Pendidikan

Unair Borong Medali Olimpiade MIPA

06-05-2011

beritasurabaya.net - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memborong medali dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2011 di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung pada 29 April-1 Mei 2011.

Wakil Dekan I FST Dr Nanik Siti Aminah M.Si di Surabaya pada wartawan, Jumat (06/05), mengatakan, tujuh wakil dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair membuktikan bahwa Unair tidak bisa dianggap enteng dengan memborong satu medali emas dari bidang Biologi, satu medali emas dari bidang Kimia, tiga medali perak dari bidang Kimia, dan dua medali perunggu dari bidang Kimia.

Dalam ONMIPA 2011 itu, papar Nanik, Unair sebenarnya mengirimkan 28 orang mahasiswa FST sebagai wakil. Namun hanya sembilan orang yang lolos dari seleksi awal di Malang, sehingga mereka berhak untuk melaju ke babak kedua ONMIPA 2011 di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Dari sembilan orang itu, tujuh orang perwakilan FST Unair berhasil masuk ke final. Namun Unair sama sekali tidak meloloskan wakil di bidang Matematika dan Fisika.

Menurut dia, para mahasiswa itu sebenarnya baru mendapat bimbingan untuk ONMIPA 2011 kurang dari satu bulan sebelum ONMIPA berlangsung, namun prestasinya cukup membanggakan dengan memborong medali di Bandung.

''Jadi, kualitas dan kemampuan MIPA di Unair sebenarnya tidak jauh berbeda dengan universitas-universitas lain yang dominan di bidang MIPA yakni Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada, kecuali persiapan tim Unair yang terburu-buru,'' katanya.

Ia menjelaskan persiapan yang terburu-buru itu membuat beberapa mahasiswa wakil Unair sempat grogi, seperti Ridzky Anis Advent Yuda dari Program Studi Biologi. Ridzky salah memperkirakan waktu pengerjaan soal, sehingga ada satu soal yang tidak terjawab. Untungnya soal tersebut hanya memiliki bobot kecil dan tidak menghalangi Ridzky meraih medali emas.

Institut Teknologi Bandung yang meloloskan 23 orang wakilnya ke final juga menurunkan nyali tim Unair, apalagi tim ITB begitu percaya diri pada saat final. "Mereka punya strategi untuk membuat grogi peserta lain, seperti menyelesaikan tes lebih cepat dibanding peserta lain. Setelah itu, menyempatkan diri olah raga sejenak di ruangan, seakan-akan mengejek peserta lain yang belum selesai,"kata anggota tim ON-MIPA Unair dari Program Studi Kimia, Nur Rohishoh.

Menurut Dekan FST Prof Drs Win Darmanto M.Si PhD mengaku persiapan Unair memang belum optimal, namun para wakil Unair itu dipilih lewat seleksi yang didasarkan IPK yang diperoleh sejak semester pertama, bahkan sebagian telah memiliki beberapa judul penelitian. Misalnya, M. Zuhdi Aminulloh dari Program Studi Kimia. Zuhdi memiliki beberapa penelitian yang diajukan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Tahun lalu, Zuhdi mengajukan penelitian berjudul "Kulit dan Biji Sirsak sebagai Insektisida Alami Ulat Grayak", sedangkan pada tahun ini Zuhdi memiliki tiga judul penelitian, yaitu "Minyak Atsiri Akar Wangi sebagai Aditif Makanan yang Sehat", "Limbah Scrab Besi untuk Degradasi Deterjen", dan "Krim Belimbing Wuluh Anti-Jerawat".

Wakil Unair yang lain, Ines Komala Siti Hanifa, saat ini juga mengajukan penelitian untuk PKM dengan judul "Komposit Karbon Aktif dari Enceng Gondok dengan Ti02 untuk Degradasi Zat Warna Tekstil". (bsn-ai/ant)

Advertising
Advertising