Pendidikan

17 Negara Hadiri CommTech

13-07-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Sebanyak 45 peserta dari 17 negara hadiri Community and Technological (CommTech) Camp ke-7. Acara yang diadakan International Office (IO) atau Direktorat Hubungan Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bertujuan untuk berbagi pemikiran dan menyelesaikan masalah tentang Smart City dan Sustainable Water Development di Surabaya.

Acara yang akan berlangsung hingga 25 Juli ini dibuka secara resmi oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD di Rektorat ITS, Rabu (12/7/2017) kemarin. Dalam sambutan pembukaannya, Joni mengungkapkan, CommTech selalu hadir dengan tema yang berbeda tiap kali diadakan. Namun, ia menjelaskan semua kegiatan CommTech selalu fokus pada penyelesaian masalah, khususnya yang terdapat di Surabaya.

Pada CommTech kali ini, peserta diberi dua pilihan courses, yakni mengenai pengembangan smart city dan pengembangan air berkelanjutan di Surabaya. “Kedua topik ini dipilih karena baik pengolahan air maupun pengembangan smart city di Surabaya merupakan topik penting di Surabaya saat ini,” jelasnya.

Hal ini, lanjutnya, karena ketersediaan air di Pulau Jawa sudah hampir mencapai titik kritis, yakni dengan rasio hanya 0,4 persen. Selain itu, Pulau Jawa khususnya Kota Surabaya juga mulai kesulitan menampung air yang masuk. “Hal ini dikarenakan pengalihan fungsi lahan dan pendangkalan tempat penampungan air seperti waduk,” terangnya lagi.

Untuk itu, menurut guru besar Teknik Lingkungan ini, diperlukan suatu solusi agar air yang masuk selama musim hujan dapat ditampung, supaya di musim kemarau tidak kekeringan. Begitu pula ketika musim penghujan, diperlukan solusi agar air yang telah ditampung dapat memenuhi kebutuhan air selama musim panas.

Jacquelline Alessandria R Villa, salah satu peserta dari Filipina mengungkapkan bahwa ia mengetahui program CommTech ini dari profesornya. Karena tertarik dengan kegiatan yang ditawarkan CommTech akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti kegiatan ini. “Saya ingin bertukar pikiran dan ide dengan peserta dari negara lain,” ungkap mahasiswi University of Philippines ini.

Berbeda lagi dengan Siyu Luo, peserta asal Tiongkok yang menginginkan mempelajari budaya di Indonesia. Mahasiswi dengan panggilan akrab Eva ini mengungkapkan tertarik untuk mengenal kebudayaan masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya. “Dan tentunya bisa menambah teman dari negara lain juga nantinya,” tuturnya sembari tersenyum. (nos)

Teks foto :

Rektor mengalungkan selendang batik sebagai simbolis menerima para peserta CommTECH.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising