Pendidikan

Doktor ITS Gagas Metode Video Compositing Mutakhir

11-03-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Dunia multimedia yang saat ini sedang bertembang pesat menjadi fokus tersendiri bagi Meidya Koeshardianto, mahasiswa program doktoral Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam penelitian disertasinya yang berjudul Video Composting Menggunakan Spatio Temporal Poisson Blending Berbasis Temporal Alpha Matte itu berhasil mengantarkannya menjadi doktor ke-142 di Departemen Teknik Elektro, akhir Februari lalu.

Meidya menjelaskan bahwa image matting itu merupakan teknik yang sering digunakan dalam dunia multimedia. Matting itu sendiri merupakan salah satu teknik dasar di bidang computer vision yang bertujuan untuk memisahkan elemen foreground dan background. “Teknik itu masih menjadi primadona dalam dunia multimedia,” ungkap promovendus kelahiran 1979 ini.

Menurut alumnus Matematika ITS tersebut, saat ini untuk memudahkan melakukan matting, produksi perfilman sering menggunakan layar hijau atau biru sebagai background. Namun masih dirasa memiliki beberapa kelemahan, yakni prosesnya yang memakan tempat dan dapat terpengaruh pencahayaan saat mengambil gambar.

Berdasar permasalahan itu, teknik Natural Image Matting dipilih oleh promovendus yang pernah menuntaskan gelar magister di Departemen Elektro ITS ini sebagai solusi yang ia tawarkan. Penerapan teknik yang diusung ini dapat menjadi gebrakan dalam dunia perfilman karena sudah tidak perlu lagi menggunakan layar hijau atau biru. “Biaya produksi pun bisa ditekan,” ujar bapak empat anak ini.

Penelitian yang dilakukan Meidya ini berfokus pada cara menjadikan proses matting menjadi otomatis, tidak seperti yang saat ini masih secara manual. Terdapat pula perbedaan hasil antara otomatis dan manual. Yakni metode matting otomatis tercatat lebih cepat dan memori yang dihasilkan juga memakan memori yang lebih kecil pula.

“Metode secara otomatis itu dapat mempersingkat kerja menjadi lebih efektif dan sederhana,” jelas dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Matting secara otomatis itu akan menghasilkan alpha-matte dari masing-masing frame. Alpha matte adalah nilai yang bernilai relatif proporsional terhadap nilai foreground dan background. Jika mendekati nilai satu maka pixel itu merupakan foreground, dan jika mendekati nilai nol maka itu merupakan background.

Alpha matte itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa parameter yakni nilai epsilon, besaran local window, serta besaran laplacian,” paparnya.

Selanjutnya, tahap setelah dihasilkannya alpha matte itu adalah compositing, kebalikan dari matting, yakni menggabungkan foreground dengan background baru. Meidya menyebutkan bahwa sebelum dilakukan compositing, terlebih dahulu dilakukan proses spatio temporal poisson blending. “Spatio poisson blending itu bisa membuat gradasi video yang lebih lembut setelah melalui proses video compositing,” klaim Dosen Jurusan Teknik Informatika UTM ini.

Meidya menjelaskan bahwa ini dapat diterapkan dalam pembuatan film, salah satunya bergenre aksi atau fantasi yang biasanya memerlukan background yang sulit dijangkau. Sehingga pengambilan adegan dapat dilakukan di mana pun dan background dapat diubah dengan apapun meskipun tanpa layar hijau atau biru.

Meskipun penelitian ini masih belum sempurna, namun Meidya menjelaskan bahwa akan terus tetap melanjutkan dan menyempurnakan penelitiannya hingga dapat secara maksimal diimplementasikan dalam dunia multimedia. Ia berharap bahwa penelitian ini ke depannya dapat berkontribusi dalam memajukan dunia multimedia Indonesia bahkan dunia. “Saya berharap ini dapat memajukan dunia multimedia Indonesia,” tandasnya. (ai/nos)

Teks foto :

Meidya Koeshardianto saat memaparkan hasil disertasinya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Departemen Teknik Elektro ITS.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising