Pendidikan

ITS Dipercaya Jadi Penyelenggara Tes Bahasa Serdos

20-07-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) kembali menggulirkan amanah kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa dan Budaya. Kali ini, Direktorat Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenristekdikti menunjuk UPT Bahasa dan Budaya ITS sebagai penyelenggara Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI) sebagai syarat untuk Sertifikasi Dosen (Serdos) se-Indonesia.

Penunjukkan tersebut ditetapkan melalui surat keputusan pada 15 Mei 2018 lalu. Sebelumnya, pelaksanaan TKBI ini hanya boleh diselenggarakan oleh Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) yang ada di Jakarta. Sehingga menyulitkan dosen yang berasal dari daerah, terutama yang jauh dari Ibukota Jakarta untuk bisa mengikuti tes tersebut sebagai salah satu syarat mendapatkan serdos. Bahkan, antrean untuk mengikuti tes ini pun harus panjang, karena kuotanya tidak mencukupi untuk sekali tes.

Penunjukan ITS sebagai salah satu tempat penyelenggara TKBI serdos ini juga bukan tanpa sebab. ITS dipercaya karena memiliki beberapa kelebihan sehingga dinilai mampu menyelenggarakan. Di antaranya adalah UPT Bahasa dan Budaya ITS sudah memiliki ISO sejak tahun 2006.

“Ini menjadi salah satu kriteria yang patut dimiliki oleh penyelenggara, untuk saat ini kami akan memperpanjang standar tersebut,” tutur Ratna Rintaningrum SS MEd PhD, Kepala UPT Bahasa dan Budaya ITS.

Bahkan, menurut Ratna, ITS selama ini sudah terbukti mampu memberikan tes untuk sekitar 4.000 mahasiswa baru (maba) dalam lima hari dan juga mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 3,5 miliar setahun. Ratna pun mengklaim bahwa nilai tersebut belum bisa dicapai oleh pusat bahasa di PTN mana pun di Indonesia.

Perempuan berjilbab itu pun menjelaskan, UPT Bahasa dan Budaya ITS juga memiliki berbagai fasilitas dalam klasifikasi amat baik. “Kami memiliki ruang kelas dan tes serta peralatan pendukung kebahasaan dengan kualitas dan standard internasional, SDM berpengalaman, dan ruang parkir yang cukup luas,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut Ratna, UPT Bahasa dan Budaya ITS pun memiliki key partner seluruh Indonesia, bahkan telah menjalin kerjasama dengan International Test Center. Pusat bahasa dan kebudayaan di ITS ini juga telah menyediakan fasilitas ruang ibadah dan toilet yang bersih dengan standar internasional.

Dari 52 pusat bahasa PTN se-Indonesia, yang berani mengajukan diri sebagai penyelenggara TKBI tersebut hanya 19 PTN. Namun dari jumlah tersebut yang akhirnya disetujui dan dipercaya hanya dua PTN, yakni ITS dan UGM. Sehingga saat ini, selain PLTI, kedua PTN tersebut juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan TKBI serdos. Tidak lagi hanya sebagai tempat tes seperti sebelumnya.

Dijelaskan Ratna, langkah awal yang diambil guna menyikapi amanah tersebut, yakni konsolidasi internal yang dilanjutkan dengan penyebaran berita ke pimpinan serta seluruh karyawan untuk merumuskan sikap lebih lanjut. Ratna pun menyatakan siap mengemban amanah dengan menyediakan layanan dan fasilitas terbaiknya.

“Saya bersama staf akan berusaha mempermudah TKBI serdos rekan-rekan dosen baik dari PTN maupun PTS se-Indonesia,” tandasnya.

Pasalnya, menurut Ratna, selama ini antrean untuk TKBI serdos terlalu lama hingga menyebabkan habisnya kuota seat, sehingga para dosen kesulitan mendapat giliran. Dengan begitu, UPT Bahasa dan Budaya ITS menyediakan Paper-based Test, yang menyediakan layanan penuh pada jam kerja untuk pendaftaran.

Saat ini, kata Ratna, pihaknya sedang proses mencanangkan sistem online pada pendaftaran dan pembayaran agar mempermudah para dosen. “Namun ada baiknya jika mendaftar secara offline, agar dapat mengetahui perkembangan di UPT Bahasa dan Budaya ITS,” jelas dosen Mata Kuliah Umum (MKU) itu.

Ke depannya, Ratna bersama tim akan menyusun program untuk melayani tes di luar kota, antarpropinsi dan antarpulau.”Ini dapat dicapai melalui kesepakatan, Insya Allah dapat segera terealisasikan dengan mudah melalui key partner kami di seluruh Indonesia,” pungkasnya optimistis. (nos)

Teks foto :

UPT Bahasa dan Budaya ITS.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising