Pendidikan

Lulusan D3 Mesin Polman Astra Dibekali Sertifikasi

06-10-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Mulai tahun ini, program D3 Mesin Otomotif Polman Astra membekali lulusannya dengan sertifikasi dari DIHK (“Deutsche Industrie und Handelskammer“), kamar dagang dan industri Jerman. Program sertifikasi terwujud melalui kerjasama Polman Astra dan EKONID (“Perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman“) untuk bidang kompetensi Teknik Otomotif atau yang di Jerman lazim disebut dengan Kraftfahrzeug-Mechatronik.

Head of Training and Education Departement EKONID, Hardy Hoffmann, menjadi konsultan dalam kerjasama pengembangan program yang telah dijajaki sejak tahun 2016. Sesuai dengan standar sertifikasi DIHK, sejumlah 21 orang mahasiswa tingkat akhir program D3 Mesin Otomotif mengikuti ujian teori maupun praktik melalui 2 bagian.

Bagian pertama sudah terlaksana pada bulan Desember 2017 yang lalu. Dan bagian dua dilaksanakan pada 27 September 2018 hingga 5 Oktober 2018.

“Untuk menyelesaikan program sertifikasi, mahasiswa juga harus menjalani program kualifikasi tambahan, misalnya: strategi diagnosa, teknologi otomotif modern dan teknologi hybrid. Penilaian sertifikasi didasarkan pada 35 persen pencapaian pada bagian satu ditambah 65 persen dari bagian dua,”tukas Kepala program studi D3 Mesin Otomotif, Yohanes C. Sutama.

Di dalam ujian ini para peserta tes wajib menunjukkan kemampuan dalam menggunakan informasi workshop, kemampuan dalam memilih alat kerja dan alat ukur yang tepat, kemampuan untuk melaksanakan dan mendokumentasikan hasil pengukuran, kemampuan menguraikan problem-problem spesifik berikut solusinya, dan kemampuan memecahkan masalah dengan pendekatan terhadap prosedur kerja yang ada. Ujian Sertifikasi ini diadopsi sesuai standar kompetensi di Jerman dan disesuaikan dengan kondisi teknis, durasi dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan level kompetensi lulusan D3 Mesin Otomotif untuk semakin kompetitif. “Polman Astra mengadopsi sertifikasi ini guna meningkatkan daya saing lulusan, dimana mereka tidak hanya memiliki gelar D3 namun juga dapat dibekali dengan kompetensi yang diakui setara dengan level internasional,”sambung Yohanes.

Para penguji dalam sertifikasi ini merupakan para dosen dan instruktur program studi D3 Mesin Otomotif dimana salah satunya adalah Elroy Fransiskus yang bersertifikat Meister bidang Kraftfahrzeug-Mechatronik yang diraihnya di Jerman tahun 2017 lalu. Sertifkasi Meister merupakan salah satu pengakuan kompetensi vokasi yang tinggi di Jerman. “Sertifikasi DIHK ini akan selaras dengan program Meister bidang Kraftfahrzeug-Mechatronik yang sedang dalam proses pengembangan oleh Polman Astra,“ ujar Yohanes.

Direktur Polman Astra, Tony Harley Silalahi, dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa rangkaian program sertifikasi DIHK dan program Meister yang dikembangkan Polman Astra merupakan bagian dari pengembangan pendidikan tinggi vokasi untuk berkontribusi bagi industri yang saat ini tengah menjadi perhatian Pemerintah.

“Sistem pendidikan vokasi dari Jerman yang dikenal dengan “Dual System” memiliki potensi untuk mendukung daya saing industri. Di Jerman hal ini telah terbukti. Kami ingin mengadopsi best practice ini untuk diselaraskan dengan sistem pendidikan pendidikan vokasi di Indonesia saat ini. Dengan demikian Industri akan lebih yakin merekrut,"tutup Tony. (nos)

Teks foto :

Suasana ujian tertulis yang dilaksanakan pada tanggal 27 September yang lalu.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising