Pendidikan

IFI Gelar Final Olimpiade Bahasa Prancis

09-10-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - Institut Prancis di Indonesia (IFI) - Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (APFI) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa Prancis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Final Olimpiade Bahasa Prancis Tingkat SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi se-Indonesia secara daring, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Pada babak penyisihan tingkat provinsi, panitia menerima total 660 video kreatif yang terdiri dari 559 video para pelajar setingkat SMA bertema “Kata yang Saya Suka dalam Bahasa Prancis” dan 101 video para mahasiswa dengan tema “Ciri Khas Daerah Saya”. Dewan juri terdiri dari perwakilan IFI-Kedubes Prancis, perwakilan APFI dan perwakilan P4TK Bahasa Prancis Kemdikbud.

Setelah diseleksi dengan pertimbangan relevansi dengan tema lomba, kualitas teknis dan artistik serta pilihan kata dan pesan yang disampaikan, terpilih 8 video terbaik tingkat SMA dan 14 video terbaik tingkat perguruan tinggi. Mereka kemudian berkompetisi di babak final pada 8 Oktober.

Format lomba di babak final adalah cerdas cermat seputar budaya, sastra, sosial politik dan geografi Prancis serta pertanyaan terbuka untuk menguji kemampuan lisan berbahasa Prancis. Di tingkat SMA, Ahmad Erwin Syah Darbi (SMAN 1 Jepara) meraih skor tertinggi dan keluar sebagai Juara I. Juara II diraih Cornelia Talita (SMAN 3 Bogor) dan Juara III diraih Fatur Arkan (SMAN 9 Bandar Lampung).

Juara pertama mendapatkan tiket dan akomodasi serta kursus di Prancis selama dua minggu bersama 1 guru pendamping. Juara kedua dan ketiga mendapatkan perangkat elektronik. Auliya Zahra (SMAN 9 Bandar Lampung) juga terpilih sebagai Video Terfavorit dengan perolehan “Likes” terbanyak di media sosial.

Pemenang tingkat SMA, Ahmad Erwin yang bangga bisa mewakili Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Finalis tingkat SMA diwajibkan membaca karya sastra berjudul Le Mystere du vieux port karya Pascal Paoli. Guru pendamping, Yusmanto, membantu berlatih soal seputar buku tersebut hingga dirinya bisa menjawab dengan baik.

”Karena itu kemenangan ini adalah hasil persiapan dan kerja sama yang baik dengan para guru,”ujarnya.

Di tingkat perguruan tinggi, Pandu Galih Prakoso (Program Studi Sastra Prancis Universitas Negeri Semarang) meraih skor tertinggi dan berhak atas hadiah perjalanan 2 minggu ke Prancis untuk wisata dan mengikuti summer course. Juara kedua diraih mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Jakarta, Kris Ardansyah Nasution yang sekaligus peraih kategori Video Terfavorit dengan meraih 4836 “Likes” di media sosial.

Juara ketiga diraih Yondry Imanuel Sapulete (Prodi Sastra Prancis Universitas Padjadjaran Bandung). Sang pemenang utama Pandu Galih Prakoso dari UNNES mengatakan, telah mempersiapkan diri secara intensif dengan banyak membaca buku dan berita daring seputar aktualitas sosial politik Prancis.

”Saya juga baca harian Le Monde untuk membiasakan diri berbahasa Prancis formal. Selain itu Wikipedia dan YouTube juga jadi sarana belajar yang informatif dan menyenangkan,”ungkapnya.

Menurut Pandu, dalam pembuatan video maupun persiapan babak final, ia banyak mendapat masukan dan bimbingan dari 2 dosen favoritnya, Suluh Edhi Wibowo dan Sunahrowi.

Kepala P4TK Bahasa Prancis Kemdikbud Elvira Ratnasari, menilai, dari olimpiade ini para pengajar dapat mengambil ide dan inisiatif terkait teknik dan model pengajaran bahasa Prancis. Menurutnya, “Dari lomba ini kita lihat anak didik menyukai hal-hal yang dekat dengan teknologi dan keseharian mereka. Para guru dan dosen sebisa mungkin mengupayakan padu padan pengajaran bahasa dengan teknologi informasi hingga proses pembelajaran lebih menyenangkan”.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (APFI) Tri Indri Hardini. Pelajar dan mahasiswa saat ini, terlebih di masa pandemi, sangat bergantung pada gawai untuk pendidikan dan hiburan. Terbukti dari olimpiade ini, keakraban mereka dengan teknologi bisa berbuah kreativitas. Ia berharap olimpiade ini diadakan setiap tahun.

Mengapresiasi diadakannya Olimpiade Bahasa Prancis Se-Indonesia ini, Prof. Dadang Sunendar, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI yang turut menjadi anggota dewan juri mengatakan, pelajar dan mahasiswa pertama-tama harus menguasai bahasa Indonesia. Lalu jangan lupa kuasai dan lestarikan bahasa daerah masing-masing.

”Terakhir, pelajari dan kuasai bahasa asing. Penguasaan bahasa-bahasa ini akan membuka pintu kesempatan dalam perjalanan studi dan karir di masa depan,”tambahnya. (nos)

Teks foto :

Acara final ditutup oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Olivier Chambard yang mengapresiasi orisinalitas karya dan antusiasme seluruh peserta dan pengajar.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising