Pendidikan

Pendaftar Bacarek ITS Bersaing Paparkan Program

13-11-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Pesta demokrasi terbesar bagi keluarga besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali hadir tahun ini. Sebanyak 15 pendaftar Bakal Calon Rektor (Bacarek) mengusung program unggulan masing-masing pada tahap pemaparan strategi sebagai bentuk kesiapan menjadi Rektor ITS periode 2019-2024 di Gedung Research Center ITS mulai Selasa (13/11/2018).

Pada Pemilihan Rektor (Pilrek) ITS periode ini jumlah pendaftar bacarek terhitung cukup banyak. Berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan pengalaman kerja, 15 pendaftar bacarek bersaing dengan sehat untuk memperebutkan kursi rektor ITS 2019-2024. Sebaran usia para pendaftar bacarek pun sangat beragam, mulai dari golongan muda, menengah hingga yang sudah memiiki banyak pengalaman menjabat di berbagai tempat.

Sekretaris panitia Pilrek 2018, Dr Ayi Syaeful Bahri SSi MT menjelaskan, terdapat beberapa kualifikasi yang menjadi persyaratan khusus sebagai pendaftar bacarek ini. Di antaranya harus memiliki jabatan fungsional minimal lektor kepala, berusia maksimal 60 tahun pada saat pelantikan resmi rektor, kemudian juga harus berpendidikan minimal adalah doctor (S3), dan juga memiliki pengalaman pernah menjabat sebagai ketua jurusan, kepala departemen, atau yang setara dan berada di atasnya.

“Hal ini dikarenakan kita (sivitas akademika ITS, red) menginginkan memiliki orang yang mumpuni untuk menjadi rektor ke depannya,” tutur dosen yang biasa disapa Ayi ini saat jumpa pers.

Terdapat beberapa rangkaian dalam acara pesta demokrasi warga ITS ini. Untuk saat ini, para pendaftar bacarek berada di tahap pemaparan strategi kepada masyarakat ITS yang diselenggarakan selama tiga hari di Gedung Research Center (RC), tanggal 13-15 November 2018. Setiap harinya, lima pendaftar bacarek diberi kesempatan memaparkan strategi dan program-program unggulan masing-masing yang akan mereka bawa jika terpilih menjadi rektor ITS.

Ayi menerangkan bahwa fungsi dari tahap ini agar masyarakat ITS mengetahui program-program masing-masing bacarek dan memunculkan figur calon rektor yang mampu menjawab tantangan ITS di masa mendatang. Melalui acara ini pula, semua pemaparan bacarek dapat terekam jelas sebagai bukti nyata yang transparan bagi warga ITS.

“Supaya dalam memilih calon rektor, tidak terjadi kejadian seperti “membeli kucing dalam karung” dan sesuai dengan objektivitas masing-masing individu,” sambungnya.

Setelah melewati tahap pemaparan ini, bacarek akan menjalani tahap minggu tenang (cooling down) hingga tiba saatnya e-voting pada tanggal 21-22 November 2018. E-voting ini akan dilakukan oleh tiga elemen warga ITS, yakni mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik) dan dosen. Meskipun begitu, bobot suara ketiga elemen tersebut tidak sama.

Berdasar peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) ITS No. 1 tahun 2018, mahasiswa diberi bobot suara 1, tendik diberi bobot suara 3, dan dosen diberi bobot suara 5. Hal ini untuk menghindarkan demokrasi yang tidak sehat dalam proses pemilihan rektor.

Metode e-voting ini juga merupakan sebuah metode baru dalam sejarah pemilihan rektor di ITS. Ketua Komite Audit MWA ITS, Prof Dr Ir I Gusti Putu Raka, juga menambahkan bahwa metode ini merupakan bentuk kemajuan ITS dalam pemanfaatan teknologi digital yang lebih praktis dan efisien.

“Dengan melalui metode online, proses akan jauh lebih mudah dan mencegah pemilih yang golput (golongan putih, red) karena harus mendatangi pos pemungutan suara,” imbuhnya.

Setelah melalui tahap e-voting, akan terpilih lima bacarek untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Lima bacarek ini akan dibawa ke Senat Akademik untuk dilakukan sidang terbuka dan tertutup pada tanggal 5 dan 12 Desember 2018. Hasilnya, terplih tiga calon rektor terpilih yang kemudian akan dipilih yang terbaik oleh MWA pada tanggal 20 Desember 2018. Kemudian rektor terpilih ITS periode 2019-2024 akan memulai masa jabatannya setelah dilantik secara resmi sekitar tanggal 13 April 2019.

Ayi menuturkan bahwa rektor ITS periode berikutnya diharap memiliki kompetensi tinggi dan mampu menjawab tantangan ITS sebagai PTNBH di tahun ke tiga ini. “Siapapun yang terpiih, semoga ITS dapat mengalami akselerasi kemajuan yang meningkat, agar dapat meraih peringkat diatas 500 dalam World Class University,” pungkas dosen Departemen Teknik Geofisika itu. (nos)

Teks foto :

Kelima Pendaftar Bacarek beserta moderator Prof Priyo Suprobo (berbaju putih) berfoto bersama usai pemaparan visi dan misi.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising