Pendidikan

Mahasiswa ITS GagasTeknologi Co-Saber

01-10-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Peningkatan kasus Covid-19 di klaster industry menyita perhatian banyak pihak, tak terkecuali bagi tiga mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berangkat dari permasalahan tersebut, mereka berhasil menggagas sebuah inovasi bernama Co-Saber: Corona Smartband and Smart Detector, sebuah teknologi presensi pintar sebagai pencegah penyebaran corona virus di industry kecil dan menengah.

Ketiganya adalah Eko Rian Fauzi, Mia Dwi Susanti dan Arinditya Berlinda. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim bernama Armies tersebut merasa perlu untuk turut mengambil peran dalam menekan penularan Covid-19.

Pasalnya, semenjak pandemic ini mewabah, dunia industri banyak yang terkena imbasnya hingga harus gulung tikar. Ketua Tim Armies, Eko Rian Fauzi, mengungkapkan, meskipun sejak Juni lalu pemerintah menerapkan masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) untuk memulihkan roda perekonomian di Indonesia, namun dampak kebijakan ini rupanya malah menambah klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kami menilai metode presensi menggunakan fingerprint menjadi salah satu penyebab menyebarnya virus. Oleh karena itu, Co-Saber hadir sebagai solusi,” ujarnya optimistis.

Co-Saber sendiri terdiri dari dua perangkat yakni Smartband dan Smart Detector yang dihubungkan oleh koneksi internet. Smartband didesain khusus menyerupai gelang yang akan dipakai oleh pekerja.

“Alat tersebut berfungsi untuk melakukan pemantauan riwayat perjalanan pekerja, sehingga alat ini disertai dengan Global Positioning System (GPS),” paparnya.

Sedangkan Smart Detector, lanjut Eko, dipakai sebagai alat presensi non kontak sebelum pekerja memasuki lokasi kerja. Untuk meminimalisir kontak fisik, maka disematkanlah fitur face detection untuk mengidentifikasi pekerja yang melakukan presensi.

“Pada perangkat ini juga terdapat sensor suhu berbasis sinar inframerah untuk mengukur suhu tubuh pekerja tanpa melakukan kontak fisik,” tambah pemuda asal Probolinggo tersebut.

Untuk cara kerjanya, pertama, sensor ultrasonic akan mengidentifikasi adanya seseorang di depan perangkat. Jika terdeteksi, nantinya kamera akan mengambil citra wajah pekerja tersebut. “Kemudian hasilnya akan diproses menggunakan teknologi face detection untuk mengetahui identitas pekerja yang melakukan presensi,” jelasnya. (nos)

Teks foto :

Kiri-kanan : Mia Dwi Susanti, Eko Rian Fauzi dan Arinditya Berlinda menunjukkan fitur yang ada pada alat Smartband dan Smart Detector karya timnya.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising