Pendidikan

ITS-Pemerintah Belanda Garap Sektor Maritim

12-03-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menerima kunjungan delegasi pemerintah mancanegara untuk memperluas jaringan kerja sama di berbagai bidang. Kali ini, delegasi dari Belanda yang dipimpin oleh Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air, Cora van Nieuwenhuizen, berkunjung untuk melanjutkan kerja sama dengan ITS berupa riset kemaritiman dan pengelolaan sampah.

Delegasi yang terdiri dari unsur perwakilan pemerintah dan industri tersebut langsung disambut oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng beserta jajarannya di Gedung Rektorat ITS, Kamis (12/3/2020). Kerja sama yang merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) antara pihak ITS dengan sejumlah institusi dan perusahaan terkait dari Belanda.

Ashari menjelaskan bahwa kerjasama antara ITS dan Pemerintah Belanda kali ini berfokus pada bidang riset maritim dan pengelolaan sampah. Lebih lanjut, poin-poin utama kerjasama ini antara lain ada dalam bidang pembuatan kapal, pemeliharaan dan perbaikan kapal, keamanan maritim, dan bidang lain yang selaras dengan kemaritiman.

“Ini merupakan upaya lanjutan atau misi kedua dari Nota Kesepahaman (MoU) yang terjalin antara ITS dan Pemerintah Belanda sebelumnya,” terang Guru Besar Teknik Elektro ITS ini ditemui usai penandatanganan MoU.

Beberapa aksi yang disebutkan dalam surat kerja sama ini antara lain mulai dari diadakannya riset dan edukasi di bidang maritim, kuliah tamu, program magang (internship), hingga pengembangan fasilitas riset.

Usai penandatanganan, seluruh delegasi dari Belanda ini diajak untuk meninjau pameran produk-produk maritim inovatif dari ITS di gedung Rektorat. Selanjutnya, rombongan diajak mengunjungi gedung baru Departemen Teknik Transportasi Laut ITS.

Bukan tanpa alasan, hal ini karena departemen yang resmi didirikan pada tahun 2011 ini turut mendapat campur tangan pihak Pemerintah Belanda sejak awal pendiriannya.

Kepala Departemen Transportasi Laut ITS Dr Ing Ir Setyo Nugroho menerangkan bahwa departemen yang dipimpinnya ini pernah memperoleh hibah dari Pemerintah Belanda melalui NUFFIC (sebuah organisasi independen nonprofit yang berbasis di Den Haag, Belanda) dalam program Capacity Building in Marine Transportation and Logistics and Research di ITS. Melalui program itu pula, departemen yang baru ada satu-satunya di Indonesia ini dapat terus meningkatkan kualitas dan fasilitasnya hingga kini.

Capacity Building maksudnya adalah mengembangkan kapasitas dan kemampuan dari suatu departemen agar dapat mengajar dan meluluskan mahasiswanya dengan mutu yang baik,” jelas Yoyok, sapaan akrabnya.

Dosen yang juga lulusan Technische Universitat Berlin ini turut membeberkan bahwa saat ini Departemen Teknik Transportasi Laut ITS memang belum menerima mahasiswa dalam jumlah banyak. Hal itu menjadi bagian dalam upaya mempertahankan mutu dan kualitas lulusan dari Departemen Teknik Transportasi Laut ITS sendiri.

Tidak berhenti di situ, Yoyok mengaku dengan terjalinnya kerjasama antara ITS dan Belanda, Departemen Teknik Transportasi Laut semakin matang dan berkembang. Bahkan, tahun ini Departemen Teknik Transportasi Laut telah membantu pendirian departemen yang serupa di Universitas Pattimura, Ambon. “Peran kami kini meningkat, tidak hanya menerima tapi juga turut membantu perguruan tinggi lain menjadi lebih bagus,” ujarnya.

Sementara itu, rektor juga berharap banyak dari adanya kerja sama ini. ”Harapannya pasti bagus karena kerja sama ini memiliki target dan output yang jelas. Pasti akan membawa manfaat tidak hanya untuk Departemen Teknik Transportasi Laut atau ITS, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia,” tandasnya. (ra/nos)

Teks foto :

Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora van Nieuwenhuizen (kiri) memberikan cinderamata berupa bunga tulip hias kepada Rektor ITS Prof Mochamad Ashari.

Foto : Humas BI.

Advertising
Advertising