai universitas.

”Mereka akan mengikuti program ini selama 14 hari mulai hari ini hingga 25 Juli. Program ini bertujuan memperkenalkan ITS sebagai salah satu institut teknologi terbaik di Indonesia kepada masyarakat di seluruh dunia,”ujarnya.

Banyak yang berbeda pada CommTECH Camp Highlight 2017 dibandingkan dengan kegiatan serupa sebelumnya. Pada CommTECH kali peserta datang dari berbagai negara seperti China, Filipina, Brunei, Thailand, Vietnam, Japan, Singapore dan juga dari Australia, German, Russia, dan berbagai negara lainnya. Dengan tetap mengkombinasikan antara budaya dan teknologi, CommTECH Camp Highlight 2017 menawarkan 2 courses yang dapat dipilih oleh peserta, yakni “Sustainable Urban Water Management” and “Smart City”.

Departemen-departemen yang ada di ITS berkontribusi secara aktif dalam penyampaian materi ke peserta. Masing-masing peserta akan mempelajari lebih detail mengenai topik yang telah mereka pilih. Tak lupa pula, para peserta tetap mendapatkan sentuhan budaya Indonesia dalam program ini, seperti belajar Bahasa Indonesia, belajar tari dan musik tradisional, dan permainan tradisional.

Maria menjelaskan sebagai bentuk komitmen program ini berdampak pada Surabaya dan sekitarnya, pihaknya melibatkan banyak pihak. Salah satu contohnya, sesi belajar musik dan tari tradisional, kami bekerja sama dengan SDN Rangkah VI dan SDN Rangkah VII sebagai salah satu sekolah yang masih tetap mempertahankan ekstrakurikuler seni-seni tradisional.

ITS juga bekerjasama dengan beberapa kampung yang tersebar di Surabaya, seperti Kampung Tempe, Kampung Kue, dan Kampung Herbal untuk agenda “Kampong Tour” di mana kegiatan ini berupa mengunjungi kampung-kampung dan mencoba beberapa produk unggulan yang diproduksi oleh kampung tersebut. Tidak hanya berkunjung, peserta juga mendapat kesempatan melihat proses produksi secara langsung dari produk serta memberikan saran dan kritik dari proses produksi maupun produk tersebut.

Selanjutnya, peserta juga diajak mengunjungi beberapa dinas pemerintahan yang berkaitan dengan courses yang mereka pilih, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya (Dispendukcapil), Dinas Perhubungan dan berbagai dinas lainnya. Peserta diperkenalkan secara langsung mengenai kasus-kasus yang terkait courses yang mereka pilih.

”Hasil dari program ini antara lain meningkatnya jumlah short program antara ITS dengan beberapa universitas seperti ASEAN Student Camp 2014 dengan KMUTT Thailand, Asian Global Development Camp 2015 dengan Shantou University Business School, China, dan beberapa program lainnya,”tambah Maria. (nos)

Advertising
Advertising